
..."Sandra aku akan kembali ke negara ku hari ini, aku yang akan mencari tahu tentang kematian bram" Sebuah pesan singkat masuk di ponsel sandra....
Sandra menghela nafas nya ,ia tahu daniel sangat terkejut akan hal ini. Ia pun tak menyangka jika dunia akan sempit seperti ini.
"Semoga kamu bisa tabah daniel" ucap sandra.
Sandra sedang mengelap tubuh bagas, sesekali sandra tampak meneteskan air mata nya . ia juga menceritakan tentang daniel pada bagas.
"Aku tidak tahu hubby akan sampai kapan tertidur, tapi aku hanya ingin secepatnya hubby bangun karena El dan Al sangat membutuhkan mu. Aku tahu ada Nino dan bayu yang selalu memperhatikan mereka tapi aku tahu jika hubby lebih berharga untuknya.
Hubby tahu sekarang El dan Al sudah belajar tengkurap . Anak itu sangat pintar aku sampai sangat kagum pada mereka." ucap sandra.
Tok..tokk...tokkkk...
"Masuk" ucap sandra.
Terlihat Nino datang bersama bayu menggendong baby El dan baby Al.
Kedua nya tersenyum melihat sandra ,
"Haiii haiii kakak ipar ku aku membawa si kembar" ucap bayu
"Kenapa kalian pulang? ini kan masih belum ja makan siang?" tanya sandra
"Kami merindukan si kembar" jawab nino
"Kemarilah, berbaring lah dii samping daddy kalian" ucap sandra
__ADS_1
Bayu pun meletakan baby Al di sisi kiri bagas dan baby El di sisi kanan bagas
"Ohh tuhan , siapa yang meletakan irisan bawang disini" ucap bayu . Ia merasa kasihan melihat kondisi bagas lebihnya melihat si kembar yang berusaha menggapai sang daddy yang masih tertidur.
"Mereka bahkan merasakan jika daddy mereka tengah tertidur" gumam nino
Sandra berusaha menahan air mata nya ,setiap kali si kembar diletakan di samping bagas hati nya seakan teriris.
Lama mereka berada di kamar bagas hingga jam makan siang tiba. Sandra meninggalkan bagas untuk makan siang dan juga membahas hal penting dengan nino .
Rumah sandra ramai meski bukan orang tua nya yang berada di sana sandra sudah merasa sangat bahagia.
Roman dan mila masih berada di tempat dimana Billy dan keluarga nya di asing kan.
Usai makan siang , Nino dan sandra menuju ke ruang kerja nya.
Sandra menghela nafas
"Aku sudah menemukan perusahaan ayah mu kak, bahkan dengan saudara tiri mu. " ucap sandra
Nino tiba- tiba berdiri , ia menatap sandra lekat
"Kau serius? lalu siapa dia?" tanya nino dengan antusias
"Aku tidak tahu kenapa dunia ini sempit tapi kau tahu kak jika dia sangat terkejut saat tahu jika ia adalah anak tiri dari ayah nya yang sekarang. Sekarang ia yang akan mencari tahu tentang kematian ayahmu" ucap sandra
"lalu siapa? kau jangan membuat ku penasaran" ucap nino.
__ADS_1
"QU corporation, itulah nama perusahaan bems group sekarang dan di pimpin oleh Daniel ekram sebastian anak tunggal dari Quela sebastian dan gery Sebastian, tapi daniel adalah saudara tiri mu, dia anak Quela bersama bram ayahmu kak" ucap sandra
"Qu corporation? daniel? seperti aku mengenal nya" ucap nino
"Kau sangat mengenalnya ,bahkan kau membenci nya . Dia adalah daniel mantan pacarku" ucap sandra
"what???? kudanil? kudanil itu saudara ku? kau jangan bercanda sandra" ucap nino tak percaya.
"Ini hasil tes DNA kak, aku memastikan semua nya sebelum memberi tahu mu. Baca saja semua tertulis jelas" ucap sandra menyodorkan sebuah kertas putih.
Nino sangat terkejut, ia bahkan tak bisa berkata apa- apa. Bukan masalah siapa orang nya tapi kenapa ia tidak bisa menjangkau informasi ini padahal daniel cukup dekat karena ia adalah rekan bisnis sandra
"Aku tidak tahu kenapa dunia mempermainkan ku dengan cara seperti ini'' desah nino.
"Rencana nya pasti akan indah pad a waktunya kak, kau harus terima dengan ikhlas" ucap sandra
"Iya kau benar, tapi apa daniel menerima nya?" tanya nino.
"dia juga terkejut tapi semua aku jelaskan dan dia akan mencari tahu di amerika. Aku yakin dia akan mencari tahu yang sebenarnya. Sekarang kita hanya perlu memberi tahu kakek dan ibu masalah ini" ucap sandra
Belum sempat nino menjawab bayu mendobrak pintu itu dengan raut wajah khawatirnya.
"Kenapa boy?" tanya sandra
"Kak bagas, dia terjatuh" ucap bayu
"Apaaaaa???" teriak nini dan sandra bersamaan.
__ADS_1
Mereka bertiga bergegas menuju kamar bagas ,terlihat dokter mia tengah memeriksa kondisi bagas dengan suster yang membantunya