AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
S2 episode 38


__ADS_3

Tanpa awan tahu jika teman - temannya sudah pergi meninggalkan tempat itu saat mereka tahu jika Roman wijaya beserta istrinya sudah meninggal dunia.


pengawal wijaya segera menerobos kamar utama namun roman dan sang istri sudah terlihat menutup mata dengan belati men*ncap di dadanya.


awan yang sadar jika kini dia dalam bahaya mencoba melawan namun melawan dua orang sekaligus adalah hal mustahil.


Dia bukanlah orang yang pandai bertarung , awan hanya pemuda biasa bahkan lebih tangguh para pengawal yang menemaninya ketimbang dirinya.


#flashback #


awan bangun dari pingsannya , terlihat jika bracel duduk manis di sudut kamar menungguinya dengan sebatang rokok.


"Tuan apa maumu?" tanya awan


"Ikut denganku" ucap bracel


Diruang keluarga mereka duduk berdua , awan masih celingak celinguk mencari sang putri


"Aku mempunyai penawaran untukmu , aku tahu kau mencari putrimu" ucap bracel


"Apa yang kau lakukan pada putriku?" tanya awan


"Dia berada di kota , aku mengirimnya ke rumah disini tidak baik untuk kesehatan cucuku" jawab bracel berbohong


"Apa? tuan tolong jangan pisahkan kami lagi" ucap awan memohon


"Aku bisa saja mengajak mu kembali ke kota beserta anak dan istrimu. aku akan merestui kalian dengan terpaksa tapi... kau harus melakukan sesuatu untukku" ucap nya


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Besok malam kau harus membunuh orang dengan dua belati ini" ucapnya sambil meletakan dua buah belati di meja kayu kecil di depannya.


"Apa ? tidak tuan aku tidak bisa" jawab awan


"Jika begitu dengan berat hati aku harus mengirim cucuku ke negeri orang agar dia tidak menuruni sifat tidak bergunamu dan satu lagi jangan harap kau bisa bertemu mia lagi


oh yaa... belati itu akan bersarang di tubuhmu jika saja mereka berdua tidak tepat sasaran" ucap bracel penuh tekanan.


"Tidak tolong tuan jangan pisahkan kami" ucap awan memohon


"Kalau begitu turuti saja perintahku" ucap bracel


"Tuan aku tidak bisa , aku takut jika aku harus mendekam di penjara . Anakku masih kecil dia perlu bimbinganku lagi pula aku baru saja bertemu kembali dengannya" jawab awan


" Jangan khawatir , kau tidak sendiri. pengawal ku akan datang sepuluh orang untuk membantumu. Kau hanya perlu membunuh target dan lari tidak ada yang bisa menangkapmu Dan daerah itu tidak ada cctv " ucap bracel santai

__ADS_1


"Pilihlah menjalankan tugas mu , atau kehilangan anak dan istrimu" ucap nya


awan berada pada pilihan yang sulit, ia adalah pemuda kampung yang biasa. Tidak pernah terlibat perselisihan atau kekerasan tentu saja ia sangat takut pada kekerasan apalagi harus membunuh.


"Dan mia tidak boleh sampai tahu" ucapnya menambahkan.


Setelah menimbang awan pun setuju. Iming- iming kehidupan bahagia bersama anak dan istrinya menjadikan motifasi untuk menerima persyaratan bracel.


"Demi cinta ku pada istri dan anak ku , aku akan melakukannya tuan" ucap awan


"Bagus kau memilih pilihan yang tepat , dan ya panggil aku papa seperti mia" ucap bracel seakan memberikan sebuah harapan besar pada awan.


#Flashback off


Dengan usaha keras awan berusaha melawan pengawal wijaya namun ia berhasil di bekuk . ia melihat keliling tidak menemukan teman- temannya atau lebih tepat pengawal bracel. Sungguh awan menyadari jika ia sedang dijadikan sebagai pion oleh bracel .


Menyesal? tentu saja tapi mau bagaimana lagi jika saat ini ia akan di penjara karena membunuh orang. Bahkan awan tidak tahu siapa mereka.


