
"Bagaimana apa semua nya lancar?" tanya bagas pada seorang wanita yang duduk di kursi roda
"Semua berjalan sesuai keinginan kita, terimakasih nak ,kau sungguh berjiwa besar. " ucap wanita itu
"Semua kau lakukan untuk kekasihku juga tante, aku tidak ingin di a larut dalam balas dendam. " jawab bagas
"Tante paham perasaan Sandra , tante tidak menyalahkan dia jika akan menghukum keluraga tante" ucap wanita itu yang tak lain adalah rena istri dari billy hermawan.
"Setiap manusia pasti memiliki kesalahan , yang terpenting bagaimana cara orang itu untuk berubah dari kesalahannya. Apa dia akan sadar dengan sendiri atau kita harus membantu nya" ucap bagas
"Kau sungguh baik, Orang tua mu pasti bangga padamu nak" ucap rena menitikan air mata.
"Aku jadi merindukan putriku, bagaimana nasib nya saat ini di sana" ucap rena dengan memandang langit- langit kamarnya.
__ADS_1
"Aku rasa dia akan baik- baik saja tan, tunggu jika sudah saatnya dia akan kembali padamu" ucap bagas
"Aku akan selalu membantunya lewat doa ku" ucapnya lirih.
"Do a seorang ibu pasti akan terkabulkan. tante aku tinggal dulu ya, aku takut tuan hermawan akan segera sampai" ucap bagas lalu beranjak keluar setelah mendapat anggukan kepala dari rena.
*flashback on*
Bagas sangat sering mengunjungi rena kala ia sedang di rawat di rumah sakit jiwa kala itu. Bagas selalu datang membawa semangat untuknya seperti saat sandra memberi perhatian pada sang mama yang telah pergi.
"nyonya, bagaimana hati mu? Aku selalu berdoa agar tuhan segera memberimu kesembuhan. Tidak baik berlama- lama di sini" ucap bagas duduk di depan rena yang masih terdiam
"Hmm bagaimana jika aku memanggilmu tante saja ya, terlalu formal jika memanggil mu nyonya . Kau seumuran dengan mama ku,tapi beliau sudah tenang di alam sana. Kau tau dulu mama ku juga sakit sepertimu setelah kepergian adikku tapi tuhan berbaik hati mengirim kan sosok malaikat yang mirip adikku dia sangat menyayangi mamaku tante. Kau tau setiap hari wanita itu memberikan bunga mawar merah kepada mama ,memberinya perhatian mengajaknya bicara padahal wanita itu sedang disakiti oleh keluarganya sendiri.Hingga hari dimana mamaku dinyatakan sembuh oleh dokter karena wanita itu tanpa sengaja terjatuh hingga membuat mama langsung tersdaar sepenuhnya .... Lucu sekali jika mengingat itu, hal sepele itu bisa membuatnya benar- benar sadar saat itu. Pertama kali melihat wanita itu mama juga langsung bisa berbicara dan menangis itu adalah hal terindah yang aku rasakan. Tapi tuhan lebih menyayanginya hingga beberapa hari lalu di a pergi ke tempat yang lebih indah menemui adikku di sana . mungkin mereka sedang tertawa bahagia sekarang." cerita bagas panjang lebar.
__ADS_1
Rena saat itu untuk pertama kalinya merespone cerita bagas dengan air mata yang keluar begitu saja disertai sebuah isakan kecil. Bagas yang menyadarinya segera menghapus air mata nya.
"Jangan menangis, aku tidak apa- apa . Awalnya aku sangat sedih tapi aku ingat jika wanita itu sekarang lebih merasa sedih dibanding denganku. Ibuku di bunuh oleh musuh dari wanita itu, seorang laki- laki yang masih tertutup mat a dan hatinya. Maka dari itu aku ingin kau kembali dan membantu ku membuka mata hati laki- laki itu . laki - laki yang masih menjadi suami sahmu tante."Ucap bagas.
Sedikit demi sedikit rena mulai merespon ,rena mulai menemukan semangatnya untuk kembali sembuh agar dia bisa menuntun sang suami kembali kepada jalan yang benar seperti yang selalu bagas katakan padanya.
Satu minggu berlalu,rena sudah bisa diajak berkomunikasi meskipun masih suka menangis jika mengingat tentang putrinya dan semu a dendam sang suami kepada keluarga wijaya.
"Tante maukah kau membantuku untuk berpura- pura sakit? Aku tahu sandra akan melakukan hal nekat untuk membalas dendam kali ini karena suami mu sudah membunuh mama kami" ucap bagas
''Aku akan membantumu nak, tapi tolong cari tahu tentang anakk u" ucap rena
"Baiklah, aku akan mencari tahu keadaan putrimu. Tapi aku tidak bisa membantunya kembali,hanya ayah kandungnya lah yang bisa mengelurakan di a dari tempat itu" ucap bagas.
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu kabarnya saja, jika dia masih baik- baik saja aku akan sabar menanti saat dia kembali kepadaku" ucap rena
*flashback off*