AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
Episode 111


__ADS_3

Bagas tiba di kota Z malam hari dan ia langsung menuju rumah yang sudah ia tinggalkan hampir setahun.


Semenjak papa nya memutuskan ke luar negeri rumah ini hanya di rawat oleh beberapa pelayan.


Sebenarnya sandra ingin pindah ke rumah yang memiliki banyak kenangan dengan sang mama mertua namun bagas merasa kasian jika sandra harus bolak- balik ke kantor pusatnya di kota B


Bagas pun memilih untuk mengelola langsung perusahaan yang di kota B agar bisa selalu berdampingan dengan sang istri tercinta.


"Masih sama, tapii sungguh aku merasa kurang " gumam bagas memasuki ruangan demi ruangan rumah nya.


Bagas segera ke kamar dan membersihkan diri , setelah itu dengan masih menggunakan bathrobe bagas langsung menghubungi sang pujaan hati.


Tampak wajah cantik sang istri tersenyum penuh cinta membuat rasa rindu yang dirasakan bagas semakin besar


Sandra:"Selamat malam sayang"


Bagas:"Selamat malam juga sayang ku, Apa baby rewel tanpa daddy? Apa kamu sudah makan malam? "


Sandra:" Mas, aku baik- baik saja dan juga anak mu sangat pintar hmm dan aku sudah makan malam bersama kak nino"


Bagas:'' Apa reza dan nino masih di sana?"


Sandra:" Tentu saja sayang, mereka tinggal disini untuk sementara waktu. Jangan terlalu mengkhawatirkan diriku mas. "


Bagas:" Baiklah, jangan tidur larut malam sayang. Kamu butuh tenaga lebih banyak saat melahirkan"


Sandra:" kamu juga jaga kesehatan ya mas selama di sana, jangan terlalu memforsir tubuhmu"


Bagas:" Siap tuan putri, akan hamba laksanakan"


Hampir Dua jam mereka melakukan komunikasi lewat video call hingga waktu menunjukan saat nya untuk beristirahat.


Nino yang ditugaskan bagas menjaga sandra pun dengan senang hati menginap di rumah sandra beberapa hari tentunya dengan kakek budi . Begitu juga Reza yang tanpa menolak sedikit pun.


Perhitungan dokter satu minggu lagi sandra akan melahirkan namun itu hanya perkiraan bisa maju juga bisa mundur dari tanggall yang sudah di tentukan. Nino pun memutuskan bekerja dari rumah dari pada meninggalkan sandra ke kantor.


"Kak kau bisa kembali ke kantor" ucap sandra


"Tidak bisa, keponakan ku nanti keluar jika aku tidak berada di sini" jawab nino


"Ada reza kak, aku tidak mau kau jadi tidak bekerja" ucap sandra tak enak hati


"Heii kau lupa jika pemilik perusahaan itu yang sedang aku jaga. Aku rasa beliau tidak akan memecatku" jawab nino tersenyum


"Baiklah tuan asisten" ucap sandra tertawa.


Siang hari mereka semua berkumpul di ruang keluarga setelah melakukan makan siang. Sandra juga baru saja selesai melakukan video call dengan sang suami.


ting ...tong..


(Bel rumah berbunyi)


Seorang pelayan segera membuka pintu untuk tamu mereka saat ini.


"Ehh tuan" ucap pelayan itu terkejut


"Stttt... dimana kakak ku?" tanya bayu yang sudah tiba di tanah air


"Beliau ada di ruang tengah bersamaa tuan nino dan tuan reza " ucap pelayan

__ADS_1


"Lalu kak bagas?" tanya bayu


"Tuan bagas sedang ke kota z tuan" ucapnya


"Oh baiklah" jawab bayu masuk diikuti Wanita paruh baya di belakangnya.


Sandra ,Nino dan reza asik dengan cerita- cerita mereka hingga tanpa mereka sadari seseorang tengah berada di antara mereka


"Surprise..............." Teriak bayu membuat ketiga orang itu terlonjak kaget.


"Bayu... ahhhh boyyy kau kembalii" teriak sandra memeluk adik nya


Begitu pun Nino ia juga memeluk adik angkatnya meskipun bayu sedikit menyebalkan.


"Kau tahu aku sangat sedih ketika kau bilang tidak akn pulang. Aku kira akan melewati hari ku sendiri" ucap sandra.


"Kak bagas kenapa pergi? bukannya ia harus siaga disini?" tanya bayu


"Perusahaan nya sedang dalam masalah besar, sebenarnya kakak iparmu tidak mau pergi tapi kakak memberi nya ijin" ucap sandra


Bayu hanya ber ohh ria ,tiba tiba ia teringat akan wanita yang ia bawa jauh- jauh dari negara A.


"Hmm aku punya kejutan spesial untuk kalian semua. Tapi apa kakek mu disini kak?" tanya nya pada nino


"Iya kakek ikut, beliau sedang beristirahat " jawab nino


"Aku ingin berkenalan dengannya, bisakah kau panggilkan'' ucap bayu tersenyum


"Istirahat dulu , nanti saja kenalannya" cegah sandra


"Tidak bisa, aku ingin saat ini juga" jawab bayu


"Dasar keras kepala" gerutu nino.


