AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
eps 43


__ADS_3

Ketika ada seseorang yang menyakitimu dengan hal buruk, kau boleh membalasnya . Namun pergunakanlah hal baik untuk membalasnya. karena dirimu dan dia berbeda.


Silauu cahaya matahari pagi menembus celah- celah gorden membangunkan penghuni kamar yang tengah menikmati alam mimpinya.


Samar- samar terdengar suara yang memanggil namanya.


Dengan berat hati si empunya akhirnya membuka selimut yang dengan setia membungkus badannya.


tokk...tokkk..tokk...


"kakak bangunn...." Teriakan bayu yang sudah tak terhitung ,namun yang dipanggil tak kunjung menampakan batang hidungnya.


"Aku dobrak nihh ,,," ancamnya


ceklekkk...


"Apaan sihh boy, masih pagii" ucap sandra dengan suara khas bangun tidur


"ihhh pagii dari mana nya? ini itu udah jam 8 pagi kaka, cepetan mandiii" ucap bayu


"whattt......? jam 8? kebo banget sihh" ucap sandra berlari memasuki kamar mandi


Bayu yang melihat sang kakak panik pun tertawa lebar sambil memegangi perutnya.


"CEO kok bod*h sih hahaha padahal kan cuma bercanda" ucap bayu denga cekikikan.


Jam dinding kamar sandra masih menunjukan pukul 7 pagi ,namun karena teriakan bayu sandra pun terkecoh hingga lupa akan keberadaan jam dinding yang setia menempel.


Satu jam kemudian sandra menuruni tangga dengan perasaan kesal nya. Sadar akan tatapan kakaknya yang tengah kesal akhirnya bayu hanya nyengir kuda agar terhindar dari amarah sang kakak.


Ketika sandra ingin membuka mulut memarahi bayu tiba- tiba Nino masuk dengan berteriak seperti biasaa nya.


" Spadaaa.... apa penghuninya sudah bangun?" suara nyaring milik asisten nino terdengar memenuhi seluruh rumah.


"sint*ng... aku gak budek ninoo" ucap sandra


"ohh bosku yang cantik dan manis ,,, maafkan asisten mu yang tampan ini" ucap nino dengan menerjap kan sebelah matanya.


"kenapa tuh mata? kesleo? " ucap bayu


"sialan mana ada mata keseleo" ucap nino kesal

__ADS_1


"siapa tau kan" ucap bayu acuh


Setelah perdebatan pagi yang hampir setiap hari itu selesaii mereka melanjutkan dengan sarapan bersama sebelum menuju ke rumah sakit menjenguk kedua orang tuanya.


Setibanya di rumah sakit


"Apa mereka sudah sadar?" tanya sandra pada penjaga


"Sudah nona ,mereka sudah sarapan dan ingin bertemu dengan anda" ucap nya


Sandra hanya menjawab dengan anggukan kepala dan langsung membuka pintu.


Diikuti nino dan bayu di belakangnya bagaikan bodyguard.


Ceklek...


Mendengar pintu rawat nya terbuka sontak sepasang suami istri itu menoleh ke arah pintu. Karena mereka yakin sang penolong lah yang datang kali ini.


deg..


deg..


deg...


yaaaa pastiii, melihat sosok anak yang dianggap sudah mati selama 6 tahun terakhir tengah berdiri menatap mereka dengan tatapan yang datar.


Beberap saat mulut mereka terkunci denga pandangan tanpa berkedip melihat sosok sandra.


Sandra yang jauh berbeda dengan sandra yang terdahulu.ketika mereka mengusirnya dari kediaman wijaya.


Sandra dan nino menghampiri keduanya yang masih bungkam. Sedangkan bayu hanya memperhatikan dari balik pintu, ada rasa kecewa yang membuatnya enggan masuk ke dalam ruangan itu.


"Bagaimana keadaan anda tuan dan nyonya" sapa sandra dengan datar


"Siapa kau?" tanya roman tanpa basa - basi


" Perkenalkan nama saya Cassandra putri" ucap sandra


"putriku...." ucap mila dengan lirih disertai air mata membasahi pipi yang terlihat menua.


"Kauu benar- benar sandra putri ku?" kali ini roman yang berbicara. Dengan sebutan putriku,

__ADS_1


" Apa anda lupa bahwa putri anda sudah mati? Saya melihat saat anda melakukan jumpa pers 6 tahun lalu" ucap sandra.


"Yaa kauu benar,,mungkin hanya kebetulan saja. Lagi pula anak itu tidak mungkin bisa bertahan sendiri tanpa bantuan ku" ucap roman dengan keangkuhan nya


"kau benar tuan,. dia hanyalah gadis bodoh yang menyusahkan" ucap sandra.


"Tidak,, aku yakin kau sandra putriku " ucap mila.


Nino yang sedari tadi diam merasa sangat kesal pada orang tua angkuh yang tengah terbaring lemah didepannya. Bukannya menyadari kesalahannya roman justru tetap seperti roman yang angkuh saat menduduki kursi CEO wijaya grup.


"bu,, dia sudah mati. Dan bagaimana anak bodoh itu bisa berpenampilan sebagus ini jika ini memang dia" ucap roman yang masih kekekh dengan pendiriannya.


Bayu yang sudah tidak tahan saat kakak tersayangnya dikatai oleh ayahnya sendiri pun masuk dengan langkah angkuh.


Wajah tampannya yang tertutup aura dingin yang tak tersentuh membuat roman mengalihkan pandangan.


Kali ini roman amat lebih terkejut akan kehadiran bayu, Anak laki- lakinya yang beberapa bulan ini dinyatakan meninggal dunia.


"Bayuu....." Ucap keduanya bersamaan.


.


.


.


.


.


.


*holla my readers tercinta...


terimakasih yaaa udahhh dengan setiaaa mengikutii tiap episode nya😍


jangan lupaa ya tinggalkan jejak maniss kalian dengan like ,coment juga vote yang banyakk...


Biarr author lebih semangat buat nulisnya 😘😘😘😘


salam manissss dariii author buat kalian semua

__ADS_1


I love youu 😍


happy reading 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍*


__ADS_2