
Sore hari sesuai rencana, setelah sandra bermain dengan si kembar terlihat halaman rumahnya di masuki beberapa mobil dan pria serta beberapa wanita berbaju merah.
"Mba lin dan mba lis, mungkin aku akan pulang larut jadi tolong jaga baik- baik putra dan putriku. Usahakan kalian tidak meninggalkan nya sendiri dan jangan keluar rumah . Mengerti?" ucap sandra
"Baik nyonya kami mengerti" ucap keduanya
"Kesayangan mommy dan daddy, kalian baij- baik di rumah. Mommy harus pergi sebentar menjemput daddy kalian. Jangan rewel dan doa kan mommy ya sayang" ucap sandra pada kedua buah hatinya dan menciumi kedua nya bergantian.
Sandra keluar dengan pakaian santai nya dan tidak lagi menyamar. Rambut nya ia kuncir kuda dengan masker dan kaca mata membuat penampilannya luar biasa meski hanya memakai pakaian santai.
"Semua sudah berkumpul?" tanya sandra
"Sudah san, aku sudah menugaskan lima belas orang berjaga di rumah dan sisanya bersama dengan kita" ucap nino
"Baiklah, dan kau boy apa kau yakin ingin ikut dengan kami?" tanya sandra pada adik nya
"Aku laki- laki kak, harus ikut masak kau perempuan saja ikut aku yang laki- laki perkasa diam saja" jawab bayu dengan cengiran khas nya.
"Kau ini, baik lah kita berangkat sekarang. Aku akan membagi tugas setelah kita melihat kondisi tempatnya" ucap sandra
Mereka pun pergi dengan mengendarai mobil Masing- masing. Lokasi yang begitu dekat membuat nino sekali lagi menganggap musuhnya bodoh.
''Jika biasanya kita harus jauh- jauh tapi sekarang hanya beberapa menit sudah sampai" guman nino yang masih terdengar oleh sandra
"Kak kita dari kota B itu sudah cukup jauh" ucap sandra yang mendapat anggukan dari bayu.
"Ahh iya aku lupa" jawab nino
__ADS_1
Sandra mengamati rumah tua berlantai dua itu yang tampak sepi, namun tak lama kemudian mobil milik Bagas masuk ke rumah itu. Pintu gerbang yang terlihat usang itu terbuka,tampak beberapa orang berjaga di dalam nya.
"Ternyata dia lumayan banyak" ucap bayu
"Kau takut?" tanya nino
"Tentu saja tidak" jawab bayu
Sandra menyuruh sepuluh anak buahnya menyusup untuk melumpuhkan penjagaan, sedangkan ia dan sisanya akan menyelinap masuk layaknya para ninja.
Para penjahat pun merasa terkejut akan kedatangan serangan yang tiba- tiba.
"Siapa kalian?" tanya salah satu nya
"Kami ? tidak perlu basa basi lagi. Cepat katakan dimana tuan kami" tanya anak buah cassa.
Perkelahian pun terjadi begitu sengit, sepuluh orang pasukan merah milik cassa mampu menakhlukan para penjahat dengan mudah. Ilmu bela diri yang sudah di bekali oleh nino selaku pelatihnya pun membuat mereka tak kesusahan sedikit pun.
Sandra ,nino dan bayu pun melangkah masuk Ruangan demi ruangan mereka masuki . Kini mereka menuju ke lantai dua.
Tampak lima orang berjaga di sana
"Aku hampir lupa, kalian berdua minum lah ini" ucap sandra menyerahkan sebuah tablet kepada nino dan bayu
Nino langsung menelannya tanpa bertanya sedangkan bayu menatap bingung pada kakaknya.
"Minumlah boy, percaya padaku" ucap sandra dan akhirnya bayu mengambilnya dan menelan tablet itu.
__ADS_1
"Siapa kalian?" tanya penjahat itu
"Diam saja, aku hanya ingin bermain dengamu" jawab sandra
"Kau wanita, sombong sekali kau? apa kau ingin menemani kami?" ucap salah satunya tertawa.
"Tentu saja" jawab sandra singkat.
Tanpa menunggu lama sandra segera menendang laki- laki yang berdiri di depan hingga ia mundur beberapa langkah.
Terlihat para lelaki itu sangat kesal akan sikap sandra.
"Berani nya kauu? mau mati ya'' teriak nya
Saat kelima pria itu maju tiba- tiba sepuluh orang masuk dengan tersenyum
"Wahh main kroyokan" gumam salah satu dari lima pria itu.
"Apa kalian merasa takut tuan- tuan?" tanya sandra
" Tidak, kami tidak akan takut pada kalian" jawabnya
Perkelahian kedua pun terjadi. Anak buah yang berkelahi pun membawa kelima orang itu turun ke lantai satu. Tinggal sandra ,nino dan bayu di lantai dua. Mereka memeriksa satu persatu pintu hingga tinggal dua pintu yang masih tertutup rapat.
"Aku akan membukanya secara perlahan ,kalian bersiap lah" ucap sandra
Ceklek...
__ADS_1