Kakek budi terlihat sangat sehat dan wajahnya juga lebih berseri . Nino sangat memanjakan sang kakek di usia senja nya.


Setelah tahap perkenalan usai bayu pun keluar tanpa suara.


"Ehh kenapa anak itu?" ucap nino


"entahlah" sahut sandra


"Mungkin mengambilkan kakek oleh- oleh" ucap kakek bayu


Tap..tap..tap Derap langkah dua orang terdengar membuat semua orang beralih ke suara itu.


Sandra ,nino dan Reza saling tatap melihat bayu menggandeng seorang wanita paruh baya . Bahkan sandra berfikir jika bayu berpacaran dengan tante- tante.


"Apa maksudmu bayu? kau..." ucap sandra menggantung


"Tenang sandra, biarkan bayu menjelaskan" ucap nino


Lain hal nya dengan kakek bayu yang termenung dengan butiran air mata mengalir di pipi tua nya.


"Elena..." ucap nya lirih membuat semua orang menatap kakek budi dengan kebingungan.


"ayah..." ucap wanita itu berlari memeluk laki- laki senja yang duduk dengan deraian air mata.


Hal itu membuat nino terdiam, ada sesuatu yang mengganjal di hati nya melihat interaksi sang kakek dengan wanita itu.

__ADS_1


Sandra menoleh pada bayu untuk meminta penjelasan namun bayu hanya tersenyum tanpa menjawab.


"Maafin lena ayah, lena pergi tanpa mencari ayah" ucap wanita itu menangis


"Anak ku, kau kembali. Kau selamat. Tuhan terimakasih sudah mengembalikan putriku" ucap kakek budi


Lama kedua orang itu berpelukan melepas rindu selama bertahun- tahun .


"Lena apa kau ingin bertemu dengan putra mu? dia sudah dewasa dan begitu tampan" ucap kakek bayu tersenyum meski air matanya masih mengalir.


"Putraku? darimana ayah tahu?" tanya elena


"Dia sangat mirip dengan bram , dan lesung pipi nya mirib denganmu. Dari pertama aku.memandangnya aku pun tahu jika dia cucuku" ucap kakek budi menoleh pada nino yang terdiam tanpa ekspresi.


Elena ikut menoleh ke arah sanga yah mertua , seorang pemuda tampan tengah menatap nya tanpa berkedip. Tatapan yang menyiratkan sebuah kerinduan yang amat dalam.


"Ayah.... Apa dia putraku?" tanya elena dengan bibir bergetar..


"Iya nak, Dialah putramu. Nino cucuku kemarilah. Ini ibu mu yang kau cari selama ini" ucap kakek bayu.


"Ibu...." ucap nino lirih...


Nino mendekat dengan air mata yang tiba- tiba terjatuh. Tak terpikir lagi rasa malu nya sebagai laki- laki meneteskan air mata .


Sungguh moments ini sudah ia tunggu sejak ia kecil, menemukan sosok orang tua yang melahirkannya. Awalnya nino memang sempat berfikir untuk membenci orang tua nya karena tega menitipnya di panti asuhan namun setelah mendengar semua dari kakek budi nino menjadi amat sangat merindu.


"ibu..." ucap nino memeluk erat wanita di hadapannya


Begitu pun dengan Elena yang juga memeluk erat putra yang sangat ia rindukan selama ini.


Semua orang yang menyaksikam moment bahagia nino ikut meneteskan air mata terutama sandra ia sangat tahu betapa nino mengharapkan memiliki sebuah keluarga.


"Maafkan ibu nak, ibu meninggalkanmu" ucao elena di sela tangisnya.


"Tidak ibu, bukan salahmu" jawab nino


"Maafkan ibu" ucap elena lagi


"tidak bu,, jangan meminta maaf. Nino lah yang harus meminta maaf karena tidak mencari ibu sejak dulu" ucap nino


Cukup lama kedua nya melepas rindu dengna berpelukan sesekali Elena mengecup kening putra nya begitu pun nino ia pun mengecup kening wanita yang tengah melahirkannya.


Bayu pun menceritakan semua nya pada sandra dan yang lainnya tentang kalung bintang laut yang di pakai elena.


Ketidak sengajaan yang membuat ia bertemu dengan ibu dari nino kakak angkatnya.


Nino langsung berhambur memeluk bayu saking senangnya dengan oleh- oleh yang bayu berikan.


"Terimaksih anak nakal, kau sudah membantuku, kau sudah membawa ibuku kembali" ucap nino. tanpa sadar pelukannya membuat bayu sesak saking erat pelukan nino


"Kak lepass....aku hampir mati" ucap bayu terbata


"Oh maaf anak nakal" ucap nino melepas pelukannya sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Dasar gila" umpat bayu


Semua nya pun tertawa melihat tingkah nino dan bayu.


Hingga malam hari mereka semua bercengkrama terkecuali bayu yang sudah beristirahat ke kamarnya.

__ADS_1


Elena menolak untuk beristirahat karena masih sangat merindukan anak dan mertuanya.


__ADS_2