
Merry terlihat mondar mandir di ruangannya , seminggu lagi ia harus kembali ke negara A . Dunia permodelannya sudah tidak bisa ia tinggalkan tapi hati nino belum juga ia dapatkan sungguh ia merasa menyesal saat ini.
"Sudah lahhh jangan kau fikirkan Masalah laki laki itu ,karir mu lebih penting dari laki laki seperti itu." ucap manager sekaligus temannya itu.
"Aku tidak bisa , aku tidak terima ditolak seperti itu. Siapa yang bisa menolak pesona ku , Model juga wanita pengusaha . Aku cantik , aku sexy tapi kenapa nino jual mahal padaku" kesalnya
"Kau dekati lah ibunya , aku dengar ibunya sangat menginginkan nino menikah " ucap managernya
"Kau tahu darimana ?" tanya merry
"Aku dengar dari orang suruhan ku , aku meminta seseorang mengintainya" ucap asistennya
"Bagus , kalau begitu aku akan bersiap . Satu minggu ini akan aku gunakan dengan baik" ucap merry dengan tersenyum
"Awas kau sampai tergila - gila pada nya dan cintamu bertepuk sebelah tangan" ucap manager itu sambil menggelengkan kepala.
Sementara kini reza sudah bersiap akan kembali , ia juga sudah bersiap untuk memberitahukan nino kebenarannya . Ia tahu mungkin nino akan marah padanya karena telah merahasiakan selama ini.
Di sebuah restoran terlihat elena tengah duduk berdua dengan temannya , tak berselang lama datang perempuan cantik yang terlihat sopan juga manis.
"Len kenalkan dia keponakan ku Merry" ucap teman elena
"Cantik sekali " puji elena
"Ia dia seorang model juga wanita karir , keponakan ku ini sangat hebat tapi sangat bodoh untuk masalah pasangan" ucapnya
Tentu saja semua sudah di atur oleh merry supaya elena terkesan pada wanita itu.
"Tente jangan terlalu jujur , aku memang belum menemukannya" jawab merry tersenyum
"Anak ini selalu saja begitu len ,kau tahu dia menunggu cinta pertamanya ,lucu sekali dia" ucap nya tertawa
"Jika berjodoh pasti bertemu , jangan terlalu meledeknya " ucap elena
"Aku sudah bertemu hanya saja dia berubah , aku jadi sedih mengingatnya" jawab merry
"Ahh maaf aku jadi curhat sama tante" ucap merry tersenyum malu
"Tidak apa apa nak , kau seumuran dengan putraku . Putraku juga belum mau menikah entah kenapa anak itu sulit sekali untuk menemukan pasangan " jawab elena sendu
Elena memang sudah tidak memaksa Nino tapi hatinya masih terus berharap Nino akan lekas menikah dan memberinya cucu.
Di usia yang sudah senja ia hanya ingin hidup dengan keluarganya, cucu salah satu harapan terbesarnya saat ini.
Setelah pertemuannya ini merry lebih giat untuk mendekatkan diri begitu juga teman Elena yang merupakan saudara jauh dari merry dan tentunya merry membayar untuk membantunya melakukan semua ini.
"Nino ibu mau bicara padamu " ucap Elena yang duduk di ruang keluarga
"Ada apa bu?" tanya nino
"Kau tahu kan jika kita selalu ribut jika membahas nya , tapi kali ini ibu ingin mengenalkan mu dengan seorang wanita . Dia baik,cantik ,sukses tidak jauh dari sandra nak " ucap Elena mengelus pelan tangan sang anak
Nino menghela nafas berat , bukannya ia tidak mau menuruti kemauan ibunya tapi kondisi badannya sungguh tidak sehat ia juga tidak tertarik untuk menjalin kasih entah kenapa.
"Baik bu , atur saja pertemuan nya aku pasti datang" ucap Nino
"Kau serius nak? kau mau?" tanya elena dengan mata berbinar
__ADS_1
"Ya untukmu ibu, tapi jika kami tidak cocok jangan di paksakan" ucap nino
"Tentu saja nak , dan ibu percaya kau akan menyukainya " ucap Elena.
Restaurant berbintang di sebuah pusat kota , ibu Elena sudah duduk manis bersama Teman dan juga merry yang terlihat cantik tapi tidak memakai pakaian terbuka seperti biasanya. Ia masih pada misi nya untuk memenangkan hati ibu Elena.
Tak berselang lama Nino tiba di restaurant itu , dengan langkah tegap dan aura kepemimpinan yang kuat membuat pesona seorang nino terpancar dengan sangat mempesona.
Banyak pasang mata menatap kagum sosok laki- laki yang di segani banyak orang .
"Maaf ibu aku terlambat" ucap Nino menyapa ibunya yang sedari tadi tersenyum menatap kedatangannya.
Sedangkan merry ia masih pada posisi membelakangi Nino.
"Duduk nak , kau mau pesan apa?" tanya Elena menuntun putranya untuk duduk di hadapan merry.
"Apa saja bu" jawab nino .
Deg.....
Nino menatap tajam merry yang duduk di depannya dengan tersenyum manis.
