
Daniel bangun dari tidurnya di sebuah hotel yang tak jauh dari rumah sandra, ia bahkan lupa memberi tahu sandra akan berkunjung ke rumahnya hari ini.
Daniel bergegas mandi dan bersiap ke rumah sandra.
"Ahh iya, aku harus mampir sebentar untuk membeli sedikit oleh- oleh untuk anak anak sandra" ucap daniel.
Ia tahu anak sandra kembar dari jejaring sosial media milik sandra. Betapa iri hati daniel mengetahui hal itu tapi mau bagaimana lagi jika mereka bedua tak berjodoh.
Tok..tok..tok...
Salah satu pelayan membuka kan pintu rumah besar itu.
''maaf tuan mencari siapa?" tanya pelayan
"Apa sandra ada ?" tanya daniel yang sudah tiba di rumah sandra.
"Ada tuan, silahkan masuk biar saya panggilkan nyonya" ucap nya mempersilahkan masuk.
Sandra tengah mengelap tubuh sang suami dengan penuh cinta , pelayan itu pun memberitahu kedatangan seseorang mencari nya.
Sandra bingung karena ia tak membuat janji hari ini, dari pada penasaran sandra pun mecium bagas dan pergi ke ruang keluarga melihat tamu nya.
"Daniel?" panggil sandra
"Hai bee, maaf aku datang tanpa memberi kabar" jawab nya dengan tersenyum
"Tidak masalah, ada hal apa hingga kau datang kemari?" tanya sandra
"Tentang Bems group" ucap daniel yang tak sabar akan informasi yang sandra ketahui.
"Benarkah? jika begitu kita bicarakan di ruang kerja ku" ajak sandra.
"Baiklah, bee aku membawakan si kembar hadiah dari uncle tampan nya" ucap daniel
"Terimakasih daniel, kau sungguh repot- repot" ucap sandra
__ADS_1
Terlihat wajah mereka berdua sangat serius saling bertatapan di ruangan yang penuh dengan buku yang berjejer.
"Apa yang kau tahu tentang bems grup bee? aku ingin tahu apa alasanmu menanyakan hal itu" ucap daniel
"Katakan apa hang kau tahu maka aku akan menceritakan nya padamu" jawab sandra
Daniel pun menyerahkan berkas yang sudah ia dapat dari michael.
"Sungguh sulit mencari tahu ini, syukurnya michael bisa menemukannya dengan sedikit meng hack komputer ayah nya sendiri." ucap daniel.
Sandra yang fokus membaca pun begitu terkejut, ia tak menyangka ternyata perusahaan yang ia cari selama ini sudah ada di depan matanya.
"Daniel apa kau baru tahu sekarang?" tanya sandra
"Iya aku tahu dari michael karena papi tidak mau memberi tahu nya" jawab daniel
"Dan ini berarti kalian bersaudara" guman sandra masih terdengar oleh daniel
"Siapa yang bersaudara?" tanya daniel
Sandra menghela nafas , ia pun mulai menceritakan semua nya.
Mulai dari bram merantau hingga ia sukses dan pulang bersama rekan kerja nya bernama ela yang tak lain adalah quela sang mami daniel.
Sandra menceritakan semua yang ia dengar dari kakek budi, tentu saja daniel syok mendengar fakta tentang dirinya.
"Yang aku tahu ibu elena dan kakek budi di serang tapi bersyukurlah mereka selamat tapi ibu elena terpaksa menitipkan anak itu di panti asuhan hingga sebulan yang lalu mereka bertemu kembali.
Dan karena itu lah aku mencari nama perusahaan itu untuk mengetahui siapa wanita itu dan kenapa pak bram meninggal dunia" ucap sandra.
"Siapa anak itu?" tanya daniel terlihat begitu syok mengetahui bahwa sang ibu begitu jahat pada sesama wanita.
"Dia kakak ku Nino sentosa" jawab sandra
"Apa ? Tapi Papi sangat menyayangiku bagaimana mungkin jika aku anak bram?" tanya daniel masih tak percaya.
__ADS_1
"Tapi menurut kakek budi ela sudah hamil kala itu, dan jika kau tidak mempunyai saudara seperti kakak maka kau lah orangnya daniel" ucap sandra.
"Aku begitu tidak percaya pada takhdir" ucapnya menunduk.
Daniel yang mengetahui jika ia adalah anak tiri dari gery merasa begitu sedih, gery sudah merawatnya sedari kecil. Kasih sayang ia tumpahkan pada Daniel. meski terkadang gery memarahinya tapi daniel tetap bangga pada sosok gery
"Kita lakukan tes DNA , dan jika terbukti aku akan memberi tahukan hal ini pada bibi elena dan juga Nino" ucap sandra
"Baiklah, " jawab daniel singkat.
"Percaya lah apa pun yang terjadi kalian tetap saudara. Dan daniel tolong bersikap biasa lah pada kedua orang tua mu. Aku masih memerlukan bantuanmu untuk mencari tahu tentang kematian ayah bram" ucap sandra
Daniel mengangguk paham, ia pun keluar dari ruang kerja bersama dengan Sandra. Saat ini fikirannya kacau hatinya berantakan mendengar hal itu.
"Jika benar aku anak bram, maka aku harus tahu kenapa ayahku meninggal" guman daniel
Ia memutuskan untuk menetap sementara waktu di indonesia, michael pun tak keberatan meng handle perusahaan besar itu. Quela dan gery pun tidak menaruh curiga.
Tes DNA yang sudah di lakukan secara diam- diam antara sampel kakek budi,nino dan daniel.
Setelah dua minggu menunggu akhirnya hasilnya keluar.
daniel dan sandra menjabat tangan dokter sambil mengucapkan terimakasih.
Setelah sampai di rumahnya , seperti biasa sandra mengajak daniel ke ruang kerja. Daniek membuka surat itu perlahan- lahan
Ia begitu takut hal yang buruk akan terjadi.
Sandra dan daniel saling tatap..
Di hasilnya.....
POSITIF
Hampir saja mata daniel melompat saking terkejutnya. Ia tak menyangka bahwa gery bukan kah ayah kandungnya.
__ADS_1