
Pagi hari tiba, sandra dan bagas pun bangun seperti ia bangun tidur bahkan sedikit merasa pusing.
Keduanya saling pandang seakan saling meminta penjelasan namun sandra ingat jika hari ini bayu akan menikah dengan Mia.
"Astaga, gimana ini kenapa aku ketiduran jadi gimana dong by" ucap sandra dengan panik
"Apanya? " tanya bagas
"Pernikahan bayu by, aku harus tahu dulu apa alasan Mia " ucap nya dengan gusar
"sayang jam sembilan sudah acara janji suci lalu gimana caranya kita menanyakan hal itu? " ucap bagas
"Tapi by" sandra terlihat begitu sedih.
"Percaya lah pada takdir, kita hanya bisa berdoa saja untuk saat ini" ucap bagas e menenangkan sandra.
Jam delapan semua sudah berkumpul kecuali bayu dan Mia yang tidak juga terlihat.
Sandra mulai khawatir hingga ia memutuskan mencari bayu ke dalam kamarnya.
Bayu laki- laki dewasa itu terlihat tertidur dengan melilit kan selimut pada tubuh nya
"Apa kamu lupa akan menikah hari ini? " tanya sandra dengan suara sedikit teriakan.
Bayu menerjapkan matanya setelah mendengar suara sandra
"Semenjak kau menikah sungguh kau sangat cerewet kak" ucap bayu masih enggan bangun
"Bayu bangun, jangan membuat malu para tamu sudah datang" ucap sandra
"Kak aku tidak mau menikah dengan wanita itu'' jawab bayu datar
" hah? "
"bukan kah kakak yang memberikan ku flashdisk dan surat itu? " tanya bayu menunjukan meja tempat flashdisk dan surat itu
"Apa? flashdisk apa? " tanya sandra
"Jadi bukan kau? lalu... siapa? " ucap bayu
"Apa maksudmu? " tanya sandra
"Aku tahu semua rencana Mia kak, aku patah hati kak penantian ku selama ini sia- siapa saja" ucap bayu
"Bayu tapi tamunya sudah datang gimana dong"ucap sandra terlihat sendu
Jika saja sandra bergerak cepat maka tidak akan terjadi hal seperti sekarang ini.
ia terlalu percaya pada seorang dokter yang pernah merawat bagas saat koma.
Dengan enggan bayu pun memakai pakaiannya, terlihat begitu tampan layaknya seorang raja dengan setelah toxedo berwarna silver.
__ADS_1
bayu menuruni tangga menuju ballroom yang digunakan untuk acara pernikahan nya.
terlihat banyak tamu undangan yang berdatangan
" Ini salahku, kenapa aku ingin pernikahan yang mewah" kesalnya.
Namun...
Liana datang dengan wajah tidak. baik- baik saja. Ia pun langsung menemui sandra dan membisikan sesuatu yang membuat sandra sedikit mengeluarkan senyum nya.
Sandra memanggil semua anggota keluarga nya.
di sebuah ruangan sandra memberitahukan apa yang liana katakan.
"Mia kabur, dia tidak meninggalkan jejak sedikit pun. " ucap sandra yang berhasil membuat semuanya syok tapi tidak dengan bayu ia terlihat bersyukur.
"Mungkin dia sudah sadar pada kesalahannya" ucap bayu
Semuanya masih diam
sejurus kemudian...
"Lalu bagaimana pernikahan ini? " tanya roman
Semua memandang bayu dengan tatapan penuh tanya
"Aku akan jelaskan nanti, sekarang yang terpenting aku tidak menikah dengannya dan aku tidak peduli dia akan kabur kemana pun" ucap bayu
"Saham akan terancam anjlok jika sampai media tahu " ucap roman kembali.
"cepat cari wanita itu, ayah tidak mau kamu membuat malu keluarga Wijaya" ucap roman dengan kesalnya.
"Tapi pa bayu gak mau" ucap bayu.
"benar kata ayah mu bayu, keluarga kita di pertaruhkan" ucap sang ibu
Sandra menghela nafas panjang lagi- lagi ia merasa kecolongan, harusnya ia lebih teliti dalam semua urusan keluarganya.
sandra terlalu percaya jika semuanya akan baik- baik saja karena ia sudah merasa tenang tanpa gangguan musuh.
namun nyatanya masih saja tersisa musuh untuk keluarganya.
"Waktu sudah berjalan dan harusnya sekarang acara dimulai" ucap nino
"Nino tolong tunda acaranya " ucap sandra
"Baik lah, cepatlah temukan solusi" ucapnya berlalu.
Sandra tampak berfikir dengan keras sedangkan roman sudah terlihat kesal bercampur marah. Ia tidak bisa membayangkan rasa malu yang akan ia Terima.
Niat hati ingin pergi ke pedesaan untuk menikmati masa tua malah akan mendapat gunjingan jika sampai bayu gagal menikah.
__ADS_1
"Bayu kamu harus tetap menikah hari ini, percaya lah pada pilihan kaka" ucap sandra
"Kak tapi aku sudah bisa percaya pada siapa pun " ucap bayu lirih.
"bayu percaya padaku" ucap sandra memeluk tubuh tegap sang adik. Sandra tahu jika bayu pasti sangat terluka saat ini meskipun ia bersikap baik- baik saja.
"By panggil liana kemari" ucap sandra pada bagas
"ah baik" jawab bagas.
Liana masuk dengan menundukan kepala.
"Lia saya ingin meminta tolong padamu" ucap sandra
"Ada apa bos? " tanya lia
"Menikahlah dengan bayu" ucap sandra membuat semua orang terkejut terlebih liana dan bayu.
"Tapi nona " tolak lia na
"Lia saya tahu kamu wanita yang baik, dan saya percayakan adik saya padamu" ucap sandra
" kak liana temanku, bagaimana bisa aku menikah dengannya? " ucap bayu.
"Liana kamu mau atau tidak? tapi saya berharap kamu bersedia. Urusan cinta kalian belajarlah setelah menikah. Nama baik. keluarga Wijaya menjadi taruhannya " ucap sandra
lia melirik bayu yangg juga menatapnya. Bayu sangat bingung saat ini. Ternyata batal menikahi Mia lebih memperburuk keadaan.
Bayu pun memberi isyarat agar liana mau menerimanya.
Wanita cantik itu sudah menutup hatinya, cintanya pada sosok bayu sudah ia kubur dalam- dalam tapi apa? takdir malah membuatnya harus menjadi istri dadakan sang laki- laki pujaannya.
"apa aku masih bisa menumbuhkan rasa itu lagi? " batin lia.
Setelah menghembuskan nafas beratnya akhirnya liana mengangguk. Tak mungkin baginya menolak perintah sandra.
Sandra bak malaikat baginya saat ia harus berjuang di jalanan saat ia tidak punya siapa- siapa.
"Saya bersedia bos" jawab lia
"Terimakasih lia, sekarang cepat bersiaplah" ucap sandra memeluk liana yang terlihat tersenyum tipis.
Acara pun dimulai dua jam kemudian. Liana terasa bermimpi berada di pelaminan saat ini.
mimpi yang dulu ia ingin kan tapi kini setelah semua menjadi nyata malah ia yang berharap semua hanya mimpi.
Acara pun selesai dengan lancar, tidak ada yang curiga jika pengantin wanitanya sudah diganti .
up up...
maaf ya author kurang konsentrasi jadi up satu bab aja ๐
__ADS_1
jangan lupa like, coment dan vote ya