"Kau ... kenapa kau disini?" tanya nino dingin
"Nino kau ... Jadi putra tante Nino?" ucap merry dengan bahagia
"Kalian saling mengenal?" tanya tante merry
"Kami teman kuliah tan , dan dialah orangnya" ucap merry pelan tapi masih di dengar oleh Elena
"Jadi kalian sudah saling mengenal rupanya , wah kebetulan sekali ya" ucap ibu elena tersenyum girang.
Nino hanya diam sepanjang makan siang yang mereka jalani . Hingga nino memutuskan untuk mengakhirinya lebih dahulu.
"Nino tunggu " ucap merry yang menyusulnya keluar
"Ada apa? apa rencana mu ah?" tanya nino dengan menatap merry tajam
"No aku menyesal please kasih aku kesempatan nino sekali saja . Aku menyesal ,sungguh aku menyesali semuanya" ucap merry dibuat sesedih mungkin
"Simpan semua kata - katamu karena aku sudah tidak ingin mengenalmu " ucap nino
"Nino please , aku akan kembali ke negara A dua hari lagi aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersama mu. Aku janji tidak akan datang untuk menganggu mu " ucap merry
Nino menghela nafas
kesal dengan sifat keras kepala wanita di depannya ini.
"Nino aku ingin kita menghabiskan waktu berdua ,mengenang hal manis di masa lalu untuk terakhir kalinya saja . Mau ya kita dinner nanti malam " ucap merry memohon
"Aap kau tidak mengerti maksudku ? aku tidak mau mengingat dirimu " ucap nino
"Aku mohon untuk terakhir kalinya sebagai tanda perpisahan kita " ucap merry
"Oke aku datang tapi hanya sebentar" ucap nino mengalah.
"Terimakasih Nino aku akan menunggumu" ucap merry tersenyum senang.
__ADS_1
"Akhirnya kau masuk dalam perangkap ku sayang" batin merry penuh kemenangan.
Nino melajukan mobilnya kembali ke kantor ia menghubungi sandra yang kini berada di negara A bersama kedua anak kembar itu.
"Aku dipertemukan ibu dengan merry ,wanita bodoh itu meminta untuk dinner bersama untuk terakhir kalinya apa yang harus aku lakukan?" pesan pun terkirim
menjelang sore sandra membalas pesannya
"Aku mempunyai firasat buruk tentangnya , tapi bawalah varel bersama mu untuk antisipasi kak" jawab sandra
"Aku pun merasakan hal aneh , perubahan penampilan gaya bicara hingga penyesalan dari wanita egois itu,tapi apa yang harus aku lakukan" ucap nino dengan sendunya.
Tiba - tiba ia mengingat wajah kiara yang periang, sudah lama gadis manis itu menghilang dari pandangannya . Bahkan saat resign gadis itu tidak menemuinya padahal ia adalah seorang pendengar yang baik untuk Nino.
"Kemana kiara? aku jadi merindukan nya . Biasaya setelah bercerita padanya beban ku sedikit berkurang " ucap nino
Ia pun mencoba menghubungi nomor kiara namun nomornya sudah tidak aktif.
Malam pun tiba , merry memilih sebuah restaurant yang bernuansa klasik .
memakai gaun malam berwarna hitam terlihat indah di tubuhnya.
Tak berselang lama Nino akhirnya datang ditemani varel . Dua pemuda tampan itu berjalan dengan tegap nya.
"Nino akhirnya kau datang" ucap merry dengan senyuman
"Aku hanya sebentar , aku harus pulang karrna ibu sendiri di rumah" jawab nino
Merry mulai menceritakan kisahnya , kisah mereka semasa kuliah yang sangat indah jika saja merry tidak bersifat angkuh saat itu. Jika saja merry tidak menghina dan merendahkan nino di depan teman- temannya mungkin kisah itu masih hingga saat ini.
merry bercerita sambil memakan hidangan - hidangan yang di sediakan oleh pihak restaurant.
Namun tak berapa lama Nino dan varel terlihat memegangi kepala nya , mereka pun tertidur masih dengan posisi duduk.
Beberapa orang masuk dan langsung membawa nino dan varel menuju kamar yang sudah di sediakan .
Manager asisten merry juga masuk dengan bertepuk tangan
"Kau sungguh licik mer" ucapnya tertawa.
Di kamar hotel Nino dan varel berada di ruangan berbeda.
Nino sudah terlentang di tempat tidur sepatu dan jasnya pun sudah terlepas.
Merry masuk dengan gaya menggoda nya ,
"Selamat malam sayang , kita akan membuat jalan hidup baru" ucap merry
Dengan perlahan merry membuka kemeja nino dan celana panjangnya menyisakan boxer yang menutupi area milik nino.
merry juga membuka bajunya bahkan sedikit merobek gaunnya . Merry melepas semua kain yang menempel di tubuhnya dan langsung masuk ke dalam selimut bersama nino
Memeluk tubuh atletis itu dengan sangat bahagia.
Tak berapa lama tante merry dan ibu Elena datang ke kamar itu .
Membuka kamar dan taraaaaaa......
__ADS_1
Disuguhkan pemandangan sepasang manusia yang tidur dengan saling memeluk tanpa sehelai benang yang menutupinya bahkan pakaian mereka berserakan di lantai.
"Nino apa yang kau lakukan?" teriak ibu Elena