
Dengan segera sandra mengambil laptop nya dan membuka CCtv rumah nya yang ia pasang di beberapa tempat.
Sandra bisa melihat sekelompok orang berbaju hitam dengan memakai topeng memasuki halaman rumahnya dengan melempar sebuah bola kecil yang mengeluarkan asap.
Setelah asap itu muncul tampak para penjaga nya pun berjatuhan.
Sandra mengepalkan tangan nya melihat aksi kelompok itu melemahkan lawannya.
Ia terus mengamati setiap ruangan hingga tiba di kamar bagas. Dokter mia berusaha menghalangi dua orang yang ingin membawa bagas namun mereka memukul nya hingga dokter mia terjatuh dan tak sadarkan diri.
sandra melihat berulang kali dengan hati teriris melihat sang suami yang di culik.
"Huhhh... andai kan aku tidak meninggalkan mu hubby" gumam sandra memijat pelipisnya.
Nino yang mendengar kabar dari bayu pun bergegas pulang ke rumah sandra, daniel pun turut serta . ia merasa bersalah karena mengajak sandra pergi bersama yang lainnya.
Nino masuk ke ruang kerja sandra dan melihat kondisi sandra yang tampak hancur. Nino pernah melihat ini ketika dahulu bayu dalam masalah dan wajah penuh luka itu kembali terlihat saat sang suami di culik.
"Sandra, kau baik- baik saja?" tanya nino
"Hmm aku sedang tidak baik kak, sungguh aku sangat terluka saat ini" ucap sandra.
"Apa ada petunjuk?" tanya nino
"Aku belum menemukannya, hmm apa mereka sudah sadar?" tanya sandra.
__ADS_1
"Aku sudah melihat beberapa dokter datang untuk memeriksa mereka, tapi masih belum sadar " ucap nino
"Aku harus menemukan suamiku kak, bagaimana jika sampai axel dan alexa tahu daddy nya menghilang" ucap sandra lirih.
"Tenang kan hati mu, tarik nafas lalu hembuskan.
Percaya lah jika semua akan baik- baik saja seperti saat kita akan menyelamatkan bayu saat itu" ucap nino
Sandra memejamkan mata nya sejenak terlintas senyum manis sang suami saat memandangnya dengan penuh cinta.
"Aku akan menemukanmu " batin sandra.
"Baiklah kak, perketat penjagaan rumah. pasang cctv lebih banyak di setiap sudut rumah. Satu lagi , suruh penjaga bayangan berjaga di luar rumah " ucap sandra
Tak berselang lama seorang masuk dan memberi tahu jika dokter mia sadar. Sandra segera pergi ke ruangan nya.
"Dokter , bagiamana keadaanmu" tanya sandra saat masuk ke ruangan dokter mia.
Dokter mia berusaha bangun mendengar suara sandra.
Air matanya tiba- tiba terjatuh dengan isakan kecil dokter mia mulai bercerita.
"Maaf kan saya nyonya, saya gagal menjaga tuan " ucap dokter mia
"Bukan salahmu, tapi bisakah kau menceritakan semua nya? termasuk ciri- ciri orang itu" ucap sandra tegas.
__ADS_1
"Ketika saya sedang memeriksa kondisi tuan yang menggerakan jari nya seseorang masuk ke dalam dan berusaha mengambil tuan dari tempat tidur. Saya berusaha menghalangi nya tapi dia memukul saya nyonya.
Ciri- cirinya mereka memakai topeng jadi saya kurang jelas melihat nya, tapi saya ingat di tangannya terdapat gelang berwarna hitam dengan bandul seperti logo" ucap dokter mia
"Apa kau ingat bentuknya?" tanya sandra
"Bisakah aku meminta kertas dan pulpen" tanya dokter mia
Dengan sigap nino yang ngambil kan apa yang diminta dokter mia, nino memperhatikan goresan tangan dokter mia yang terlihat sangat rapi.
"Selain dokter kau juga pandai melukis" ucap nino
"Terimakasih" balas dokter mia
Setelah selesai sebuah gambar dengan berbentuk kubus dan tulisan di setiap sisi nya terlihat begitu jelas.
"apa kau yakin?" tanya sandra
"saya yakin , karena saya sempat memegang tangannya untuk menghentikan nya nyonya" ucap dokter mia.
"Baiklah, kau beristirahat lah . Jika kondisi mu sudah membaik tolong jaga kan kedua anak ku " ucap sandra lalu pergi dari kamar dokter mia.
"Aku sudah tahu dalangnya" ucap sandra.
"Apa kau yakin?" tanya nino
__ADS_1
"Hanya sekelompok preman bayaran, tapi sebelum kita menghabisi nya kita harus mengambil suamiku dengan selamat.
Kita pergi sekarang juga , beritahu liana untuk berjaga di sekitar rumah dan reza untuk ikut dengan kita" ucap sandra .