AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)

AKU TERLAHIR SEBAGAI PEREMPUAN (Eps 1 Dan 2)
eps 81


__ADS_3

tutttttt.............


Terdengar suara monitor dari ruangan VIP tempat mela di rawat, para perawat dan dokter pun segera berhamburan menuju ruangan itu untuk memeriksa kondisi pasien.


"Dok ada yang mensabaotase alat bantu pasien" ucap salah satu perawat


"Kita berikan tindakan darurat, segera hubungi pihak keluarganya " ucap dokter


Perawat itu langsung berlari keluar ruangan untuk menghubungi keluarga pasien.


"Selamat malam dengan keluarga nyonya permana"


.......


"Maaf tuan apa anda bisa segera menuju rumah sakit, kondisi nyonya menurun"


Bagas yang kala itu sedang pulang untuk mengganti pakaian pun merasa terkejut, pasalnya sebelum dia pulang kondisi mela masih stabil.


Bagas pun segera pergi ke rumah sakit tanpa memberi tahu betran.


Dengan kecepatan tinggi bagas mengemudikan mobilnya ,hal- hal buruk sudah mulai memenuhi fikirannya.


"Ya tuhan jangan sampai terjadi apa- apa pada mama"ucap bagas.


Bagas tiba di ruangan mela namun masih terlihat dokter sedang memeriksa nya.


"Sus apa yang terjadi pada mama?" tanya bagas pada perawat yang baru masuk.


"Maaf tuan,ada yang mensabotase alat pernafasan nyonya permana, kami masih melakukan tindakan untuk menyelamatkan nyawa pasien. mohon doa nya tuan, permisi" Perkataan suster itu membuat dada bagas terasa sesak, bahkan tidak terlintas sedikit pun bahwa ibu nya diincar oleh musuh nya


Bagas pun menghubungi sandra , dia tidak tau lagi akan meminta bantuan kepada siapa, fikirannya kini tengah kalut. Memikirkan kondisi sang ibu dan juga hal terburuk yang mungkin akan terjadi.


"Haloo kak"

__ADS_1


"San, bisakah kamu ke rumah sakit sekarang?


"Ada apa kak? apa yang terjadi?"


"Nanti aku ceritakan,ajaklah nino bersamamu" ucap bagas mengakhiri panggilan telepon.


Sandra yang sudah akan memejamkan mata segera berlarii keluar untuk menjemput nino di apartemen nya.


tokkk...


tokkkk


tokkk.....


ceklekkk..


Nino terkejut melihat bos nya berdiri malam- malam dengan masih memakai piyama tidurnya.


"Kita kerumah sakit" ucap sandra menarik tangan nino.


Mereka berdua menuju rumah sakit dengan keduanya memakai piyama tidur.


''Apa yang terjadi san?" tanya nino


"Bagas meminta kita segeera ke rumah sakit" jawba sandra singkat.


Sejujurnya dia pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi sebagai seorang anak dia merasakan ada sesuatu yang telah terjadi pada mela.


"Kak bagas apa yang terjadi" tanya sandra saat melihat bagas duduk menunduk di bangku rumah sakit.


"Bantu aku san, mama san,,,, mama" ucap bagas lirih


"Ada apa dengan mama?" tanya sandra semakin khawatir.

__ADS_1


"Ada seseorang yang mensabotase alat pernafasan mama, sekarang kondisinya menurun" ucap bagas. Kini air matanya keluar tanpa menghiraukan rasa malu.


"Nino cepat lacak CCTV rumah sakit" perintah sandra


"Kita akan menemukan pelakunya kak, tenangkan dirimu,mama pasti kuat'' ucap sandra menenangkan kekasihnya.


"Hermawan... ini pasti ulahmu lagi. Akan ku pastikan kamu menyesal telah mengusik hidupku" batin sandra.


"Cepat carii target sekitar rumah sakit jangan sampai dia terluka " ucap sandra melalui sambungan telepon.


Pintu rumah sakit terbuka


Seorang dokter keluar dengan wajah yang menunduk, terlihat penyesalan di mata sang dokter.


"Dok gimana kondisi mmama?" tanya bagas.


"Maafkan saya tuan, kami sudah berusaha tapi nyonya sudah tidak bisa bertahan" ucap dokter.


duaaaarrrrrrt.......


Bagai petir di siang bolong...


Bagas langsung terduduk di lantai, serasa dunianya menjadi gelap mendengar wanita yang sudah melahirkannya meninggalkan diriny untuk selamanya.


"Akhh apa yang harus ku katakan pada papa" ucap bagas frustasi


"Sayang tenang lah,mama tidak ingin melihatmu seperti ini" ucap sandra dengan derai air mata.


Sandra juga merasa kehilangan sosok ibu yang sangat di sayanginya, ibu yang akan menjadi ibu mertua yang menyayanginya.


Melihat bagas hancur membuat hatinya pun merasa pilu,


"Kali ini tidak ada ampun untukmu "

__ADS_1


__ADS_2