
Setelah saling meminta maaf terutama citra dan ayah nya kini mereka kembali berkumpul untuk membahas hukuman billy yang akan di berikan oleh bagas.
"Sesuai ucapanku pada waktu itu, tuan hermawan akan tetap saya hukum atas tindakan tuan " ucap bagas.
"Dan juga sesuai kesepakatan kita , bahwa ketika aku berhasil menemukan putrimu kau tidak akan pernah lagi muncul di kehidupan keluarga ku" ucap sandra menimpali.
"Aku bersedia menerima segala hukuman , tapi biarkan putri dan istriku bebas" pinta billy
"Aku sudah menyiapkan tempat pengasingan untuk anda beserta anak dan istrimu tuan. Aku juga sudah menyediakan rumah dan tempat bekerja di sana. Aku harap saat disana kau bisa menyadari setiap kesalahanmu walau itu sekecil apa pun" ucap bagas.
Mendengar pengasingan citra dan billy hanya mampu mengangguk paham bahwa kesalahan mereka memang sangat fatal tapi hukuman sebuah pengasingan rasanya tidak cukup mengingat dosa yang telah mereka lakukan.
"Dan aku harap kamu bisa membuka kembali hidup mu dari awal citra" ucap sandra
"Terimakasih kak, kau sungguh baik" jawab citra
"Berterimakasih lah pada suami ku ,karena dia yang menentukan hukuman kalian" ucap sandra tersenyum
"Terimakasih tuan, aku berjanji tidak akan menyia- nyiakan kebaikanmu'' ucap citra tulus.
Brukkkk....
tiba- tiba tubuh sandra lemas,untungnya bagas dengan sigap menangkap tubuh sang istri yang terkulai.
"Sayang... sandra bangun lah " ucap bagas menepuk pipi sandra
"Nino siapkan mobil" ucap bayu
Bagas dengan segera menggendong sandra menuju mobil yang sudah disiapkan oleh nino.
Bayu yang merasa mendapat kesempatan pergi pun mengikuti bagas mengantar sandra.
"Reza urus semuanya" ucap bayu
"baik tuan muda"
"Nino lebih cepat" ucap bagas ,wajahnya di penuhi rasa khawatir pada sosok istri nya.
"Ini salah ku,jika saja aku tidak membiarkanmu terlalu sibuk mengurusi perusahaanmu" guman bagas
"Kak tenangkan dirimu, kakak ku adalah orang yang kuat kau tahu itu" ucap bayu menenangkan.
Keahlian nino mengendarai mobil membuatnya tiba di rumah sakit dalam waktu singkat. Bagas segera menggendong tubuh Sandra yang lemas dan meletakan dibrankar yang sudah di sediakan sebelumnya oleh perawat karena nino sudah mengabari pihak rumah sakit.
Bagas yang menunggu di luar ruangan UGD tampak sangat khawatir ia berjalan kesana kemari menunggu dokter yang menangani sandra keluar.
__ADS_1
kringgg....
"Ya haloo ada apa?" ucap nino
"Tuan nona citra ingin menjenguk nona sandra sebelum ke bandara" lapor reza
"Baiklah tapi pastikan dia tidak akan berbuat jahat" ucap nino
"Ada apa?" tanya bayu
"Citra akan kemari sebelum menuju tempat pengasingannya" jawab nino cuek
"Kenapa dia harus kemari? padahal aku sudah tidak ingin melihatnya" gumam bayu namun masih di dengar oleh nino.
"Mungkin dia ingin mengatakan salam perpisahan" jawab nino
Bayu hanya mendengus kesal akan ucapan nino,
Ceklek...
Dokter yang ditunggu akhirnya keluar ruangan membuat ketiga laki laki itu berdiri bersisian dengan raut wajah yang sama khawatirnya.
Dokter itu pun melihat satu persatu dengan penuh tanda tanya.
"Siapa diantara kalian suami dari pasien?" tanya dokter
Bagas,bayu dan nino yang merasa menjawab pun saling pandang hingga akhirnya bagas yang mewakili
"Maksud nya saya suami pasien dok, kenapa istri saya ?" tanya bagas.
"Ohhh.... saya kira pasien memiliki tiga suami" jawab dokter itu tersenyum membuat bagas melirik tajam dua laki- laki yang berdiri di samping kanan nya.
"Nona baik- baik saja, beliau hanya kelelahan tuan. Dan selamat sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua" ucap dokter itu tersenyum
"Yeyy..... yey...." bayu dan nino berpelukan dengan sangat bahagia mendengar ucapan dokter sedangkan bagas masih diam melihat kelakuan du a laki- laki dewasa itu.
"Apa maksud dokter? istriku hamil?" tanya bagas memastikan
" iya pak selamat, kandungan nona baru berusia dua minggu jadi sebaiknya sangat dijaga ya tuan" ucap dokter
"Baik dok terimakasih" ucap bagas
" hey kalian, kenapa kalian berpelukan?" tanya bagas.
Mendengar ucapan bagas sontak membuat bayu dan nino sadar akan kelakuannya,mereka pun langsung melepas rangkulan masing- masing.
__ADS_1
"Lalu bagaimana keadaan kakak ku?"tanya bayu
"Lalu apa maksud kalian berteriak kegirangan tadi?" bagas balik bertanya
"Karena sandra baik- baik saja" jawab nino
Bagas hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku dua orang yang selalu mengikutinya ini.
Kini sandra sudah dipindah ke ruang rawat , bagas duduk di sampingnya dengan menggenggam erat jemari tangan sandra.
Tidak lama kemudian sandra pun menerjapkan mata menyesuaikan sinar lampu yang masuk ke kornea matanya.
"Aku dimana? mas aku kenapa?" tanya sandra
"Sayang kamu sudah sadar , syukurlah bagaimana rasanya apa ada yang sakit?" tanya bagas penuh kelembutan
"Hanya sedikit pusing " jawab sandra
"Kau membuat kami khawatir " ucap nino dari arah belakang
"maaf kak, maaf kan aku boy ,maaf sudah membuat kalian khawatir" ucap sandra
"Hei jangan bersedih, kau harus tahu jika mulai saat ini kamu tidak boleh bersedih lagi karena itu akan membuat bagas junior juga bersedih" ucap bagas
"maksudmu mas?" tanya sandra
"Bagas junior?" ucap nino dan bagas bersamaan
"Sayang kau sedang mengandung anak kita, bagas junior" ucap bagas mencium tangan sandra penuh cinta
"Kau serius? kau tidak berbohong?" tanya sandra berbinar
"Aku sangat serius sayang" ucap bagas
"Wahh kau hebat adik ipar, dalam waktu singkat kau berhasil " ucap nino
"Aku akan menjadi ongkel, aku tidak sabar menunggunya. Aku yakin dia akan tampan sepertiku" ucap bayu
"Aku ayahnya,jadi dia akan mirib dengan ku" jawab bagas.
"tapi aku ongkel nya" jawab bayu
"hei aku ibunya, jadi anakku akan mirib denganku" jawab sandra tegas membuat ketiganya bungkam.
*Jangan lupa dukung author ya dengan like,coment,dan vote ya bebππ
__ADS_1
happy reading π*