
"kak" sapa sandra pada nino yang masih asik dengan pekerjaaannnya.
"Kenapa ? apa kau tidak bisa ketuk pintu dulu sebelum masuk? aku tahu kau bosnya" ucap nino
"Maaf tapi aku ingin melanjutkan sesi curhat yang kemarin" ucap Sandra tersenyum
"Hmm.... katakan saja aku akan mendengar" jawab nino
"Aku akan memberikan jawaban itu sekarang pada oppa" ucap sandra
"Bagus lah, kau tidak boleh terlalu lama menggantung perasaannya, ingat kata orang tua Jemuran saja bisa hilang jika digantung terlalau lama apalagi perasaan" ucap nino dengan memperagakan layaknya seorang yang sedang berpuisi.
"Lebay" jawab sandra menoyor kepala sang asisten yang kini sudah menjadi kakaknya juga.
"Aku jadi merindukan bayu kak, kenapa lama sekali dia di sana" ucap sandra memandang kearah jendela ruangan nino.
"Kau sendiri yang memberi nya tugas ke sana" jawab nino
"Tapii harusnya sudah kembali kan, " ucap sandra tak mau kalah.
"Boss memang selalu benar" jawab nino membuat sandra terkekeh.
"Kak bagaimana cara mengatakannya?" tanya sandra
"Aku akan mengatur dinner romantis untuk kalian ,dan rangkai lah kata- kata jawabanmu se simple mungkin tapi masih Roman tis" ucap nino
"Kau seperti seorang ahli dalam percintaan" ucap sandra berdecak kagum
"Tunggu saj a aku membawa calon kakak ipar untukmu" jawab nino
"Akan aku tunggu kapan pun itu" jawab sandra.
Nino menyiapkan tempat khusus di sebuah restoran dekat tepi pantai dengan dekorasi serba merah yang melambangkan keberanian.
Sandra yang sudah memnatapkan hatinya untuk menerima kehidupan baru nya dan meninggalkan masa lalunya sesuai nasehat dari nino pun sangat bahagia.
"Ternyata seperti ini rasanya" gumam sandra.
__ADS_1
jam 07.00 malam sandra mengajak bagas ke tempat yang sudah disediakan oleh nino . Tanpa mereka sadari seorang wanita sedang mengawasi semua gerak- gerik sandra.
Sandra yang berfikir kini hidupnya sudah baik- baik saja pun menjadi lengah.
"aku tidak akan membiarkanmu bahagia" gumam wanita itu.
Bagaikan kebetulan Daniel saat ini sedang berada di restoran yang di pesankan oleh nino bersama keluarga nya. Saat sandra hendak memasuki restoran dengan penampilan yang memukau tanpa sengaja quela dan sandra berpapasan.
"Sandra" sapa quela dengan senyum manisnya
"Nyonya quela" balas sandra.
"Senang bertemu dengan mu nak" ucap quela berusaha seramah mungkin
"Aku juga" jawab sandra singkat.
"Maaf nyonya saya sudah ditunggu" ucap sandra meninggalkan queela.
Daniel melihat sosok yang sangat dirindukannya sedang berjalan menuju lantai dua tempat yang khusus untuk acara private.
"Kau masih tetap cantik,bahkan terlihat sangat cantik" gumam daniel.
"Aku tidak pernah salah memilihmu sebagaai asisten terbaikku" ucapnya.
tinggal 10 menit lagi waktu yang ditentukan, sandra menikmati pemandangan kota di malam hari dengan sesekali membayangkan wajah sang kekasih hati.
"Tuhan, semoga tidak ada duri yang menusuk di dalam hubungan kami" do a sandra
"Sandra..." sapa seseorang dibelakangnya
"Kamu.. kenapa kemari? tempat ini sudah ku booking" ucap sandra menunjukan raut wajah tak suka
"Aku hanya ingin meminta waktumu sebentar saja, aku sangat merindukanmu'' ucap seseorang itu yang tak lain adalah daniel .
Daniel mengikuti sandra menuju lantai dua dengan membawa berjuta kepercayaan diri untuk mengajak sandra kembali padanya.
"San, kembalilah padaku. Aku sungguh sangat mencintaimu. Aku tahu kau masih kekasih bagas tapi jika kau masih memiliki ras a untukku berikanlah rasa itu sedikit kesempatan untuk menyembuhkan luka yang sudah aku torehkan" ucap daniel berlutut.
__ADS_1
"Daniel bangunlah, Jangan seperti ini'' ucap sandra.
Bagas yang sudah tiba pun melihat dan mendengar semua nya. Bagas hanya tersenyum melihat semuanya.
"Jadi ini jawaban yang selama ini aku tunggu? melihatmu kembali kepada laki- laki yang sempat menyakitimu?" batin bagas.
"Sandra bahkan aku rela jika harus menjadi yang kedua untukmu, aku tidak perduli akan hal itu asalkan rasa yang tumbuh di hati kita masih hidup walaupun cuma setetes.
Bagas memutuskann untuk menunggu di lantia satu restoran itu dan membiarkan sandra menyelesaikan masalah nya.
"Jika ini adalah takhdirku akan ku terima dengan ikhlas" gumamnya.
"Daniel kau gila"ucap sandra
"Aku gila karena cintamu san, aku hany ingin kau membalasnya ,kali ini tidak akan terulang kembali apa yang pernah terjadi aku jamin itu" ucap daniel masih membujuk sandra yang mulai kelihatan ragu.
"Daniel maaf,aku tidak bisa. Aku akan menikah dengan bagas dalam waktu dekat jadi tolong jangan ganggu hubungan kami. Kita masih bisa berteman seperti dulu" ucap sandra
"Kau yakin dengan apa yang kau katakan?" tanya daniel
"sangat sangat yakin daniel" ucap sandra menghadirkan sebuah kekecewaan di wajah tampan daniel.
ting....
Notive pesan di ponsel pintar sandra menandakan sebuah pesan baru.
"Aku menunggu di lantai bawah,jika urusanmu dan dia sudah selesai kau bisa menelpon ku my queen"
pesan dari bagas yang langsung membuat sandra panik, Bagas tentunya sudah melihat atau mungkin mendengar kata- kata daniel. Sandra pun dengan tidak sabar mengusir daniel dari tempatnya.
"daniel sebaiknya kau pergi, jalani hidupmu sendiri. aku tidak mau kak bagas berburuk sangka padaku" ucap sandra
"Tapi san...
"Daniel please , jauhi aku " ucap sandr a meninggikan suaranya.
''Baiklah " daniel pergi dengan membawa sebuah kekecewaan.
__ADS_1
"Kak tolong jangan salah faham" gumna sandra dalam hati dan segera mencari bagas .