
Jam menunjukan pukul 13.00 Dini hari. Di sebuah kamar tidur terlihat seorang ibu hamil tengah gelisah dalam tidurnya.
"Aduhh... kenapa nyerii begini ya" ucap sandra terbangun dari tidurnya karena terganggu dari rasa nyeri .
"Jadwal melahirkan masih seminggu lagi , Apa hanya kontraksi palsu?" gumamnya sendiri.
Makin lama rasa sakit nya semakin terasa ,namun beberapa detik kemudian rasa sakitnya menghilang.
Sandra berusaha mengatur nafas nya , ia masih tidak tega untuk membangunkan adik maupun kakaknya.
"Aduhh... kenapa sakit " ucapnya
Sandra pun mengambil ponselnya dan menelpon nino yang berada di sebelah kamarnya bersama bayu.
Tut....tut...tut...
Lama panggilan nya tak dijawab hingga akhir dari nada dering ponsel nino baru ia menjawab dengan sedikit panik. Pasalnya sandra menelpon dini hari
"Ada apa? apa keponakan ku akan lahir?" jawab nino
"Sepertinya kak, perut ku sedikit sakit" ucap sandra . Terdengar menahan rasa sakitnya nino pun bertambah panik. Dengan segera ia melompat setelah sampai di pintu ia teringat bayu.
"Akhh bocah itu,,, Bayuu bangunn......
ponakan kita ingin melihat ongkel nya yang tampan ini" ucap nino menggoyangkan tubuh bayu.
Mendengar ponakannya bayu pun terbangun meski masih mengumpulkan nyawanya.
Mereka berdua bergegas masuk ke kamar sandra dan melihat sandra meringis.
"Kakak... kau kenapa?" tanya bayu merasa cemas.
"Sepertinya dia mau keluar" ucap sandra
"Siapa yang keluar kak?" tanya bayu
"Gobl*k , keponakan kita. Sandra akan melahirkan jadi cepat kau ambil tas dan aku akan menelpon reza" ucap nino
Reza pun sudah berada di halaman rumah dengan mobil siap jalan.
Sandra pun turun melalui lift rumahnya dengan di papah nino. Awalnya nino ingin menggendongnya namun sandra menolak karena ia masih samggup berjalan.
Ketiga laki- laki itu pun menemani sandra ke rumah sakit. Sebenarnya bayu ingin membangunkan salah satu pelayan namun sandra menolak karena merasa kasihan membangunkan mereka .
Reza mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi hingga beberapa menit saja mereka tiba di rumah sakit besar di kota nya.
Namun....
Sandra terlihat tidur terlelap bersama bayu sang adik di kursi penumpang membuat nino dan reza saling pandang.
"Kenapa mereka tidur? apa orang mau melahirkan masih bisa tidur?" ucap nino dan mendapat gelengan kepala dari reza
"Apa aku harus membangunkannya?" tanya nino pada reza
"Sebaiknya tunggu sebentar tuan" jawab reza
Tiga puluh menit berlalu kedua kakak beradik itu masih terlelap bersama mimpi mereka masing- masing.
Nino yang juga hampir tertidur pun memutuskan untuk membangunkan sandra
"San... bangun kita sudah sampai" ucap nino
Pelan - pelan tubuh sandra menggeliat
"Uhhh kak ,aku ngantuk sekali" ucap sandra
"Lalu keponakan ku tidak jadi keluar?" tanya nino membuat sandra dan bayu pun sontak kaget .
"Apa sudah keluar?" tanya bayu
__ADS_1
"Bodoh bagaimana bisa keluar jika kakakmu tidur" ucap nino menepuk keningnya.
"Tapi aku sudah baik- baik saja. tidak terasa sakit" ucap sandra
"Lebih baik kita periksa kan dulu " ucap nino menatap tajam sandra
"Baiklah, sekalian kita nginep di rumah sakit aku ngantuk sekali kak" ucap sandra.
Setelah di periksa oleh dokter kandungan yang kebetulan tugas malam itu , sandra pun harus stay di rumah sakit karena bukaan jalan lahir sudah 2 cm.
"Tapi dok saya sudah tidak sakit lagi" ucap sandra
"Iya nyonya, sakitnya akan berangsur datang lagi dan bisa saja pergi lagi. Ada baiknya nyonya tetap di sini Agar kami bisa memantau perkembangan nya." ucap dokter rima.
"Baiklah dok"
Sandra pun tidur di rumah sakit malam ini, sementara tiga laki- laki itu dengan setia mendampingi di sofa yang di sediakan .
"Apa aku hubungi kak bagas? siapa tau dia bisa datang melihat anakny lahir" ucap bayu dan mendapat anggukan dari kedua laki- laki di sampingnya.
Bayu berusaha menghubungi bagas ,pnnggilan ke tiga kalinya terdengar suara berat bagas di ujung telepon.
Bagas:" Hallo"
Bayu:" Kak anakmu ingin keluar"
Bagas:" keluar kemana?"
