
Deburan ombak menyapu pinggir pantai ber pasir putih yang sangat menyejukan mata. Semilir angin meniup dedaunan dengan lembut. Menghadirkan rasa nyaman dan damai bagi siapa saja yang menikmati betapa indahh nya kuasa tuhan.
Terlihat sepasang manusia yang memiliki ikatan darah sedang duduk bersandar di bawah pohon yang menyejukan dengan pemandangan ombak yang saling mengejar.
Cassandra putri dan Bayu putra wijaya. Mereka melepas semua belenggu di hati dengan memandang dan sesekali berteriak pada lautan yang begitu luasnya.
"Akkkkhhhhhh...... aku bencii kalian semuaaa!!! " teriak bayu dengan berlari ke arah pantaiii sembari melempar batuu kecil ke arah lautan.
"*Akan ku balas perbuatan mu citra, sungguh aku membencimu selamanya."
"Kau tidak layak mendapatkan kebahagiaan"
"Kau penipu"
"Penghianat*"
Teriakan demi teriakan bayu ucapkan dari dalam lubuk hatinya. rasa kecewa pada sebuah hubungan keluarga membuatnya sangat hancur.
Sandra yang mengerti dengan perasaan sang adik memilih pantai yang sepi pengunjung untuk bersantaii karena bagi sandra berteriaak mampu meredakan rasa sesak di hati.
"Tenang lah boy, sekarang ada aku yang akan menjaga mu. Kita sama mereka menganggap kita mati , tapi jika saatnya tiba kita akan muncul untuk mereka yang kini tengah tertawa puas" ucap sandra menenangkan bayu
"Terimakasih kak, terimakasih sudah mengajakku kemari. Sedikit lebih baik dari sebelumnya ." ucap bayu dengan senyum teduhnya.
Bersama sandra kini tidak ada lagi bayu yang pendiam dan dingin seperti sebelumnya.
"Hanya karenamu aku kembali ke negara ini boy, aku lebih terluka melihat mu menderita" ucap sandra yang langsung memeluk adiknya.
"Aku beruntung memiliki kakak sepertimu" ucap bayu membalas pelukan sandra.
Sedangkan di sebuah restauran tepatnya di ruangan VIP terlihat billy bersama sang istri dan tak ketinggalan putri semata wayang mereka tengah menikmati makan siangnya.
Dengan tertawa akan keberhasilan mereka melenyapkan satu- satunya penghalang memiliki harta wijaya.
***flashback on***
"bos maaf kami gagal lagi, tuan bayu dibawa oleh pengawalnya " lapor pria bertato buaya
"dasar bodoh kalian memang bodoh, kemana mereka membawa anak sialan itu?" ucap billy dengan emosii
"Kami rasa ke rumah sakit bos, karena tian bayu sudah terluka ketika mereka datang" ucapnya
"kau cari tahu rumah sakit mana, dan segera beritahu aku" ucap billy dengan langsung mematikan sambungan telepone nya
Setelah menunggu selama setengah hari akhirnya mereka bisa melacak keberadaan bayu yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit ternama. Mereka sedikit kesulitan karena mengatahui bayu di jaga oleh beberapa pengawalnya.
Billy pun akhirnya meminta bantuan anaknya untuk membantu menculik bayu dari rumah sakit tersebut.
setelah rencana yang disusun sedemikian rupa akhirnya malam hari nya mereka beraksi.
Setelah mengetahui bahwa bayu tidak menaruh curiga pada dokter yang ternyata adalah salah satu orang suruhan billy dan ditemani citra sebagai perawatnya.
"*suamiku yang malang dan juga bodoh, kenapa sebegitu nya kau mudah percaya pada orang asing? selamat menikmati hari- hari terakhirmu" ucap citra membelai wajah bayu yang terlelap di brankar rumah sakit
**flashback off***
Citra yang tengah asik dengan kebersamaan dengan kedua orang tuanya mendapat kabar bahwa pujaan hatinya di paris telah tiba di tanah air. Dengan senyum mengembang citra pun memberitahu billy akan kehadiaran joy.
