
cittttttt.....
"Ada apa nino?" tanya sandra karena nino tiba- tiba mengeRem mobil nya .
"Ada yang menghalangi jalan kita bos" ucap nino
"jangan keluar no,bahaya" ucap sandra ketika nino hendak keluar.
"tenang,,,aku tidak akan terluka ingat jangan pernah keluar dari mobil apapun yang terjadi." ucap nino seraya keluar dari mobilnya.
Sandra yang panik melihat lima orang yang keluar dari mobil yang menghalanginya pun segera menghubungi anak buahnya untuk membantu nino.
"Apa mau kalian?" tanya nino
"Aku menginginkan wanita bernama sandra, cepat serahkan maka kau akan ku lepaskan" ucap preman
"Jangan pernah menyentuh wanita bernama sandra itu jika kalian masih menyayangi nyawa kalian " ucap nino santai.
"kau menantang kami? baiklah" Para preman itu pun menyerah nino . Terdengan suara- suara pukulan yang menakutkan , teriakan akan pergulatan 5 lawan 1 itu.
Awalnya nino berhasil melumpuhkan kawanan preman itu namun karena salah satu preman itu mengeluarkan pisau lipat tanpa sepengetahuan nino akhirnya Nino mendapat sayatan di sebelah kiri tangannya.
Sandra yang melihat nino dalam bahaya pun memaksakan diri untuk keluar
"Nino awass"
Reflek nino berbalik badan dan menepis pisau itu hingga hanya goresan yang mengenai kulit nya.
"Siaalllll"
"Kauu " nino memberikan sebuah tendangan pada preman itu hingga jatuh pingsan.
__ADS_1
setelah itu para pengawal yang sandra hubungi pun tiba,
"maaf bos kami terlambat " ucap nya pada nino yang memegangi tangannya yang mulai berdarah.
"tidak masalah,kau urus saja mereka" ucap nino
Nino menghampiri sandra yang terlihat sangat ketakutan , air mata terlihat mengalir di pipi mulusnya melihat tangan nino yang berdarah.
''kenapa kau keluar?" tanya nino ,seakan mengesampingkan rasa sakit di tangannya.
tanpa menjawab sandra mengambilkan sapu tangan yang berada dalam tas nya dan mengikat lengan nino yang terus mengeluarkan darah.
"kenapa kau melawannya? kau terluka nino" ucap sandra
"Aku lebih baik terluka daripada menyerahkan mu" ucap nino santai.
"kita kerumah sakit sekarang" ucap sandra seraya menarik tangan nino agar duduk di kursi samping kemudi.
Tak lupa sandra memberitahu pada bayu agar membatalkan rapat nya untuk hari ini dan menceritakan kejadian yang dialaminya.
"Apa yang terjadi? " tanya bayu pada dua orang yang baru memasuki rumah.
"kenapa kau di rumah?" sandra balik bertanya
''begitu kau menghubungiku,aku langsung pulang kak, bagaimana keadaan kalian?" tanya bayu
"hanya luka kecil ,jangan khawatir seperti itu. Aku gelii mendengar kau khawatir" ucap nino bercanda
."aku tak mengkhawatirkanmu " ucap bayu dengan tatapan mengejek
"sungguh me nyebalkan" ucap nino
__ADS_1
"Sudahhh....sebaiknya kau beristirahat nino" ucap sandra lembut pada nino
Setelah nino meninggalkan kakak beradik itu berdua sandra pun mulai menceritakan semuanya pada bayu. Sandra juga langsung menghubungi anak buahnya untuk mengetahui pelaku utamanya.
"Apa kau mendapat info ?" tanya sandra di dalam sambungan telepon
"mereka suruhan dari ......."
"baiklah "
"Sudah kuduga , Mari kita lihat siapa yang akan menangis" ucap sandra
"apa yang akan kau lakukan kaka?"
"lihat saja boy,kakakmu ini tidak begitu lemah" ucap sandra dengan senyum yang sulit di artikan.
"Baiklah kaka,jika membutuhkan bantuan cepat katakan padaku" ucap bayu
"iya boy,,, apa aku boleh bertanya?"
"bertanyalah kak" jawab bayu
"Apa kau masih menginginkan citra?"
"kau bicara apa? aku sudah membenci wanita ular itu" ucap bayu dengan datar
"Aku akan mengambil hak mu yang mereka rampas,jadi aku harus memastikan jika kau sudah tak menginginkannya" ucao sandra
"tentu kak,aku ingin melihat mereka jatuh sampai mereka memohon pada kita untuk memaafkan nya" ucap bayu.
sandra pun memeluk adik tersayangnya itu untuk memberikan semangat, bagaimana pun bayu dan citra sempat menjalin kasih, sandra takut akan menambah luka pada adiknya. namun mendengar sendiri keinginan adiknya sandra pun merasa lega.
__ADS_1
"good boy"