
"Mereka memanggilku cassa karena itu panggilanku di dunia mafia kak, hmm aku memiliki kelompok kecil untuk membantuku di negara A ,membangun bisnis di Negara orang sangat sulit kak, jadii hanya untuk melindungi diri ajaa kok. Dan ini markas ku disini, tapi aku bukan orang yang kejam kok kak,cuma kalo aku disinggung saja" ucap sandra dengan menunjukan gigi putihnya.
Bagas yang sedikit terkejut mendengar ucapan sang kekasih pun hanya diam , di dalam hatinya bagas merasa menyesal karena tidak bisa melindungi sandra ketika merintis usahanya sehingga sandra harus berusaha melindungi dirinya sendiri.
"Maaf kan aku sayang, harus aku yang melindungimu , harusnya aku selalu ada untukmu saat itu. " ucap bagas sedih
"Ssstttt.... bukan salah kakak, ini adalah jalan hidupku kak" ucap sandra menggenggam erat jemari bagas .
"Tapi memang seharusnya aku yang menjagamu sayang," jawab bagas
"Jagalah aku ketika aku resmi menjadi istrimu sayang" jawab sandra dengan tersenyum
"Apa maksudmu kamu siap untuk menikah denganku?" tanya bagas antusias
"Hmmm iya aku siap,tapi setelah urusanku dengan hermawan selesaii dan mama sudah sehat kembali " jawab sandra pasti
"Aku mencintaimu sayang,Aku akan menunggu sampai kapan pun asal bersamamu" ucap bagas bahagia, Bagas pun langsung memeluk sandra dengan begitu penuh cinta.
Di kediaman hermawan
__ADS_1
Hari ini billy terlihat uring- uringan karena sudah beberapa bulan dia tidak bisa berkomunikasi dengan putri semata wayangnya.
Setiap billy hendak berkunjung joy selalu mempunyai seribu alasan untuk menolak sang mertua.
"Apa sebenarnya yang terjadi pada putriku? kenapa sulit sekali untuk menghubunginya" geram billy
"Pa tenang saja,bukannya joy anak yang baik? mungkin memang citra sedang sibuk atau pun anak itu terlalu bahagia" ucap istrinya menenanggkan.
"Tapi citra pura- pura hamil saat itu ma" ucap billy
"Apa? kalian berbohong? citra tidak hamil pa?" ucap istrinya terkejut.
"Jika terjadi sesuatu pada putriku ini semua karena keegoisanmu, kau terlalu gila harta ," ucapnya pergi meninggalkan billy yang masih di penuhi rasa khawatir.
"okee billy tenangkan dirimu,citra adalah putrimu,mungkin dia bisa mencari alasan untuk membantunya" ucap nya menenangkan dirinya sendiri.
Sebuah notive pesan masuk di ponsel pintar billy, tertera nama anak buah nya yang mengirim pesan singkat.
"Bos target sudah kita eksekusi, nyonya permana sedang koma di Rumah sakit dan tuan permana selamat karena ada kelompok yang menyelamatkan" isi pesan itu.
__ADS_1
"Bodohh, setiap kali aku ingin melenyapkan orang yang bersangkutan dengan anak sialan itu pasti ada saja yang menyelamatkan" geram billy
Dirumah sakit kondisi mela masih tetap sama tanpa ada nya peningkatan, Betran dengan setia menemani sang istri, selalu mengajaknya berbicara walaupun dia tahu bahwa sang istri tidak akan menjawabnya.
Sandra dan bagas serta nino menjenguk mama mela setelah selesai sarapan paginya.
Sandra begitu sedih melihat kondisi calon mertuanya begitu pun kedua laki- laki yang selalu setia disampingnya itu.
"Paaa" sapa sandra pada papa mertuanya, betran yang terlihat kacau karena penampilannya acak-acakan. Jemari tangannya menggenggam erat jemari sang istri yang sudah terlihat menua tapi masih begitu cantik di mata betran.
"Sandra,kapan kamu tiba nak?" tanya bet menatap manik mata sang calon menantu
"Tadi pagi pa, Sandra langsung menuju kemari" jawabnya
"Hmmm pa ,apa papa sudah makan?" tanya sandra
"Sudah nak, papa sudah sarapan meski hanya sendiri" jawabnya dengan senyum kecut
"Mama pasti sembuh pa" ucap sandra
__ADS_1
"Kau benar,mama mu adalah wanita yang kuat. Papa belum siap jika harus ditinggalkan untuk selamanya" jawab betran dengan menatap sang istri yang masih setia dengan alam mimpinya.