Billy yang mengetahui tingkah laku sandra sebulan terakhir ini mendukung tindakan buruk putrinya dengan berkhianat pada bayu.
bukan tanpa alasan billy menerima joy, karena latar belakang joy yang lebih kaya dari bayu yang membuat billy dengan mudahnya menerima joy untuk kandidat calon menantu .
Tidak lama setelah itu joy datang sengan gagah nya menyapa Citra dan calon mertuanya. Sikap nya yang angkuh dan sombong bukan masalah besar bagi billy ,karena jika citra berhasil mendapatkan gelar istri pada seorang joy maka dengan mudah perusahaan billy akan terbang meroket .
"Hallo om, tante kenalkan aku joy kekasih citra " sapa joy
"hallo nak joy, om sudah mendengar banyak tentangmu dari citra" ucap billy
__ADS_1
"darling apa kau menceritakan yang buruk tentangku pada calon mertua ku?" tanya joy pada citra
"tentu tidak honey," ucap citra manja
"Jadi dimana nak joy tinggal dan berapa lama berada di negara ini?" tanya billy
"Aku menginap dihotel om, dan aku akan kembali setelah urusan bisnisku selesai" ucap nya
"kau pemuda yang sangat rajin" puji billy
"Kau berlebihan om, aku hanya anak tunggal jadi sudah tanggung jawabku sebagai anak konglomerat" ucapnya sombong
"kau benar, om bangga padamu" ucao billy
Kesombongan joy sama sekali tidak meruntuhkan keinginan billy untuk menjadikannya menantu.
"Apa kau tidak ingin menginap di rumah kami?" tanya ibu citra
"maaf tante ,aku lebih nyaman di hotel yang berkelas " ucap joy
"Lagi pula citra kn masih tinggal di rumah mertuanya, jadi akan terasa asing aku disana dan aku kurang terbiasa berada di rumah orang" ucap joy melanjutkan.
Setelah perbincangan panjang antara billy dengan calon menantu idamannya akhirnya joy pamit dengan membawa citra bersamanya.
joy membawa citra menuju hotel yang ditempatinya untuk melepas rindu pada sosok janda tanpa anak itu.
*********. **********. **********
ππππππππππππππππ
**********. ************. *********
Sementara bayu kini telah kembali ke rumahnya. Mereka kedatangan tamu yang sudah menunggu di ruang tengah ,
"Kemana saja kalian ah? aku sampai lumutan menunggu" gerutu tamu sandra yang tak lain adalah bagas.
Awalnya bayu sangat terkejut mengetahui jika rekan kerjanya mengetahui tentang kakaknya dan dia diutus kakaknya untuk membantu kala itu.
"Maaf kak, aku tidak mengajamu " ucap bayu yang juga duduk di samping bagas. bayu kini juga memanggil bagas kakak seperti sandra.
"Kali ini aku memaafkan, tapi besok aku haruss diajak" ucap bagas bagaikan anak kecil
bayu yang melihat tingkah bagas bagaikan anak kecil hanya mampu menahan tawa nya. Dia tidak mau melihat kakak laki- lakinya itu kembali merajuk dan akan sangat merepotkan.
Ditengah perbincangan mereka sang asisten kepercayaan sandra tiba- tiba muncul di balik pintu .
"Apa saya sedang mengganggu? sapa Nino tanpa salam
"Heyy bisakah kau mengetuk pintu"ucap bagas
"maaf tuan , tapi ini kediaman bosku " ucap nino dengan cengirannya
"Tapi dia adikku jadi ini juga rumahku" ucap bagas tidak mau mengalah
"tidak bisa, anda tidak tinggal disini kan dan sekarang anda sedang bertamu namanya" ucap Nino melawan
"tidak bisa begitu" balas bagas
Ketika bagas ingin melanjutkan protes nya pada asisten sandra bayu yang sedari tadi melihat aksi Dua laki- laki itu pun langsung tertawa terbahak- bahak. Sandra hanya menutup telinga dengan menggelengkan kepalanya.
