
Hari ini tepat hari wisuda ku, ternyata sudah hampir lima tahun Mas Adam tidak pulang.Berat tapi ya aku harus tahu bahwa pekerjaannya tidak biasa.
"Tante cantik!"celoteh Mahes dalam gendongan Al.
Aku menoleh mendengar suara mungil itu."Makasih sayang!"aku mencubit pipi gembil nya yang masih seperti bakpao.
"Selamat ya Del!"Rifi memeluk ku,dan memberiku sebuah buket bunga.
"Makasih ya Fi!"aku membalas pelukannya.
"Akhirnya lulus juga, selamat ya Del!"Al suami Rifi mengulurkan tangannya.
"Makasih ya Al!"balasku.
"Tinggal part yang terakhir dong!kapan nikah?"Rifi menggoda ku.
"Nanti kalau waktu nya pasti menikah!"ibu yang nampak cantik menemaniku wisuda.
"Cantiknya anak mama!"mama Sari yang tiba-tiba muncul dan memeluk ku.
"Mama!"aku yang kaget kedatangan mama Sari yang tiba-tiba karena aku tidak memberitahu beliau jika hari ini aku wisuda.
"Maaf ya mama telat!"meminta maaf.
"Ga papa mah!mama sudah datang aja Adel seneng,Adel yang harus nya minta maaf karena ga ngabarin mama!"aku meneteskan air mata.
"Mama tanpa kamu kabari pasti mama akan datang!" mama Sari mengelus punggungku."Oh ya...mama mau bawa hadiah buat kamu!besok kamu ambil ya di rumah mama!"Aku mengangguk untuk nya.
...****************...
Hari ini aku ke rumah Mama Sari untuk janjian mengambil hadiah ku dari Mama.
Aku yang terduduk dengan bayangan Mas Adam.Semenjak kemarin dia belum menjawab pesanku,padahal dia sudah tahu jika aku wisuda kemarin tapi entahlah apa aku harus bahagia atau sedih?
Ini mimpiku sarjana dengan nilai yang memuaskan,karena akhirnya aku bisa membuktikan jika aku bisa meraih mimpiku membanggakan ibu dan bapak.Tapi,disisi lain ada rasa yang hilang.Lelaki ku jauh entah dimana
"Mbak Adel!"Deni yang datang dengan tiba-tiba."Kita harus ke Solo sekarang mbak!ada beberapa masalah di pabrik Solo,semua dewan direksi menunggu Mbak Adel!"Deni yang sedikit tergesa-gesa.
__ADS_1
"Aku?"bingung dengan maksud Deni.
"Iya...Pak Adam telah memberi kuasa pada Mbak Adel untuk memimpin perusahaan selama Pak Adam bertugas di militer!"jelas Deni.
"Mas Adam benar- benar memberiku kuasa untuk memimpin perusahaan nya?"aku yang masih belum percaya jika Mas Adam sejauh ini percaya padaku.
"Ada apa Den?"Mama yang datang membawa sebuah kotak kecil.
"Maaf Bu...Mbak Adel harus ke pabrik Solo sekarang karena ada beberapa masalah yang harus ditangani!"jelas Deni pada Mama.
"Oh...!Del maaf mama ga tahu harus kasih hadiah kamu apa tapi kamu sudah hadir ditengah-tengah mama dan Adam itu sudah rezeki yang tak terduga!sebenarnya ini adalah hadiah ulang tahun mama dari Adam sebelum Adam berangkat tugas kemarin! bukannya mama ga mau nerima tapi menurut mama kamu lebih pantas dan kamu adalah wanita pilihan Adam!jadi ini mama berikan ke kamu jaga ini baik-baik ya Del,anggap ini adalah mama yang selalu bersama kamu!"memberikan sebuah kotak kecil.
Aku menerimanya,kemudian aku membuka nya.Didalam kotak itu berisi sebuah kotak lagi berwarna putih kuambil dan kubuka.Saat kubuka dalamnya berisi sebuah kalung berliontin matahari.
"Mah...ini untuk mama,Mas Adam pasti memberikan nya khusus untuk mama!Adel ga bisa terima ini ma!"aku mengembalikan nya pada mama.
