
Setelah mengunjungi makam sandra yang di temani reza , bayu pun mengikuti kemauan reza untuk pergi ke sebuah cafe langganan mereka pada masa kuliah.
"Lalu bagaimana dengan istrimu bay?" tanya reza
"mungkin dia masih kecewa dengab kejadian itu" ucap bayu
"apa kau tidak akan menemui nya?" tanya reza
"aku sudah menelpon nya berkali-kalj namun tetap tidak di angkat" ucap bayu.
"Aku gagal menjalankan perintah kak sandra untuk menjaga citra" lanjutnya lagi.
Suasana menjadi hening dengan fikiran bayu yang mengingat sandra kembali.
reza hanya memperhatikan sahabat nya itu.
billy:: ada berita apa?" tanya billy dalam telpon pintarnya
?:: ........
billy:: Bagus, jalankan misi mu sekarang dan jangan sampai gagal" ucap nya lalu mematikan sambungan telponnya
"menantu malangku, selamat menikmati hari akhirmu" ucap billy dengan senyum kemenangan.
Setelah sore hari reza dan bayu memutuskan untuk pulang. Suasana hati bayu sudah lebih baik dari sebelumnya berkat udara luar dan sahabatnya itu.
"Lalu kau ingin bekerja dimana?" tanya reza
"besok aku akan menyerahkan lamaran di beberap tempat" ucap bayu
"Hubungi aku jika kau membutuhkan bantuanku" ucap reza
" thanks sob" ucap bayu dengan tersenyum.
namun senyum nya langsung memudar ketika mobil yang di tumpangi mereka terkepung beberapa pria bertopeng dengan membawa sepeda motor.
"Mau apa mereka " ucap reza kesal
"sebaiknya kita jangan turun , ini berbahaya " ucap bayu yang melihat beberapa dari mereka membaw senjata tajam.
"Heii keluar kau" ucap salah satu pria bertubuh kekar dengn tato buaya di lengan nya.
" Cepat keluar atau ku bakar mobil ini" ucap nya yang lain.
__ADS_1
"Apa maumu" ucap reza dengan marah ingin membuka pintu namun bayu masih menghalanginya.
"Serahkan bayu putra wijaya pada kami, dan kau bebas" ucap pria bertato buaya itu
"Siall mereka mencariku. " ucap bayu dengab kesal.
"Aku akan keluar menemui mereka, kau tetaplah disini, jika situasi bahaya kau harus lari"ucap bayi pada reza
"kau gila... aku tidak akan membiarkan mu melawan. mereka sendiri bodohh" ucap reza dengan ikut keluar bersamaan dengan bayu
"Siap yang menyuruhmu?" tanya bayu dengan wajah dinginnya.
"Kau tidak perlu tau, ucapkan saja selamat tinggal pada dunia ini" ucap pria bertato itu dengan diiringi tawa oleh teman- temannya.
"cuiihhhh, mimpimu terlalu tinggi tuan" ucap reza
Namun sebelum mereka berkelahi , sekelompok orang berpakaian serba hitam menghadang para pria bertopeng itu.
"Hei siapa kalian? jangan sok jadi pahlawan" ucap pria bertato
"Harus nya kalian jangan mencari mati disini." ucap pria berpakaian hitam yang berada di tengan.
"Hahahahah klian hanya ber tujuh dan aku memiliki anggota 15 orang, kau begitu sombong. Berapa anak tidak berguna itu membayar kalian? apa dia sanggup membayar mu setelah diusir dari rumah" ucap pria bertato dengan tawa mengejek
"Tuan sebaiknya anda kembali ke mobil" ucap pria yang di tengah
Reza pun menarik bayu agar menjauh dari sana. Setelah itu perkelahian antara 5 orang dengan 15 orang pun terjadi.
Namun dalam 30 menit anggota bertopeng sudah jatuh di tanah dengan luka di wajah mereka.
"Ku ingatkan pada kalian, jika masih menyayangi nyawa kalian sebaiknya jauhi tangan kotor kalian pada tuan bayu" ancam pria berpakaian hitam itu.
meskipun berlima, tapi anggota ini sangat terlatih untuk mengawasi bayu dari para musuhnya.
Siapa lagi yang mengirim pengawal jarak jauh jika bukan sandra untuk mengawasi keselamatan adik nya.
"Terimakasih kalian membantuku" ucao bayu
" Ini merupkan tugas kami tuan" ucap nya dengan membungkuk hormat
"Siap yang menyuruh kalian?" tanya reza.
"Suatu saat tuan akan mengetahuinya, kami permisi tuan" ucap nya dengan meninggalkan bayu dan reza.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya mereka?" ucap reza
"entahlah, aku tidak bisa menebaknya" ucap bayu.
Mereka pun kembali kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan yang tertunda akibt para pria bertopeng.
"Dasar bodoh, kenap kalin bisa gagal" ucap billy dengan amarah yang meluap
"Dia dibantu sekelompok orang yang hebat tuan" ucap pria bertato dengan wajah babak belurnya
"dasar tidak berguna" umpat billy kesal
"Kalian harus mencoba sekali lagi, dan aku tidak ingin mendengar kata gagal lagi. Paham?" ucap billy
para pria kekar itu pun hanya mengangguk lemah.
Sedangkan roman yang merasakan kerinduan akan putra nya sedikit menyesal telah mengusirnya dari rumah. Begitu juga mila mereka berdua merasakan hampa tanpa kehadiran putra kebanggaannya.
"Ibu rasa masalah selalu datang setelah sandra meninggal" ucap mila
"Ini semua karna anak bodoh itu, sudah mati pun tetap membawa sial" ucap roman dengan kesal.
"kenapa kau selalu menyalahkan sandra? bahkan ketika dia sudah pergi untuk selamaNya? " ucao mila dengan meninggikan suara
"Kau berani membentak suamimu hanya karena anak bodoh itu?" ucap roman dengan suara tak kalah tinggi.
"cukup yah , kau hanya bisa menyalahkan sandra " ucap mila berlalu meninggalkan roman.
Mila sebagai seorang ibu sangat merasakn kehilangan ketika kedua buah hatinya pergi. Ketika sandra pergi untuk selamanya dia masih bisa tegar karena memiliki bayu .
Namun saat ini mereka tidak ada di rumah ini bahkan sang menantu kesayangan semakin sibuk untuk berjalan- jalan dan di rumah orang tuanya.
.
.
.
.
.
salam hangat dari author
__ADS_1
happy reading πππππππ