
Roman menemani billy untuk menemui putrinya ,Bayu yang langsung mengantar sang ibu untuk pulang dan setelahnya bayu langsung menancap gas menuju kantor sandra menyusul billy dan ayahnya.
Ciiiiitttt.....
Tiba- tiba seorang perempuan menyebrang jalan sambil menangis hingga tidak menghiraukan kondisi jalan membuat bayu mengerem mendadak untungnya di tidak sampai menabrak wanita itu.
Wanita dengan rambut pendek memakai dress selutut dengan mata sembab menunduk na kepala takut akan amarah bayu.
"Heii kau, punya mata?" teriak bayu keluar dari mobilnya.
"Maaf tuan saya tidak melihat " jawabnya.
"Itu kau punya mata kan? kenapa tidak melihat?" tanya bayu
"Mata saya masih dipenuhi air mata tuan jadi penglihatan saya kabur" jawabnya.
"Dasar gila" ucap bayu lalu meninggalkan wanita itu yang menatap kepergian bayu
"Kau terlihat tampan tapi sangat menakutkan" ucapnya langsung menghapus air mata nya.
"Benar kata sii jutek tadi aku gila karena menangisi laki- laki brengsek itu" gumam nya .
Di perusahaan PB company terlihat sandra sudah menunggu kedatangan billy dan ayahnya , Sandra sudah mendapat informasi dari je yang mengawal ayahnya kemana pun pergi.
"Nino siapkan ruangan khusus ,kita akan kedatangan tamu" ucap Sandra
"Baik bos"
Ruangan kedap udara yang di peruntukan sandra membahas hal penting bersama bayu dan nino kini dia gunakan untuk menyambut tamu yang tak diundangnya.
Tak berselang lama Nino muncul bersama dengan dua orang yang ditunggu sandra, satu orang yang di hormatinya bahkan sangat di hormati hingga semua rasa sakit yang di berinya seolah menguap hilang entah kemana. Satunya lagi orang yang dulu dianggap keluarga tapi dengan sangat tega menyakiti keluarga nya bahkan menghasut ayahnya untuk melenyapkan dirinya, namun ketika semua terbongkar sandra tidak bisa berbuat apa pun karena dihalangi oleh roman ayahnya.
Tapi kali ini perbuatann billy sudah sangat keterlaluan sehingga dengan tega melenyapkan orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keluarganya.
"Silahkan duduk" ucap sandra dingin
__ADS_1
Aura ruangan yang bernuansa Hitam Gold itu menjadi menyeramkan dengan ekspresi sandra. Ekspresi yang selama ini tidak billy maupun roman lihat.
"Langsung pada inti, untuk apa anda kemari" ucap sandra to the point membuat billy bergidik ngeri. Bagaimana bisa dia mencari masalah pada sosok sandra.
"Maaf aku terlambat" ucap bayu yang baru saja tiba membuat billy menelan kembali ucapannya.
"Dari mana saja kau?" tanya sandra.
"Mengantar ibu, tadi di jalan terjadi masalah sedikit" ucap bayu tersenyum pada kakaknya dan di balas anggukan oleh sandra.
"Silahkan lanjutkan tuan" ucap nino yang sebenarnya sudah tidak sabar melihat reaksi sandra.
"A...aku... hmmm.... Sa...saya...." ucap billy terbata
"Berkatalah yang benar tuan, apa anda tiba- tiba gagu?" tanya nino kesal
"Hmm Maaf ,,,, San ehh nona sandra saya mau meminta maaf padamu atas semua kesalahanku " ucap billy akhirnya
Sandra menatap tajam laki- laki yang usianya terpaut jauh darinya, laki -laki yang kini meminta maaf padanya, lakki- laki yang menurutnya sangat pengecut karena hanya berani menganggu orang yang tidak bersalah.
"Katakan sekali lagi" ucap sandra datar
"Ayah diam lah, biarkan tuan hermawan mempertanggung jawabkan perbuatannya." cegah bayu.
Roman akhirnya hanya bisa diam melihat ketegangan di wajah sahabatnya itu.
"Om mau meminta maaf nak, om tau om salah pada ayah ,ibu dan adikmu tapi sungguh om dibutakan oleh dendam tapi kini om sadar jika semua itu salah" ucap billy berusaha berkata lembut berharap sandra mau memaafkannya dan memberi kan perusahaan hermawan lagi kepadanya.
"Ibu? ayah? adikku? itu saja? Apa anda lupa akan hasutan demi hasutan anda untuk menyingkirkan ku? Apa kau lupa rencana bodohmu ingin memberikanku kepada bandot tua itu? Oops maksudku kau hendak menjual ku kan tanpa di ketahui oleh ayah ku? iyaaaa?????" tanya sandra dengan menahan geram.
"Aa....aaku hmmm Om benar- benar hilaf nak, maaf kan om, Om akan melakukan apapun untuk mendapat maaf mu" ucap billy memohon.
