AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Pengakuan kak Gibran


__ADS_3

Hari ini aku mendapat kabar Kak Restu sudah sadar sepenuhnya.Hari ini kuputuskan untuk kerumah sakit.


Memang sengaja aku berangkat pagi-pagi sekali.Sesampainya di loby rumah sakit aku dipanggil oleh Kak Gibran yang sedang terduduk sendirian disana.


"Baru jam delapan,pagi banget Restu juga baru istirahat!"Dia berbasa-basi.


Jujur aku gugup ngobrol dengan Kak Gibran, karena kulihat dia sangat dingin juga tegas.Apalagi kalau teringat waktu dia bertemu Kak Desti,aku takut kalau dia tahu aku menguping nya.


"Iya Kak,ini kan udah liburan jadi langsung kesini aja!"


"Kamu sebenarnya sudah pacaran apa belum sih sama Restu?"tersenyum.


"Kami cuma temenan Kak!"Jawab ku singkat.


"Karena kamu sudah punya pacar!"


"Maksudnya?"


"Kamu pacaran sama Adam?"Dia to the point.


"Kak Gibran tahu dari mana tentang Mas Adam?"Aku tercekat kaget.


"Del... Kak Gibran mau tanya, jawab yang jujur karena Kak Gibran tidak suka kebohongan!"Dia menatap ku penuh keseriusan.


"Apa Kak?"


"Kamu suka sama Adam?"


Aku tak menjawab dengan satu patah katapun,hanya anggukan dan tak sanggup menatap matanya yang sejak tadi masih fokus pada ku.


"Oke... Kak Gibran terimakasih kamu sudah jujur!Lalu apa Desti pernah menemui kamu masalah Restu?"


"Iya kak pernah!"Aku masih tertunduk.


"Kamu tahu siapa suami Desti?"


"Tidak Kak!"


"Berarti kamu tahu semua cerita tentang Restu dan Desti?"


"Iya Kak! sebenarnya aku sudah menasehati kak Desti untuk hubungannya dengan Kak Restu,tapi masalah nya sampai kemana-mana!"Mataku mulai menatap ke segala arah menandakan kebingungan ku.


"Desti itu istriku Del!"


Aku menatap Kak Gibran yang kini tertunduk.


"Aku menikahinya secara agama, jujur aku sangat sayang padanya, dan aku menikah dengan Nisa karena kami dijodohkan!Dan Desti mencoba bunuh diri karena aku menikah!"Menerawang membayangkan disaat itu.


"Lalu,yang Kak Desti ceritakan masalah dijodohkan oleh orang tua nya itu bohong?yang masalah hutang piutang itu juga bohong Kak?"

__ADS_1


"Tadinya memang masalah hutang aku tidak tahu Desti pacaran dengan Restu,dia begitu manis juga penurut.Hingga akhirnya Kak Gibran tahu kalau dia juga menikah dengan laki-laki lain!"


"Menikah lagi?"


"Iya selama kakak berada diluar kota dia jalan dengan banyak laki-laki!Dia juga hampir mencelakai Nisa,lalu ku talak dia.Sekarang Restu malah jadi korbannya."Dia terlihat sangat menyesal.


"Aku ga ngerti Kak,ini semua membingungkan!"


"Tenang aja,kamu diawasi terus sama orang-orangnya Adam,aku tahu Adam sangat menyayangi mu tanpa banyak bicara tapi dia banyak bertidak!"Dia tertawa kecil.


"Kak Gibran aku masih ga ngerti!"


"Ini semua masalah Kak Gibran yang memulai,kamu hati-hati aja ya Desti sedang mempersiapkan orang-orangnya untuk menghancurkan keluarga Kak Gibran!Maaf karena ini semua kamu juga kena masalah!"Sepertinya dia sedang tidak baik hingga mengakui dosa-dosanya.


"Iya Kak semoga masalah ini segera berakhir,aku masuk dulu ya Kak!"aku pamit.


Aku masuk ke kamar Kak Restu,dia sedang dibujuk makan oleh mamanya,tapi tak mau.


"Assalamualaikum!"ketika aku masuk ke kamar Kak Restu.


"Wallaikumsalam!"Tante dan Kak Restu bersamaan.


"Kamu sudah datang Del! Alhamdulillah,tolongin Tante ya dari tadi Restu ga mau makan!"Mengeluh.


