
Bandara internasional Soekarno-Hatta
π΄π΄π΄π΄π΄π΄
Terlihat keluarga permana ,Bagas, sandra dan si kembar tengah menunggu jadwal take off untuk menuju negara A.
Bagas memutuskan berlibur ke negara dimana sandra tumbuh menjadi sandra saat ini.
"Liburan sekolah yang menyenangkan" ucap alexa
"Lebay" jawab axel yang semakin hari tumbuh menjadi anak laki- laki yang dingin namun sangat menyayangi keluarganya terutama alexa.
"Iss kak el gak usah dehh sok cool kalo sama aku'' ucap alexa berkacak pinggang
"Heii kalian berdua ini, sudah tidak usah diributkan nanti daddy cancel liburannya kalo masih ribut" ucap bagas.
"Yank biarin aja, mereka kan emang gitu tapi mereka saling menyayangi" ucap sandra.
"Iya iya yank, ayo sudah saat nya kita berangkat" ucap bagas menggenggam tangan sandra sedangkan alex menggenggam tangan alexa sang adik.
Perjalanan panjang mereka lalui dengan jet pribadi milik Sandra, Jam delapan pagi mereka sudah mendarat dengan selamat.
Sandra mengajak keluarga kecilnya untuk tinggal di rumahnya saat ia merintis bisnisnya.
Rumah yang terlihat mewah dibandingkan dengan rumah di sekitarnya.
Bernuansa khas negara A dengan banyak tanaman mawar di halaman depan maupun belakangnya.
Pelayan yang bertugas menyambut sandra dengan hati gembira.
__ADS_1
Sudah lama sandra tidak berkunjung ke rumahnya, sandra adalah majikan yang sangat baik hati meskipun terkadang ia sering menghabiskan waktu di apartemen nya dahulu.
"Wow mom ini punya mom?" ucap El
"Biasa aja" jawab alexa
Axel hanya memajukan bibirnya mendengar alexa yang membalasnya.
Seminggu sudah mereka berada di negara A , mereka sangat menikmati liburan keluarga . Suasana bahagia selalu menyelimuti keluarga kecil itu.
Namun di belahan negara lain terlihat laki- laki yang sedang memegang bingkai foto si kembar.
"Ahh kau sangat membuatku rindu anak anaku" ucap nino
"Nak apa kau tidak akan pergi ke kantor?" tanya elena
"bu aku merasa tidak bersemangat" ucap nino
"Baiklah buu" ucap nino pasrah
"Nino , ibu ingin mengenalkan mu dengan anak teman ibu. apa kamu mau?" tanya elena
"Aku belum ingin bu, aku hanya ingin membesarkan alexa dengan baik saat ini" ucap nino
"No alexa memiliki orang tua yang lengkap ,kau juga harus memikirkan masa depanmu" ucap elena
"Aku akan mencarinya bu, aku pamit dulu" ucap nino.
Berdebat dengan elena adalah hal yang dihindari nya , elena sudah sering mendesaknya namun itu lah nino yang sangat tertutup untuk menjalin hubungan.
__ADS_1
Kembali ke negara A
" daddy , alexa mau tinggal disini boleh?" ucapan alexa membuat bagas tersedak. Bagaimana mungkin putrinya masih berusia tujuh tahun sudah ingin tinggal berpisah dengannya.
"daddy tidak setuju, daddy tidak akan sanggup tanpamu al" ucap bagas menatap putrinya
"Al sangat suka negara ini dad, oke bukan sekarang tapi nanti saat al kuliah al ingin kuliah disini dad" ucap alexa penuh harap
"Jika axel kuliah disini daddy mengijinkan nya" ucap bagas
"Yess , kak el pasti mau " ucap alexa
"Terserah padamu nak, asalkan putri ayah bahagia ayah juga bahagia" ucap bagas.
Sandra yang tinggal di negara A pun tidak membuang kesempatan untuk datang ke perusahaan pertamanya , perusahaan PB company yang ia bangun dengan hasil keringatnya.
Para karyawan menyambut kedatangan bos besar mereka dengan berbaris rapi. Sandra tersenyum melihat semua karyawan nya dalam keadaan baik.
"selamat datang nyonya" ucap manager yang bertugas
"Terimakasih pak bino" ucap sandra.
Tak hanya mengunjungi PB company sandra juga mengunjungi P Entertainment. Perusahaan yang di dirikan untuk sang mama mertua yang sangat menyayangi putri anaknya yang mirib dengannya.
"Mom kemana kau seharian" tanya axel
"Mom sedang berkunjung ke perusahaan kak" ucap sandra
"Ohh kenapa tidak mengajak ku atau daddy? terlalu bahaya mom pergi sendiri" ucap axel yang begitu posesiff padanya.
__ADS_1
"Kak mom sudah sering disini, dan thank you perhatian kakak untuk mom. Kau adalah pahlawan nya mom. Suatu saat nanti kau lah yang akan menjaga mom dan alexa" ucap sandra mencium putra sulungnya.
"Tentu saja mom, tidak akan ku biarkan orang menyakiti kalian" ucap axel bersungguh- sungguh.