
Konflik keluarga wicaksono sudah terungkap, kakek budi bisa bernafas lega bisa menyaksikan kedua cucunya bersatu untuk mengungkap kebenaran.
"Lihat lah kedua putramu bram, meski pun mereka dari ibu yang berbeda tapi sifat baik hati mu turun ke kedua putramu." gumam kakek budi.
Suara tawa menghiasi kediaman Nino tentunya akibat kedatangan sang adik yang lebih memonopoli sang ibunda.
"Heii dia ibuku " ucap nino tak terima jika ibunya di peluk oleh daniel
"Dia juga ibuku, iya kan bu?" ucap daniel tersenyum kearah elena.
Elena begitu bahagia bisa melihat putra - putranya saling menyayangi.
"Kalian adalah putraku, anak ibu yang tampan - tampan" ucap elena.
Suara canda tak pernah hilang kecuali saat dua pemuda tampan itu pergi ke perusahaan.
sesuai perkataan nino jika ia tak akan ikut andil dalam perusahaan milih sang ayah, nino lebih memilih tetap menjadi bagian PB company milik sandra
Tentunya sebelum itu daniel sempat protes dengan mengajukan beberapa ancaman untuk nino agar mau mengelola perusahaan peninggalan sang ayah untuk di kelola bersama namun itu lah nino yang teguh pada pendiriannya.
Akhirnya daniel memilih mengalah, ia tetap menjadi CEO untuk perusahaan yang sudah di ganti nama nya menjadi bram corporation itu. Gerry ??? tentu saja ia yang ditugaskan daniel untuk mengelola perusahaan yang berada di amerika.
__ADS_1
Setelah menemukan keluarganya daniel merasa enggan pergi ke amerika lagi.
Quela , wanita itu mendapat kan hukuman di asingkan ke negara terpencil oleh nino. Sebenarnya ide itu berasal dari sandra.
Daniel atau pun gerry tidak bisa membela quela karena posisi quela benar- benar bersalah. Melihat ela tidak mendekam di jeruji besi saja sudah membuat kedua laki- laki itu bersyukur.
Sementara keluarga Nino sedang berbahagia karena semua masalah dilewati dengan baik. Keluarga permana pun demikian, bagas tengah menyibukan diri di kantor agar bisa segera pergi berlibur bersama keluarga kecilnya.
Papa betran sudah kembali ke negara belanda untuk melanjutkan perjalanan hari tua nya. Roman dan mila pun memutuskan tinggal di sebuah negara kecil untuk menikmati masa tua mereka.
mereka tak ingin lagi ada billy- billy yang lainnya yang memanfaatkan dirinya untuj menyakiti sang putri .
suasana bahagia terasa begitu kental malam ini, berkumpuk bersama orang terkasih.
Ditengah- tengah obrolan mereka, kakek budi tiba- tiba berbicara
"Daniel, nino kakek harap kalian akan secepatnya mencari pendamping" ucap kakek budi membuat senyum di wajah nino menghilang
"Kakek, aku belum berfikir untuk menjalin sebuah hubungan" jawab nino
"Tapi kakekmu ini sudah tua, kakek ingin kau menikah dan kakek bisa melihat cicit kakek no" ucap kakek budi
__ADS_1
"Kakek tidak masalah diantara kalian siapa pun yang mau memberikan kakek cicit" ucap kakek budi
Terlihat jelas di raut wajah nya keinginan yang begitu besar.
"Baiklah kek" jawab nino dan daniel bersamaan.
"Aku sangat senang jika kita tinggal satu rumah" ucap sandra
"Apa kakak tidak takut jika cerita lama kembali terbuka" ucap bayu
Sandra terdiam, dia faham maksud bayu jika dirinya dan daniel sempat memiliki sebuah cerita.
"Aku percaya pada kakakmu, jadi jangan kau mengungkitnya hingga membuat wajah cantik istriku ini menjadi merasa bersalah" ucap bagas mengelus rambut sandra
"Aku tahu kau sangat mencintainya kak, tapi kau boleh membatasinya asal jangan membuatnya menangis" ucap bayu.
"Aku memang sangat mencintainya tapi bukan berarti aku mengendalikan hidupnya, aku tahu cinta kakak mu hanya untuk ku" jawab bagas penuh percaya diri
Semua pun tertawa hanya bayu yang mencebikan bibirnya.
"Aku sekarang faham kenapa kau memilih nya, dia adalah sosok pria penuh kasih sayang dan pengertian. Jika aku manjadi dirimu mungkin pilihan ku juga akan sama seperti mu" batin daniel tersenyum melihat bagas yang begitu mencintai sandra.
__ADS_1