
Tok..tok..tokk..
Nino mengetuk pintu kamar sandra, tak lama pintu pun terbuka . Nino melihat betapa khawatirnya sandra saat ini, ponsel yang menyala mungkin saja sandra berusaha menghubungi nomor bagas.
"Aku mendapat informasi san" ucap nino
"Kita bicarakan di ruang kerja kak bagas" ucap sandra
Kedua nya duduk di ruang kerja itu berhadapan di sebuah sofa kecil.
"San, ponsel bagas ia letakan di dalam kamar nya ia tidak membawa ponsel itu pergi. Sementara aku mendapat GPS mobil nya selalu bergerak aku yakin ada yang menggunakan nya saat ini. Tapi aku tidak yakin itu adalah adik ipar." ucap nino
"Lalu apa kakak tahu siapa musuh suamiku?" tanya sandra
"Menurut informasi adik ipar tidak memiliki musuh yang berbahaya. Jadi aku tidak bisa menemukan titik terang. Tapi kau jangan khawatir ,sore ini aku akan berangkat ke kota z untuk mencari adik ipar" ucap nino
"Aku ikut" jawab sandra dengan tatapan yang sulit di artikan
__ADS_1
"Tidak, si kembar membutuhkan mu " tolak nino
"Tapi aku ingin melihat suamiku dalam keadaaan baik- baik saja. Aku bisa meminta ibu Elena untuk menjaga mereka kak, aku yakin ibu Elena pasti bisa di percaya" jawab sandra
"Tapi sandra.... Aku tidak tega meninggalkan si kembar di sini apa lagi berjauhan dengan ibunya" jawab Nino mengacak rambutnya
"Kita bawa Al dan El kesana kak" jawab sandra tidak mau di bantah.
"Lalu jika saat kita mencari adik ipar ,dan musuh menyerang kediaman nya si kembar akan dalam bahaya" ucap nino
"Aku punya rumah di sana kak, apa kau lupa? kita tinggal disana aku yakin tidak ada yang tahu itu tempat tinggal ku'' ucap sandra
"Baiklah, tapi berjanji lah kau tidak boleh terlalu stres itu tidak baik untuk si kembar" ucap nino menatap sandra dengan penuh kasih.
"Terimaksih kak, kau sungguh baik padaku" jawab sandra menghapus air mata nya
"Aku yang harus nya berterimakasih padamu bos " jawab nino tersenyum membuat sandra teringat akan ucapan bos yang sering nino ucapkan dahulu saat sandra menjadi bos dari asisten nino.
__ADS_1
"Aku akan bersiap dulu kak, aku akan membawa kedua baby sister dan Ibu elena jika ia mau menemaniku" ucap sandra ,ada keraguan saat meminta ibu dari kakak angkatnya ikut ke kota z
"Aku akan bicara pada ibu, kau tenang saja" ucap nino
Sore hari mereka semua pergi ke kota z. Sandra and baby twins , para baby sister, nino bayu ,ibu Elena dan kakek budi pun ikut serta Dan tentu nya para pengawal pergi dengan menggunakan Empat mobil.
Sandra masih termenung tanpa berniat bicara, bayu yang tahu betapa khawatirnya dan sedih perasaan kakaknya tak bisa berbuat banyak. Bayu melihat si kembar yang tertidur merasa kasihan jika sampai ayah mereka terjadi sesuatu.
"Semoga kak bagas selalu dalam lindungan mu tuhan, jangan biarkan si kembar tumbuh tanpa seorang ayah" batin bayu.
Tak jauh berbeda dari doa bayu ,nino pun mendoakan yang terbaik untuk bagas . Nino tak sanggup melihat wajah murung sandra.
Sandra melihat keluar jendela, ia mengingat perkataan bagas beberapa hari sebelumnya saat suaminya mengatakan perusahaan nya tengah dihadang masalah , harus nya sandra membantu meski bagas melarang ,begitu lah fikiran sandra.
Malam hari mereka tiba di sebuah rumah besar, para penjaga sudah menantinya .
Sandra segera masuk membawa baby twins ke dalam kamar bagas.Mereka pergi ke rumah bagas dahulu untuk mencari petunjuk dan besok pagi mereka akan berpindah ke rumah milik sandra agar dua bayi mungil itu tidak dalam bahaya.
__ADS_1
"Istirahat lah kak, kita akan memulainya besok pagi" ucap bayu
"Baiklah boy, kau juga beristirahat lah" jawab sandra tersenyum pada adiknya meski hati nya masih teramat sedih.