"Adel!jika nanti mama sudah meninggal semua yang mama punya akan menjadi milik Adam dan kamu!yang mama punya hanya kamu dan Adam!jika kamu tidak datang di hidup mama mungkin Adam tetap akan membenci mama!mama sudah kembali diterima Adam saja itu sudah lebih dari cukup.Jaga ini untuk mama ya!" mama yang tetap keukeuh memberikan kalung itu padaku.
"Mah....!"aku yang berusaha membujuk mama.
"Kalau kamu nolak berarti kamu ga sayang mama!"mama memaksakan.
"Hahaha!kamu tuh ya!"melotot dan mencubit hidungku mama pura-pura marah.
"Aduh!!!"Dan kami tertawa bersamaan.
"Mari Mbak Adel,nanti jam empat harus ada meeting penting bersama staf management!"Deni kembali.
"Ya!Mah Adel pamit dulu,mau jadi Pak Adam sebentar!" aku meringis sambil mencium tangan mama.
"Iya...buktikan pada Pak Adam jika kamu juga hebat!"mama memberiku semangat.
Setelah pamit dengan ibu aku langsung berangkat ke Solo dengan Deni.
Diperjalanan Deni menjelaskan semua poin meeting nanti.Aku juga bertanya jika belum cukup mengerti.
Setelah diperjalanan selama hampir empat jam kami tiba di perusahaan Mas Adam.Kedua kalinya aku kesini tapi kali ini tanpa Mas Adam.
__ADS_1
Aku sebenarnya sangat nervous tapi setelah ku pejamkan mata dan sekilas ada Mas Adam disini yang menggandeng ku penuh pasti.Aku menarik nafas panjang dan membenarkan kerudungku.
Deni yang sudah siap membukakan pintu mobil untuk ku sedari tadi menungguku siap.
Turun dari mobil,aku seperti diseret ke masa saat aku kesini diperkenalkan sebagai tunangan Mas Adam dan CEO pengganti.
"Mari Mbak Adel!"Deni mengarahkan ku.
Aku mengangguk,melangkah dengan pasti menuju ruang meeting yang diikuti oleh Deni dibelakang ku.
Sebelum aku sampai diruang meeting aku bertemu dengan sepupuku.
"Adel!"Mas Bagus menyapaku.
Aku seketika berhenti dan menoleh."Iya...!"jawabku.
"Kamu,kesini?"kata-kata Mas Bagus terhenti.
"Maaf Mbak kita sudah ditunggu!"Deni kembali mengarahkan ku.
"Maaf Mas,aku buru-buru nanti kita ngobrol lagi."Aku kembali melanjutkan perjalanan ke ruang meeting.
Setelah sampai diruang meeting ternyata aku sudah ditunggu oleh semua staf management perusahaan!Deni mengarahkan ku ke kursi utama.
"Meeting sore ini akan dipimpin oleh Ibu Adel selaku CEO pengganti Pak Adam!"Deni membuka meeting dan mempersilahkan aku duduk.
Semua departemen memberikan laporan dan presentasi.
"Baik...!Saya akan mengaudit semua laporan dari semua departemen dulu.Karena menurut saya dibatalkannya kontrak kerja sama ini adalah tanggung jawab dari semua departemen! jika terbukti ada kinerja departemen yang tidak maksimal departemen itu akan saya rubah sesuai kemampuan yang menurut saya Relevan!"aku yang sedang berusaha mencari solusi dari masalah yang sedang terjadi.
"Baik...!meeting kali ini cukup,kalian bisa kembali!"tegasku.
"Mas Deni tolong siapkan ruangan Mas Adam,dan semua laporan yang saya minta tadi."pinta ku pada Deni yang kini menjadi asisten pribadiku.
"Baik Mbak!Ada yang bisa saya lakukan lagi?"
"Tidak itu saja!"
__ADS_1
"Baik lima menit lagi ruangan Pak Adam akan siap!"Deni langsung mempersiapkan yang aku minta.
Aku menghela nafas panjang."Ini baru satu perusahaan!selama ini Mas Adam memimpin beberapa, masyallah!"aku mengusap wajah ku.