Awan baru saja pindah ke desa ini bersama miara untuk menjauhi bracel tapi siapa sangka mereka malah ditemukan dan berhasil dipisahkan lagi.


Satu pengawal memeriksa roman dan mila dan satu lagi mengikat awan .


"Masih ada denyut" ucap nya pada rekannya


"Drt...drt...drt...


ponsel sandra bergetar namun sang pemilik masih setia berada di dekapan sang suami


Bagas yang merasa terganggu pun bangun dari tidurnya . Bagas tahu jika yang menghubunginya adalah pengawal ayah mertuanya di pedesaan.


Bagas menjauhi sandra ,ia menuju balkon kamarr dengan hati- hati


"Hallo , ada apa kalian menelpon ?" tanya bagas.


"Tuan kami diserang ,tuan dan nyonya besar terluka parah dan kini berada di ruma sakit" ucap nya


Bagas merasa terkejut bagaimana bisa mertuanya menjadi target? tidak ada yang tahu mertuanya tinggal di pedesaan.


"Baik saya akan segera kesana " ucap bagas.


Bagas segera membangunkan sandra dan bayu tanpa memberitahu apa yang sudah terjadi.


kedua kakak beradik itu hanya beradu pandang melihat ekspresi bagas. Mereka sadar jika sesuatu hal buruk mungkin sudah terjadi.


liana memaksa untuk ikut karena ia pun merasakan hal buruk telah terjadi.

__ADS_1


Sampai di rumah sakit hari hampir pagi , kedua pengawal sudah berdiri dengan wajah sendunya.


"Apa yang terjadi" tanya bagas


Kedua pengawal menceritakan kembali apa yang sudah menimpa mereka. Bahkan penjaga rumah depan sudah tidak bernyawa karena pukulan yang diberikannya


Hal itu membuat bayu dan sandra terlihat marah. Namun sebelum keduanya kembali berbicara beberapa dokter dan perawat berlari ke ruangan roman dan mila dirawat


"Ada apa suster" tanya sandra


"Apa anda kekuarga pasien?" tanya suster


"Saya anaknya"


"Tolong berdoalah , pasien semakin kritis" ucap suster itu lalu masuk ke ruangan.


Sandra menangis begitu juga bayu. Masih terngiang saat roman dan mila menyambut hangat kehamilan liana meskipun lia tidak bisa ikut ke pedesaan karena jarak yang liamayan jauh.


Bagas terlihat sibuk dengan benda pipihnya ,tentu saja memberi tahu nino kabar buruk ini .


Penjagaan di rumah utama pun di perketat , bagas takut kedua anaknya akan menjadi target selanjutnya.


Pagi sudah tiba ...


matahari tampak bersinar namun terlihat sinarnya redup karena tertutup awan


Dokter keluar dengan mengelap keringat di keningnya.


"Dokter bagaimana ?" tanya bagas


"Maaf tuan , orang tua kalian tidak bisa di selamatkan . lukannya memang tidak begitu dalam bahkan hanya mengenai sedikit organ vitalnya dan kami sudah mengambil tindakan. Namun ternyata belati yang digunakan mengandung racun hingga membuat kondisi pasien menurun dan meninggal." ucap dokter itu dengan sedih


"Apa ? dokter ayah dan ibu pasti masih selamat kan" teriak bayu dengan marahnya . Liana berusaha menenangkan bayu , ia tahu betapa sedihnya bayu saat ini. Baru kemarin bayu menceritakan betapa bahagianya kedua mertuanya mendengar kabar kehamilannya bahkan mereka ingin kembali ke kota untuk merawat liana.


Sandra hanya diam , air matanya jatuh tanpa suara. Hal yang membuat bagas merasakan sakit melihat air mata yang begitu berharga jatuh .


"Kami akan memeriksa racun apa yang terdapat pada belati itu" ucap dokter itu.


"Bisakah saya melihat belati itu" ucap sandra


"Silahkan nyonya , anda bisa melihatnya ke ruang laboratorium.


Pagi itu juga kedua jenasah di bawa kembali ke kota dengan menggunakan mobil ambulans.


#Selamat jalan roman wijaya dan mila wijaya#

__ADS_1


__ADS_2