"Biar Adel yang suapin Kak Restu tante!"Aku meminta semangkuk bubur dari Mama Kak Restu.


"Ya udah Tante tinggal keluar sebentar ya!nitip Restu!"Titipnya.


Aku melihat Kak Restu tak mau menatapku.


"Kak makan dulu ya!" Berusaha membujuknya.


Dia masih terdiam tanpa sepatah kata pun hanya tatapan kosong.


"Kak... Kak Restu kenapa?ada yang bisa Adel bantu!"


"Maaf... Kak Restu cuma bisa ngrepotin kamu!"tanpa memandang ku.


"Siapa yang bilang?Adel ikhlas kok! kalau ini terjadi sama Adel Kak Restu juga pasti akan melakukan hal yang sama kan!"Alihku.


"Maafin Kak Restu ya Del cuma bisa buat kamu khawatir!"berusaha meraih tangan ku, air mata nya juga menetes.


"Kak...kita ini temen, seorang teman harus bisa saling menolong saling care!"Jawabku melembut.


"Maaf juga untuk kemarin!aku cuma bisa buat kamu marah,ga bisa buat kamu nyaman!"Menatap ku penuh keseriusan.


"Udah Kak ga usah dibahas, sekarang yang terpenting Kakak cepet pulih!Adel udah lupakan yang kemarin,udah maafin semuanya!"tersenyum.


"Makasih ya Del!"Menggenggam tanganku.

__ADS_1


"Sekarang makan dulu ya Kak,habis itu minum obat biar cepat pulih! Itu juga biar cepat dilepas,bentar lagi Kak Restu kan mau kuliah juga masa iya mau pakai gips!"Menunjuk tangan nya yang di gips.


Dia hanya tersenyum melihat tingkah ku.


"Makan ya Kak!"Aku membujuknya kembali.


Dia mulai membuka mulutnya ketika aku menyodorkan sendok bubur kemulutnya.Ku selingi dengan canda.Hingga semangkuk bubur habis dimakannya.


"Tadi aja ga mau! sekarang lahap banget sampai habis doyan apa lapar?"Godaku.


"Disuapin kamu jadi lapar!"Balasnya yang sudah mewarnai wajahnya dengan senyuman.


"Emmmh nge-gombal,ga mempan!"Aku melirik.


"Kamu cantik sekarang dengan berhijab!"Memujiku yang kini berhijab.


Ya keputusan ku berhijab sedikit banyak karena Mas Adam,dia yang begitu meyakinkan ku untuk ini.Walaupun aku berhijab tetap karena Allah,karena aku juga merasa nyaman dengan berhijab.


"Del...!"Melihatku melamun.


"Iya Kak!"Aku sedikit terkejut.


"Gimana pertandingan kamu kemarin?Menang dong pastinya!"


"Alhamdulillah Kak,aku juara dong Adel masa kalah!"Aku pura-pura sombong.


"Selamat ya! harusnya kalau tidak kecelakaan kakak bisa temenin kamu kemarin!"Dia kembali murung.


"Sudahlah Kak,yang penting ga terjadi apa-apa sama Kak Restu itu udah bersyukur!"Kembali menyemangatinya.


"Del makasih untuk semua nya sekali lagi!"


"Iya Kak!"Membalasnya dengan senyuman.


Tante dan Kak Gibran masuk.


"Gimana Del,Restu mau makan?"Tante Nugraha.


"Sudah tante!!habis sepiring-piringnya!"Candaku.


"Halah itu mah bisa-bisanya dia aja Ma... minta suapin karena ada Adel!"Menggoda nya.


"Iya Del dari tadi malam dia nanyain kamu terus!"Kak Gibran.


"Apaan sih Kak!lapor terus aja!"Restu melirik tidak suka jika dibahas.


"Sudah!!!Adek Kakak kalau kumpul ga pernah akur!"Tante Nugraha melerai kedua putranya berselisih.


Aku hanya tersenyum melihat tingkah keduanya yang saling nyiyir.Terlintas dipikiranku,jika kak Restu tahu kalau yang menikahi Kak Desti adalah Kakaknya sendiri apakah akan masih sama sekarang bercanda seperti ini.

__ADS_1


Semoga mereka tetap akur, jika Kak Restu mengetahui kalau mereka mencintai wanita yang sama.Semoga juga masalah ini cepat selesai.


Dan tiba-tiba aku teringat semua cerita kak Gibran tadi.


__ADS_2