Sadar akan tingkah mereka akhirnya kedua laki- laki itu tersenyum malu pada kaka beradik yang tengah tertawa melihat mereka.
"maaf bos , saya hanya ingin meminta tanda tanganmu" ucap nino memecah rasa malunya.
"Nino sudah berapa kali aku bilang jangan memanggil ku seperti itu" ucap sandra
"maaf bos, saya takut akan tatapan kakakmu yang seakn ingin membunuh itu" ucap nino dengan memajukan bibirnya menunjuk bagas.
__ADS_1
Bagas yang mendapat tatapan tajam dari sang adik angkat hanya nyengir kuda dengan menunjukan tangan membentuk huruf V .
Nino merasa menang kali ini akan bagas, dia pun tersenyum lebar dan langsung duduk di samping bayu dan menyerahkan dokumen itu pada sandra.
"San,. apa kau sudah tau jika tuan roman mengalami gejala stroke dan tidak bisa memimpin perusahaan lagi?" tanya Nino di tengah keheningan.
"Ya aku tahu itu " ucap sandra tanpa mengalihkan pandangan pada dokumen yang tengah dibacanya.
Namun tidak dengan bayu,dia terlihat terkejut mendengar sang ayah yang tidak mempunyai riwayat penyakit tiba- tiba jatuh sakit .
"Apa yang terjadi pada ayah?" tanya bayu
"Lalu siapa yang akan memimpin perusahaan saat ini?" tanya bayu lagi dengan sedikit raut kesedihan
"kau tenanglah boy, istrimu yang akan mengambil alih semuanya. Bukan kah kau tau jika itu memang keinginannya?" ucap sandra
"apa citra yang membuat ayah sakit?" tanya bayu
" kemungkinannya 99% benar bay, karena hanya mereka yang mengincar harta keluarga wijaya" ucao nino
"Wanita apa yang sudah aku nikahi" ucap bayu menunduk
"bukan salahmu bay, jika pun kamu menolak mereka akan tetap menikahkn kalian " ucap nino
"nino benar boy, ini bukan salahmu . dan berhentilah merasa bersalah." ucap citra
"Kau harus bangkit dan membalas semuanya" ucap bagas dengan semangat.
Bayu hanya menganggukan kepala tanda mengerti.
Keesokan hari nya terlihat roman yang duduk di bangku taman rumahnya dengan ditemani secangkir teh hangat. Tidak lama menantu kesayangannya datang menghampiri nya dengan membawa camilan untuk roman.
"ayah , citra membawakan ini untukmu" sapa citra
"menantu ku, kau sangat baik hati" ucap roman
"Ayah berlebihan, ini sudah tugasku" ucap citra dengan senyum manisnya
"Nak.... ayah ingin meminta sesuatu padamu" ucap roman
"katakanlah ayah jangan sungkan padaku" ucap citra bersemangat
"apa kau keberatan jika ayah menyerahkan kuasa perusahaan padamu? kau tau sendiri jika ayah sudah tidak diperbolehkan bekerja" ucap roman
" tentu saja tidak ayah, aku adalah putrimu jadi sudah seharusnya aku membantumu" ucap citra dengan senyum lebar
"aku memang tidak salah memilih menantu" ucap roman dengan mengelus lembut tangan menantunya.
" Memang ini yang aku harapkan ayah mertuaku, jika nanti semua aset sudah menjadi atas namaku, akan ku tendang kalian dari sini dengan senang hati "batin citra dengan senyum liciknya.
.
.
.
.
.
.
**salam hangat dari author buat para readers yang setia pada cerita aku terlahir sebagai perempuan ,πππππ
selalu tinggalkan jejak manis kalian dengan like,coment dan vote ya bebπ€©
happy reading πππ**
__ADS_1
Β
Β