
Suasana rumah sangat sepi, sandra dan bagas serta si kembar baru saja kembali dari rumah sakit sementara bayu dan liana masih menginap di rumah sakit karena kondisi lia masih lemah.
Nino? entahlah dimana sekarang dia berada.
"Kenapa sepi ? kemana nenek elena?" tanya alexa
"Entahlah sayang ,mom tidak tahu" jawab sandra
Setelah si kembar pergi ke dalam kamarnya sandra segera mencari pelayan untuk menanyakan keberadaan anak dan ibu yang belum juga terlihat.
"Kemana ibu elena dan nino?" tanya sandra
"Nyonya , tuan nino dan ibunya pergi . Maaf nyonya sepertinya mereka sedang ribut" ucap pelayan itu
"Ribut? kenapa?" tanya sandra
"Saya kurang tahu, saya hanya melihat jika tuan pergi dengan marah dan nyonya mengejarnya" jawab pelayan itu
"ahh baiklah , mungkin mereka pulang ke rumahnya " jawab sandra.
"Apa yang terjadi? aku harus menanyakan ini pada nino" batin sandra
Sandra akhirnya menghubungi elena, seperti dugaannya wanita tua itu sedang berada di rumah nya. Sementara nino? dia pergi entah kemana nomor ponselnya tidak aktif
Tidak ada yang tahu kemana perginya nino dan apa yang terjadi padanya .
Bahkan di apartemen nya juga tidak ada , hanya kemungkinan yang difikirkan sandra adalah club.
__ADS_1
"Jangan terlalu difikirkan ,nino sudah dewasa dia bisa menjaga dirinya'' ucap bagas saat melihat sandra termenung di balkon kamarnya.
"Tidak hubby, aku hanya khawatir . Entah apa yang terjadi dengan keluarga itu.
"tenang lah ,aku yakin nino tidak mungkin bertindak bodoh sayang" ucap bagas memeluk sandra dari belakang.
Nino tengah berada di bar sesuai dugaan sandra. ia sangat kesal mungkin bukan hal pertama untuknya saat elena membahas perkara pernikahannya . namun ia masih tidak bisa untuk membuka hati
sudah banyak botol minuman yang ia habiskan untuk menghilangkan rasa sakit nya namun perkataan ibunya tetap menjadi beban .
"Sial...sial... kenapa wanita itu membuat ku seperti ini" gumam nino
drt...
ponsel pintar nya bergetar ,dengan samar ia melihat nama kiara terpampang di layar ponselnya
"Ya" jawa nino
"Ya aku akan kesana setelah ini" jawab nino dengan serak ,ia sudah merasa pusing akibat alkohol yang diminumnya
"Tuan apa anda baik- baik saja?" tanya kia
" aku sangat baik bahkan lebih baik" jawab nino
"Apa anda di bar? apa anda perlu panggilkan tuan varel?" tanya kia dengan khawatir
"Tidak aku baik baik saja'' ucap nino
__ADS_1
setelah itu telpon pun di matikan
Seorang pelayan membawakan sebotol vodka sesuai pesanan nino.
ia menenggak langsung botol itu tanpa gelas , nino semakin merasa pusing , ia tidak bisa melihat dengan jelas orang yang kini berdiri di depannya
"Kalian cepat bawa dia ke kamar yang sudah disiapkan " ucap seorang wanita kepada beberapa pelayan pria.
Nino di papah oleh dua orang sisanya membersihkan meja yang di tempati nino.
"Akhirnya aku bisa mendapatkan kamu " ucap nya dengan senyum kemenangan.
Wanita cantik dengan pakaian yang mini datang menuju kamar 202 , kamar yang sangat ia nantikan selama ini.
Dengan make up tebal dan pakaian sexy ia berjalan ala catwalk.
Membuka sebuah pintu dan tersenyum penuh kemenangan . Laki laki yang ia idamkan tertidur dengan tengkurap tanpa menggunakan pakaian.
"Ohh sayangku ternyata kau akan menjadi miliku hari ini , kerja kalian cukup bagus bahkan tidak menyisahkan pakaian penghalang untuk menikmati tubuhmu"
wanita yang tak lain adalah anna masuk ia menghidupkan lilin aroma terapi ,lilin yang sudah di campur dengan obat perangsang agar malam panasnya berlangsung dengan sempurna.
"Ahhh sebaiknya aku juga meminum nya sedikit saja" ucap anna sambil mengambil sebuah botol kecil di dalam tas mini yang ia bawa.
anna mencampurkan obat itu pada wine yang tersedia di dalam kamar itu , lampu remang-remang dengan aroma lilin sangat membuat hatinya bahagia
"Aku persembahkan gelas ini untuk malam panjang kita nino sentosa " ucap anna dengan bangga
__ADS_1
Malam panjang dengan irama desah** antara anna dan nino pun terjadi sesuai dengan rencana anna dan temannya.
hingga dini hari pergulatan panas itu baru diakhiri , mereka berdua terlelap karena kelelahan .