
Pagii ini terlihat baby twins sudah berjemur seperti biasanya, Bayi kembar yang semakin hari semakin gembul membuat siapa pun yang melihatnya merasa gemas.
Axel yang menuruni wajah ibunya dan alexa menuruni wajah ayahnya,namun senyum nya sama seperti ibunya .
Setelah berjemur keduanya pun di bawa ke dalam kamarnya, sandra datang melihat kedua anaknya yang tengah di mandikan oleh masing- masing baby sister nya.
"Good morning baby twins, Hari ini mommy akan pergi sebentar untuk melakukan sesuatu. Kalian baik- baik di rumah ya" ucap sandra pada kedua anaknya dan menciumi pipi gembul El dan Al.
Sandra menuruni anak tangga, terlihat Ibu elena,kakek budi,nino juga bayu sudah duduk menunggu sandra untuk sarapan bersama.
mereka semua melihat sandra yang tampak lebih baik dari sebelumnya. Senyum manis nya sudah terlihat lagi menyapa semua orang
"Selamat pagi, maaf membuat kalian menunggu" ucap sandra tersenyum
"selamat pagi nak, tidak apa- apa. Ayo duduk lah,ibu sudah membuat makanan kesukaan mu" ucap elena tersenyum
"Ibu terimakasih, Kenapa ibu tahu aku menyukai rendang?" tanya sandra
"Bayu yang mengatakannya pada ibu, jadi ibu mencoba membuatnya semoga saja enak ya" jawab elena
"Tapi ibu akan lelah jika melakukan hal ini, aku tidak mau ibu kelelahan . Jadi lain kali biarkan pelayan yang memasak bu" ucap sandra dengan tatapan teduhnya
"Baiklah nak, ibu tidak akan kelelahan" jawab elena tersenyum
Nino dan bayu saling memandang dan tersenyum "Semoga saja senyum mu tidak akan pernah sirna kak" batin bayu.
"Kamu mau ke rumah sakit kak?" tanya bayu melihat kakak nya sudah rapi pagi- pagi
"Tidak ,aku ingin ke markas. jika kau mau bisa ikut denganku " jawab sandra terlihat santai.
"Kau baik- baik saja kak?" tanya bayu
__ADS_1
"Aku baik- baik saja boy, aku harus segera menyelesaikan urusanku Agar kakak ipar mu bisa segera kita bawa ke kota B tentunya bersama dokter cantik itu" jawab sandra tersenyum
Bayu yang mendengar dokter cantik pun tersenyum manis pada sang kakak.
"Dia gadis yang cantik, baik juga. Jika aku menjadi nino pasti sudah aku paksa untuk menikah" ucap sandra dengan sengaja
"Kenapa kak nino?" tanya bagas dengan raut wajah yang di tekuk
"Nino kan masih sendiri, jadi tidak ada salahnya" jawab sandra
"Tapi aku juga sendiri" jawab bayu. membuat sandra tertawa, bayu yang sadar kakaknya hanya mengerjainya pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya nino yang tiba- tiba datang
"Tidak ada, ayo kita berangkat sekarang" ajak sandra
"Kau ikut anak kecil?" tanya nino pada bayu
Nino hanya mencebikan bibirnya mendengar jawaban bayu yang tak mungkin nino melawan lagi.
Setelah perjalanan yang cukup jauh mereka sampai di bangunan yang cukup megah namun terlihat tertutup oleh pagar tinggi dan tidak memiliki satu pun tetangga.
"Rumah siapa ini? siapa yang berani tinggal sendiri di rumah besar tanpa tetangga?" ucap bayu menatap heran sekitar rumah itu yang hanya di tumbuhi semak .
"Ini markas yang ku maksud boy, siapkan mental mu" jawab sandra.
Seketika bayu menjadi berkeringat, ia tak bisa membayangkan markas sang kakak seperti apa . Bayu hanya bergidik ngeri.
Sandra masuk dengan langkah pasti diikuti nino dan bayu seperti seorang body guard.
"Selamat pagi bos" sapa reina anak buah sandra.
__ADS_1
"Pagi ina, dimana mereka?" tanya sandra.
"Mereka sudah berada di ruang khusus seperti perintah anda bos" jawab ina
"Baiklah"
Sandra masuk ke sebuah ruangan yang terlihat sedikit luas,namun pencahayaannya terlihat minim. Disana terlihat dua orang wanita duduk terikat.
Nila sang kembaran dari mama mela terlihat pucat,mungkin akibat tak di berikan makan hanya segelas air putih setiap hari sejak ia di sekap.
sementraa crys sang model yang sudah pernah membuat sandra celaka pun terlihat sangat menyedihkan dengan beberapa luka di tubuhnya. Ia tak kala pucat dari nila.
"Bagaimana kabar kalian? apa masih berniat mengganggu ku?" tanya sandra dengan datar.
Kedua wanita itu menatap sandra dengan tatapan menyesal. Namun sandra sudah terlanjur benci
"Nyonya nila, aku sudah tahu mengenaimu. Kau sakit hati pada ibu mertuaku karena nasibnya lebih beruntung darimu. Tapi seharusnya kau syukuri saja apa yang kau punya mungkin kau jauh kebih bahagia dari saat ini.
Waktu sekolah ibu mertuaku memang lebih pandai darimu,maka dari itu selalu lebih di sanjung darimu, tapi apa kau sadar jika orang tuamu memperlakukan mu sama? saat kau datang dengan keadaan hamil apa yang mereka lakukan? mereka menangis dan membantumu menikah dengan orang dari luar negeri agar aibmu tidak menyebar. Saat bersamaaan ayah dan ibu mertuaku juga akan menikah , orang tua mu tahu jika kau ingin menghancurkan pernikahan itu karena nasib ibu ku lebih baik saat itu hingga kau lupa pada janin mu membuat kau keguguran.
Kau tidak bahagia karena terlalu memikirkna kebahagiaan orang lain. Kau datang dan membuat putri meninggal hingga ibu sakit Dan saat ini kau ingin menguasai keponakanmu.
Bahkan kau tega menyekap nya dan memaksanya, kau juga memukul nya hingga suamiku mengalami koma. Aku tidak aka memberitahu ayah mertuaku,tapi akan ku buat kau menyesal sudah mengusikku" ucap sandra membuat nila menangis
"Ampuni aku,tolong maafkan aku . Aku akan pergi jauh dari kehidupan kalian"ucap nila
"Bisa,tapi bangunkan kembali,putri dan suamiku yang masih terbaring tak berdaya" ucap sandra membuat nila bungkam.
"Jangan menanam sembarang benih jika kau tidak tahu benih apa yang kau tanam"ucap sandra menatap tajam nila.
Tak ada yang bersuara , semua diam menyaksikan aksi sandra pada kedua wanita itu.
__ADS_1