"Nak dengarkan ayah, Maaf bukannya ayah ingin membela sahabat ayah, tapi om mu tidak sepenuhnya bersalah. Ayah juga salah dalam hal ini. Ayah yang memulainya ,jadi ayah pantas mendapatkannya" ucap roman berusaha membantu billy.
"Dengar kan aku baik- baik tuan roman, Kau bilang dia tidak salah sepenuhnya? kau bilang kau juga salah? Aku setuju jika kau memang ikut berperan untuk hal ini ,tapi bukan berarti aku harus memaafkan orang yang hendak membunuh adikku, adiku yang menangisi kepergianku hampir setiap hari, adiku yang menjadi rapuh akibat kepergianku, jika saja aku tidak berniat untuk membuktikan bahwa perempuan pun bisa menjadi dirinya sendiri aku pasti sudah berlarii memeluk adiku untuk mengatakan aku masih hidup tapi aku menahannya aku ingin melihat siapa saja yang akan bersedih saat tahu bahwa aku sudah tiada. Bahkan Ayahku dan ibuku tidak peduli akan kematianku. Aku sungguh merasa tersakiti ,bahkan rasa sakit itu masih sampai saat ini. Aku yang selalu dikucil kan sedari kecil tidak pernah menganggap serius hal itu hingga pada saat ayah ku bersikap baik padaku hanya untuk menyakitiku lebih dalam lagi. Kau tahu ayah rasanya di sanjung setinggi langit dan dihempaskan begitu saja ke tanah? Sungguh ayah itu sangat menyakitkan" ucap sandra dengan menatap roman dengan tatapan penuh luka.
__ADS_1
Roman hanya bisa menunduk karena semua ucapan sandra memang benar adanya. Roman sangat menyesali perbuatannya namun nasi sudah menjadi bubur. Sakit yang roman torehkan pada hati anak perempuannya sudah begitu dalam . Roman yang harusnya menjadi cinta pertama untuk ana perempuannya malah membuat hati seorang gadis kecil hancur berkeping- keping.
"Tapi om tidak sampai membunuhnya nak, kau masih bertemu kan dengan adik dan kedua orang tuamu" ucap billy masih kekeh dengan niat nya.
"Iya mereka masih bernafas hingga saat ini, Tapi itu semua tidak terlepas dari berkat tuhan pada ku, berkat tuhan yang masih membiarkan ku menyelamatkan nyawa orang yang aku sayangi. apa kau bisa mengatakan jika aku tidak datang saat kau membakar pabrik? apa bayu masih hidup saat ini? jawab tuan hermawan dan jika aku tidak menyiapkan orangku untuk membantu ayah dan ibu keluar dari sungai apa aku masih bisa melihat mereka saat ini? apa kau jamin ketiga orang itu masih hidup saat ini? Jawab akuu tuan hermawan " Teriak sandra dengan menatap tajam wajah billy yang terlihat memucat
''Jawab " teriak sandra lagi.
"Om tidak tahu" jawab billy singkat
" Tapi sungguh om menyesal nak, om akan lakukan apa pun untuk menebus kesalahan om padamu" ucap billy melanjutkan.
"Apa kau yakin apa pun??? Bagaimana jika aku meminta nyawa putrimu?" ucap sandra dengan senyum mengejek.
"Ambil saja ,aku tidak perduli dengan perempuan bodoh itu. Dia bukan anakku lagi'' jawab billy dengan santai.
"Hahahahah Ayah macam apa kau ini, bahkan kesakitan anaknya sendiri kau tidak tahu? apa kau tahu putrimu bekerja tanpa digaji untuk melayani para pria hidung belang? apa kau tahu itu perbuatan siapa? itu sama sekali tidak penting bagiku. " ucap sandra
"Apa maksudmu? " tanya billy
"Kau tanyakan pada hatimu, ikatan darah lebih peka dari sekedar omong kosong seorang menantu" ucap sandra.
Billy terdiam mencerna ucapan sandra, ada kegelisahan di hatinya saat mendengar ucapan sandra, tapi niat awalnya yang ingin meminta kembali hak perusahaannya menjadi prioritas nya kini.
"Tapi om mohon agar kamu memaafkan om nak, om tidak bisa mencari citra saat ini karena om tidak memiliki apa apa, " ucap billy
"Maksud mu tuan? kau ingin meminta uang?" tanya nino yang sudah sangat jengkel mendengar panggilan om yang menurutnya sangat menggelikan jika memanggil seorang musuh dengan sebutan om.
"Aku ingin perusahaanku kembali" ucap billy tanpa tahu rasa malu
Bayu dan nino pun terkejut melihat keberanian billy tak lain halnya dengan roman yang merasa billy belum sepenuhnya menyadari kesalahannya.
Sandra yang sudah membaca situasi ini pun tertawa dengan kencang
"Tuan kau sungguh berani" jawab nino
__ADS_1
"Kau masih tidak memiliki hati" sahut bayu
Billy hanya diam mendengar kata kata dari dua laki- laki di depannya yang dia anggap Tidak penting.