
Sandra dan kiara pun tiba di mansion permana ,begitu juga nino dan juga reza. Kiara merasa gugup juga takut untuk pertama kalinya ia akan bertemu dengan Nino juga ibunya.
Kiara menunduk sepanjang perjalanan meskipun sandra sudah meyakinkan semua akan baik - baik saja.
Di ruang keluarga yang sangat besar sudah duduk ibu Elena dengan anggun ditemani oleh Bagas yang menunggu sang istri tercinta.
Setelah semua berkumpul suasana hening tanpa ada yang berniat mendahului antara nino ataupun kiara.
"Hem... jadi sudah saya putuskan jika pernikahan kiara dan Nino akan diadakan besok di mansion ini,mengingat perut kiara yang sudah besar jadi kita akan membuat pesta sederhana saja . Bagaimana kia apa kau setuju?' tanya sandra
Sandra memang sudah membicarakan ini dengan bagas dan ibu Elena juga tentunya kiara hanya nino yang tidak tahu menahu tentang rencana sandra.
"Besok?" tanya nino dengan terkejutnya.
Kiara bisa melihat jika nino sedikit keberatan namun untuk kembali pergi ia tak sanggup karena sandra sudah sangat memohon padanya ia tidak mungkin terlalu bersikap egois.
"Kak maaf tapi ini demi kebaikan kita semua" ucap sandra.
Nino tahu ,sandra kecewa padanya saat ini . Entah darimana sandra tahu mengenai perasaannya tapi cinta tidak bisa di paksakan dengan siapa dia berlabuh bukan?
Nino juga sadar sandra sudah memiliki kehidupan yang sempurna ,suami yang sangat menyayangi nya juga anak- anak yang sangat pintar.
__ADS_1
Namun nino hanya ingin memiliki pasangan yang seperti sandra , kuat ,tegas ,cantik juga pintar . Tanpa ia sadari itu terlalu berlebihan untuknya.
Semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing . Mungkin nino merasa dunianya hanya ada sandra sampai saat ini.
Alexa datang dengan tersenyum , ia langsung menghampiri nino dan membisikan sesuatu .
Nino menatap alexa dengan tatapan teduhnya lalu menganggukan kepala . Entah apa yang dibicarakan gadis kecil itu padanya.
"Baiklah kita akan menikah besok , aku akan mengurus semuanya hari ibi" ucap nino
"Semua sudah di atur ,kau hanya perlu menyiapkan cincin pernikahan " ucap sandra
"Baiklah " jawab nino.
"Nak tatap ibu, kauu adalah menantu ibu " ucap Elena mengusap rambut kiara membuat gadis itu menoleh dengan berkaca- kaca.
"Impian ibu akhirnya terkabul juga ,memiliki menantu dan juga cucu. Rasanya sangat membahagiakan ,andai saja papa mertuamu masih ada dia juga pasti akan sangat bahagia nak" ucap Elena menangis haru.
Akhirnya perdebatannya selama ini dengan nino berakhir juga dengan menikahnya nino. Elena merasa bahagia , mungkin sangat sangat bahagia.
Nino? Dia hanya diam menikmati momen dimana ibunya merasa bahagia. Jika ditanya bagaimana perasaan nino maka ia sendiri pun tak mengerti.
__ADS_1
"Tolong menikahlah dengan kiara dan bahagiakan dia, kebahagiaan kiara dan kamu adalah kebahagiaan ku juga. aku tidak menyalahkan perasaanmu tapi lebih baik kau tetap menjadi kakak ku ,menjadi bagian dari keluarga permana . Kau pasti mengerti apa yang aku maksud "
Pesan singkat sandra membuat nino menghela nafas panjang , Iya benar jika ia masih memaksakan diri untuk memikirkan cintanya maka hubungan keluarga ini tidak akan sebaik hari ini.
Biarlah ia belajar menerima kiara ,menerima wanita yang kini mengandung anaknya .
Membayangkan jika sebentar lagi ia akan memiliki anak membuat nino tanpa sadar tersenyum .
"Aku akan mencari cincin , dan kau istirahat lah kia . Kau pasti lelah " ucap nino
Nino pergi ditemani reza , Nino pergi membeli cincin untuk calon istrinya bahkan ia lupa menanyakan model apa yang disukai kiara atau sekedar menanyakan nomor telepon pun ia tak ingat.
Pernikahan pun digelar dengan lancar ,pasangan pengantin itu terlihat sangat serasi . Kiara terlihat cantik dengan balutan gaun berwarna silver dengan perut yang sudah sangat besar.
Begitu juga nino terlihat tampan meski tidak terlalu terlihat jika ia tengah berbahagia.
Pembawaannya yang kaku membuat kesannya seakan datar.
"Kak kau masih ingat cara tersenyum kan? jadi boleh kau tersenyum sepanjang hari ini" canda bayu.
"Anak nakal pergi kau" ucap nino merasa kesal akan ucapan bayu.
__ADS_1
Bukan ia tak bahagia ,namun perasaannya masih tidak dapat ia mengerti.
"Semoga pilihanku tidak salah tuhan, berikan aku keluarga yang bahagia seperti nyonya sandra" batin kiara.