
"koko bagaimana perkembangannya?" tanya bagas.
"Tuan menurut saya mungkin ada seorang penghianat di perusahaan ini karena semua bisa terjadi tiba- tiba tapi itu hanya dugaan saya'' ucap Koko
"Menurutku juga seperti itu, tapi siapa yang berbuat seperti itu. Sudah satu minggu kita di sini dan tidak ada petunjuk apa pun" ucap bagas
Tok.. tok...tok
"Masuk"
"Permisi tuan, maaf saya mengganggu" ucap reza
"Ada apa reza? " tanya bagas.
"Tuan saya membawa hasil penyelidikan" ucap reza menyerahkan sebuah file kepada bagas.
Lama bagas melihat lembar demi lembar dari berkas yang di berikan reza.
"Apa tidak ada lagi?" tanya bagas.
"Tuan menurut yang saya dapatkan , salah satu dari manager keuangan lah yang membuat perusahaan anda dalam masalah. Mereka dengan sengaja menjual data perusahaan ini serta memanipulasi data keuangannya. Ini sudah lama terjadi namun kali ini perbuatannya sangat membahayakan perusahaaan" ucap reza
"Iya ini memang sudah lama terjadi, semenjak aku ke kota B seseorang sudah mengambil keuntungan nya sendiri" desah bagas.
"Dan menurut yang saya dapatkan ada orang luar yang membantu nya. Tapi saya belum tahu siapa dia tuan" ucap reza.
"Koko panggil semua manager keuangan perusahaan saat ini juga" ucap bagas.
__ADS_1
Satu jam kemudian semua nya sudah berkumpul. Bagas datang dengan ditemani reza dan koko.
"Maaf membuat kalian berkumpul disini" ucao bagas pada empat orang yang duduk di ruang rapat.
"Ada masalah apa tuan hingga anda meminta kami kemari?" tanya david
"Maaf pak david saya hanya ingin bertanya siapa diantara kalian yang bertugas membuat data perusahaan semenjak saya pindah ke kota B?" tanya bagas dengan raut wajah tegas
"Saya tuan" jawab pak Harto
"Siapa saja yang membantu anda pak harto?" tanya bagas kembali dengan tatapan tajam yang menakutkan. Selama ini bagas terkenal dengan pemimpin yang ramah serta lembut . namun kali ini mereka ber empat melihat sisi menakutkan dari bagas.
"Pak haikal membantu saya dan ada sedikit bantuan dari pak Yudi juga tuan" jawab pak harto
Bagas melihat sorot mata mereka satu persatu lalu dengan sedikit suara yang meninggi bagas melempar berkas manipulasi data membuat mereka terlonjak kaget. Begitu pun Koko sang sekretaris yang baru kali ini melihat amarah tuannya.
Keempat orang itu tidak ada yang berani berbicara. Mereka menunduk takut pada atasan mereka yang tengah marah besar.
"Pak haikal apa ada yang ingin anda sampaikan?" tanya bagas masih dengan suara beratnya.
''Maaf tuan, saya hanya di suruh" ucap haikal . Ketiga temannya pun terkejut dibuatnya.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya bagas
"Saya tidak tahu namanya tuan, beliau seorang wanita" ucap haikal
"Apa tujuannya?" bentak bagas dengan menggebrak meja
__ADS_1
"Saya tidak tahu tuan, beliau hanya membayar saya untuk menjatuhkan perusahaan" ucap haikal gemetar.
"Baiklah, karena kau sudah membuat saya berpisah dengan keluarga saya maka bersiap lah menerima hukumannya" ucap bagas mengisyaratkan pada reza
"Ampun tuan ampun" ucap haikal memohon
Reza dengan cekatan mengikat tangan haikal kebelakang dan membawa paksa haikkal keluar ruangan
Dua hari setelah itu perusahaan kembali kondusif namun bagas tidak bisa bersenang hati seperti sebelumnya ,ia takut perusahaannya akan mengalami hal yang mendadak lagi.
Malam hari nya seperti biasa bagas menghubungi sang istri dan kedua anak kembarnya yang sangat ia rindukan.
Sandra:" Hallo daddy, bagaimana kabar daddy disana?"
Bagas:"Daddy baik- baik saja sayang bagaimana dengan mommy dan baby twins daddy?"
Sandra:"mommy dan baby El ,baby Al sangat merindukan daddy"
Bagas:" oh sayang ,daddy juga sangat merindukan kalian, tapi tenang lah urusan dady sudah hampir selesai hanya tinggal memastikan semua baik- baik saja"
Sandra:" benarkah mas? Apa sudah ditemukan masalahnya"
Bagas:" Sudah sayang, hanya saja aku takut masih ada orang yang berniat buruk pada perusahaan kita. Orang yang tertangkap mengatakan ia hanya suruhan aku takut akan ada orang suruhan lagi jika aku belum bisa mengetahui dalang nya"
Sandra:" berhati- hati lah mas"
Bagas:" tentu saja sayang, aku akan kembali untukmu"
__ADS_1
Obrolan antara suami istri yang sedang LDR itu pun berlangsung hingga larut. Rasa rindu yang membuat mereka seakan lupa akan waktu .