
Rumah utama keluarga permana. Semua anggota berkumpul dengan hangatnya di ruang keluarga yang didesain begitu besar dan menyejukan hati.
bayu dan liana juga ikut bergabung disana.
"Lia senyum dong" bisik bayu
Wanita itu hanya merasa canggung berada di antara orang-orang orang besar seperti keluarga suaminya.
ia sadar jika ia hanya seorang bawahan yang tidak pantas berada di antara sang atasan.
tapi takdir membuat ia harus berada di posisi sulit ini.
"Lia kamu jangan canggung gitu, kita adalah keluarga " ucap sandra yang tahu sikap lia
"Maaf kak aku hanya belum terbiasa. " ucapnya
Tumbuh seorang diri dan didunia yang kejam membuat ia tidak terbiasa akan hadirnya keluarga walaupun ia sangat mendambakan yang namanya keluarga.
"Kami mengerti, jadi belajarlah menerima kami" ucap sandra.
lia hanya mengangguk dengan senyuman tulusnya. Ia tahu jika sandra adalah wanita yang baik hati tapi saat merasakan kebaikan nya ia pun merasa sangat beruntung.
"Bayu selesaikan urusanmu dengan barisca, aku yakin dia akan membuat pembalasan yang lebih pada perusahaan mu" ucap sandra
__ADS_1
"Jika butuh bantuan katakan padaku" ucap nino
"Janganlah sungkan untuk meminta bantuan" ucap bagas.
"Iya aku akan mengurusnya, aku juga tidak mau jika nanti dia akan mengusik keluarga kecilku " ucap bayu dengan bersungguh- sungguh.
Sementara bracel sedang berusaha mencari miara anak yang dia jadikan pion untuk menghancurkan saingan bisnisnya.
"Ayah apa kami boleh memanggil tante cantik ini ibu? " tanya alexa dengan senyum nya.
Bayu memandang liana seakan meminta jawaban dari pertanyaan alexa.
"Boleh anak manis" jawab liana dengan tersenyum
"Yey punya ibu, ibu lia cantik deh cocok banget sama ayah" ucap alexa membuat pipi liana merona merah karena malu
"Tunggu kak, aku mau nyari papa dulu. Ayah kan udah ngasih ibu trus mama nya kapan datang? " ucap alexa menatap nino yang tersedak oleh ucapan alexa.
Bayu dan bagas langsung tertawa mendengar kejujuran alexa sedangkan nino berusaha mengendalikan dirinya karena ia sedikit malu akan ucapan alexa
Alexa berlari dan duduk di pangkuan nino dengan senyumnya.
"Pa mama buat alexa kapan datang? " tanya alexa
__ADS_1
"Emang alexa mau mama lagi? kan udah ada mommy sama ibu" ucap nino
"Ya kan biar adil 3 daddy tiga mommy" ucap alexa
"Tapi papa maunya alexa bukan mau mama lagi" ucap nino yang mendapat lemparan bantal dari bagas.
"Anak itu no, awas aja lo suka sama anak sendiri gue abisin lo" ucap bagas dengan ke posesif an seorang ayah.
"Becanda kali" ucap nino dengan cemberut.
"jangan becanda gitu, tar beneran lo" ucap bayu
"Apasih, alexa kan anak gue gimana sih lagian nunggu alexa gue udah jadi kakek- kakek" ucap nino
Sandra hanya diam saja, melihat kedekatan mereka ia merasa khawatir suatu saat nanti jika hal itu memang terjadi.
Cinta memang tidak bisa memilih tapi jika sampai itu terjadi sangat membuat sandra cemas.
bagaimana pun usia mereka sangat terpaut jauh, rasanya tidak akan rela melepas permata nya meski itu dengan kakak angkatnya.
"Jangan ledekin papa terus dong" bela alexa.
"Tuh dengerin anak gue" ucap nino
__ADS_1
"Maaf ya cantik " ucap bagas dan bayu bersamaan
yuk lanjut kisah nya nino nih heh, stay terus ya karena bab selanjutnya akan author kisah kan nino mencari cintaš„°