Bayu:" dia tidak bilang"
Plakkk....
sebuah tangan mendarat dengan sempurna di kepala bayu siapa lagi kalau bukan tangan nino. Karena panggilan di load speaker jadi nini bisa mendengar percakapan dua laki- lakk setengah sadar itu.
"Kenapa kau tambah bodoh, Sandra mau melahirkan anaknya bukan anak nya mau jalan- jalan" ucap nino begitu geram.
Bagas yang mendengar sandra melahirkan membuat ia tersadar sempurna
Bayu:" iya kak, masih menunggu bukaan jalan lahir kata dokter. Hmm apa kau akan pulang?"
Bagas:" aku pulang sekarang"
tut..tut..tut..
Panggilan terputus sepihak membuat bayu mengumpat pada ponsel yang masih ia pegang.
Menjelang pagi hari sandra kembali terbangun karena rasa sakit nya muncul kembali. Tiga laki- laki yang tertidur di sofa pun terkejut mendengar rintihan sandra
"Sandra/ kakak/ boss" ucap ketiganya bersama.
"Aduhh sakit" jawab sandra
bayu segera memanggil dokter sementara nino mengelus punggung sandra . Reza pun ikut membaca kan beberapa doa untuk sandra.
Dokter datang ditemani seorang perawat
"Yang mana suami nya?" tanya dokter rima
"Saya" jawab ketiganya. Mereka pun saling tatap dan tertawa.
"Apa anda memiliki tiga suami nyonya?" tanya dokter rima
Sandra tak habis fikir dengan jawaban ketiga laki- laki itu, sambil merintih ia pun menggelengkan kepalanya.
"hanya boleh satu orang saja yang menemani nyonya di sini" uca dokter rima
Bayu dan reza menunjuk nino hingga laki- laki itu tak bisa menolak nya.
Dokter sibuk memeriksa bukaan jalan lahir sedangkan nino menutup matanya karena menahan rasa sakit akibat gigitan sandra.
__ADS_1
Nino merasa kasihan pada Sandra hingga menyerahkan tangannya untuk di gigit oleh sandra.
Tidak lam a kemudian tiba- tiba pintu terbuka. Bagas muncul dengan rambut acak- acakan dan menggunakan piayama tidurnya
"Hei adik ipar kenapa rambutmu terlihat berantakan dan apa itu? kau masih memakai piyama?" ucap nino tertawa . tanpa sadar penampilan dia dan kedua laki- laki di luar ruangan pun hampir sama.
"Bercerminlah sebelum berkomentar" ucap bagas segera mendekati sandra.
"Anda siapa?" tanya dokter
"Saya suami nya dok, bagiamana kondisi istri saya?" tanya bagas
Nino pun keluar dengan memegangi tangannya yang sedikit terluka akibat gigitan sandra.
"Sudah hampir sempurna tuan, tinggal menunggu sebentar lagi" ucap dokter rima
"Mas kenapa kamu pulang?" tanya sandra sambil.meringis.
"Aku tidak ingin melewatkan moment ini sayang" ucap bagas mengecup kening istrinya.
"Kamu pasti bisa, semangat sayang demi bauh hati kita" ucap bagas membelai lembut rambut sandra.
Menunggu jalan lahir terbuka sempurna bagas berusaha memberi kan semangat untuk istri tercinta nya.
Bahkan tanpa ia sadari air mata nya menetes melihat sandra yang kesakitan.
''Maafkan aku sayang, jika bisa aku menggantikan rasa sakitmu pasti sudah aku lakukan" ucap bagas lirih.
"Tidak mas, ini lah bahagia seorang ibu" jawab sandra berusaha tersenyum
Tak lama kemudian dokter dan dua orang suster sudah bersiap,
"Nyonya ikuti ucapan saya, jalan lahir sudah terbuka . Jika saya meminta dorong maka lakukan sekuat tenaga dan jika stop maka berhentilah . paham?" ucap dokter rima
Sandra hanya mengangguk bahkan bagas pun ikut mengangguk.
"Dorong......
stop....
Satu dua tiga Dorong lagi ....
stop ....
Atur nafas....
Dorong lagi... " ucap dokter
hoeekkkk..hooekkkk.....hoeekkk
Suara tangisan bayi begitu kencang terdengar ,sandra dan bagas menitikan air mata bahagia menyambut kedatangan putra pertama mereka.
berulang kali bagas mengecup kening istrinya
"Terimakasih sayang, aku sungguh mencintaimu" ucap bagas dengan penuh cinta.
"Nyonya kita ulangi lagi ya " ucap dokter itu
"Kenapa di ulang dok?" tanya bagas.
"Anak tuan masih tersisa satu" jawab dokter itu dan membuat bagas semakin bahagia.
"Sayang putra kita kembar" ucap nya dan terus menyemangati sandra.
Hal serupa pun dilakukan sandra hingga beberapa menit terdengar suara tangisan kembali.
"Adiknya sangat cantik nyonya" ucap perawat itu tersenyum
"Aku memiliki seorang putri dan pangeran sayang,terimaksih sayang" ucap bagas berulang kali menciumi sang istri yang terlihat sangat lemas.
__ADS_1
Lanjut besok ya readers 😇❤️