
kring...... kringggg. ..... kringggggg....
Suara ponsel bergetar yang tiada hentinya di atas nakas dengan terpaksa seseorang yang tengah mengarungi mimpinya pun membangun kan diri.
"Hallo" ucap sandra dengan suara khas bangun tidur. Meskipun memiliki hobby tidur sandra tetaplah holang kayahhhπ
"Dasar anak nakal, kenapa kamu tidak pernah menghubungi mama? apa kamu mau mama sakit lagi?" ucap wanita di seberang telpon yang tak lain adalah mama bagas ibu melA.
"Ohh mama ku sayang, ampuni putrimu yang cantik ini. Sungguh aku tidak berniat tidak menghubungimu. Aku hanya sedang berusaha menyelesaikan pekerjaan agar aku bisa secepatnya pulang " ucap sandra dengan lembut.
Kemarahan mama mela di telpon bukan hanya kali ini, hampir setiap hari beliau akan marah karena sangat mengkhawatirkan keadaan putri angkatnya yang berada di negara orang seorang diri.
"Sudah sejak lama kau berbicara seperti itu, tapi sampai saat ini kau tidak pulang" ucap mela pura-pura merajuk.
" Maaf kan anakmu ma, bulan depan sandra berjanji sudah ada di dekatmu " ucap sandra meyakinkan
" oke untuk kali ini mama memaafkan mu, tapi jika bulan depan kau tidak juga pulang aku benar- benar akan menjemput paksa " ucap mela tegas.
" siap nyonya , titah anda akan saya laksanakan" ucap sandra sambil terkekeh.
Setelah lama berbincang ,sandra memutuskan sambungan telpon nya. dan langsung membersihkan diri. Hari ini sandra akan meninjau perusaaan PB compeny yang ada di Negara nya tepat nya di kota B melalui asisten kepercayaannya yang sudah 2 hari di utusnya ke kota B.
Tepat pukul 09.000 sandra sudah duduk di kursi kebesarannya . Perusahaan yang memiliki gedung yang tinggi, jika orang tidak mengenal betul siapa cassandra putri akan berpendapat mustahil jika sandra mampu mendirikan perusahaan itu sendirian.
Dia memang tidak sendiri, sandra memiliki asisten laki-laki yang tampan dan juga sangat cerdas. Namanya Nino sentosa .
Nino merupakan anak yatim piatu yang memiliki keberuntungan sebuah bea siswa bisa berada di Negara A dan dipertemukan dengan gadis cantik yang baik hati bernama sandra.
"apa laporanmu no" tanya sandra ketika melakukan panggilan video call.
"Banyak perusahaan yang menginginkan bekerja sama dengan kita bos, tapi ada satu perusahaan yang sangat menarik " ucap nino
"Katakan" ucap sandra tidak sabar,
"Wijaya group salah satunya yang sudah mengajukan proposal nya, dan pimpinan nya juga menginginkan bertatap muka dengan anda bos" ucap Nino.
__ADS_1
Nino sudah mengetahui semua tentang sandra termasuk keluarga wijaya. Mata-mata yang selama ini dikirim sandra atas kendali nino.
"Baiklah, pending dengan perusahaan wijaya selain itu kau bisa memutuskannya sendiri kn" ucap sandra penuh senyuman
"terimakasih atas kepercayaanmu bos" ucap Nino penuh rasa hormat.
"Aku sungguh merindukanmu adik posesiff ku" ucap sandra
tingg...
sebuah notif chat masuk di ponsel pintar milik sandra. Sesuai dugaan itu adalah pesan singkat dari kakak angkatnya Bagas
**Hai adik kecilku,apa kau sudah melupakan kakakmu yang tampan tiada tara ini?*
* kapan kenarsisanmu akan hilang kak? aku sungguh geli*
*kau masih tidak mengakui jika aku tampan?*
*bahkan papa masih lebih tampan darimu*
*apa dia membuat masalah padamu?*
*tidak, aku sungguh tertarik bekerja sama dengannya. bagaimana menurutmu?*
*Ajukan saja , aku jamin tanpa mengulur waktu kau akan mendapatkan kontraknya*
* kau terlalu percaya diri nona*
*aku adalah adik tuan bagas yang narsis*
*oke kau menang lagi, terimakasih dukunganmu sayang cepatlah pulang*
*baik kakakku sayang, jaga kesehatanmu*
*kau juga**
__ADS_1
**************ππππππ************
Di sebuah perusahaan di kota B terlihat laki-laki paruh baya sedang berkutat dengan fikiran kotornya.
"*bagaimana cara nya mengalihkan harta keluarga wijaya kepada putriku jika putri ku sulit memiliki keturunan" ucap laki- laki itu yang tak lain adalah billy.
"aahhh yaaa... aku harus meyakinkan roman satu - satunya cara dengan menjatuhkan menantu tersayangku" ucap nya dengan senyum sumringah* .
Bayu yang menunggu hasil pengajuan kontrak dengan PB company merasa khawatir dan kesal ,pasalnya tidak biasanya dia menunggu seperti saat ini.
"seperti ap orang yang sudah berani membuat seorang bayu menunggu" batin bayu.
Ada sebuah perasaan yang mengharuskan dia bertemu dengan pemilik PB company namun entahlah bayu pun tidak mengerti.
Billy yang sudah memulai rencana nya dengan sangat rapi pun tersenyum puas. billy juga. memerintahkan anaknya setelah dari paris akan membantu suaminya di kantor.
"*Sebentar lagi....."
.
.
.
.
.
.
.
.
happy reading bebππ
__ADS_1
salam hangat dari author*