
"Mari kek" -Ye Nǚshén
...|Setelah mengantarkan kakek tersebut keluar Ye Nǚshén kembali kedalam hutan...
"Baiklah tadi di lapisan ke tiga(3) hanya menemukan satu(1) hewan tingkat bumi sekarang di lapisan ke lima(5) akhir hanya menemukan tanaman² obat dan aku tidak membawa wadah Akhhh...."Frustasi -Ye Nǚshén
"Baiklah aku akan ke lapisan terakhir saja" -Ye Nǚshén
...|Saat di lapisan lima(5) akhir Ye Nǚshén menemukan gua dia merasa gua itu memangil dia...
"Kenapa gua itu sangat terang dan sepertinnya memangil namaku" Batinnya -Ye Nǚshén
"Apa sebaiknya aku memeriksannya ya tapi takutnya itu ilusi tapi juga takut di dalamnya monster tingkat tinggi" -Ye Nǚshén
...|Setelah menentukan akhirnya Ye Nǚshén memberanikan diri untuk masuk saat dia masuk seperti dia tergeret oleh sesuatu...
"Ehh apa ini mengapa sepertinnya aku tergeret oleh sesuatu" Ucapnya bingung -Ye Nǚshén
...|Setelah dalam masuk dia melihat pedang yang sangat indah dengan warna Elemen-elemen,,, Ye Nǚshén kira warna itu akan menentu apa elemen orang yang mempunyainya tapi perkiraan itu seakan menghilang melihat banyak tengkorak di bawahnya seperti orang yang akan mengambil tapi terbunuh oleh pedang itu...
"Pedang apa itu dan mengapa ada ukiran dengan warna seperti elemen apa itu pedang yang akan menyamakan elemen sang pemiliknya tapi... Mengapa banyak tengkorak manusia seperti hangus tapi tertinggal tengkoraknya saja" Batinnya -Ye Nǚshén
"Akhirnya aku menemukan pedang itu" Ucap seseorang dari belakang
"Astaga" Kaget -Ye Nǚshén
"Kakek mengapa kakek ada di sini" Bingung -Ye Nǚshén
"Aku bukan Kakekmu dan... sudahku duga kau tahu tentang pedang itu" Berlari kearah pedang itu
"Dia membohongiku... Seharusnya aku lebih waspada* Bergumam sendiri -Ye Nǚshén
"Akhirnya pedang ini milikku hahahahahah" kakek itu Ingin mencabut tapi saat sudah terangkat sedikit tiba-tiba Kakek itu bangus hanya meninggalkan tengkoraknya saja
"Aahh.... Menggapa bisa seperti itu aku harus keluar dari gua ini" Ingin berlari keluar tapi terdengar suara yang memangil Ye Nǚshén
"Ye Nǚshén kemarilah kau adalah pemilik pedang ini" Terdengar suara tapi tidak ada seorangpun di gua tersebut
"Siapa di sana jangan main-main deh gak lucu tau gak" Berteriak -Ye Nǚshén
__ADS_1
"Ambillah pedangmu ini milikmu"Ucap suara itu
"Tidak aku tidak akan mengambilnya bagaimana jika nasibku seperti mereka" Teriaknya lagi -Ye Nǚshén
"Pedang ini milikmu percayalah padaku" Tiba-tiba ada sebuah cahaya yang sangat menyilaukan
"Aku tidak ingin mati lagi" -Ye Nǚshén
"Nak aku adalah penjaga pedang ini aku tak mungkin salah pilih orang kaulah yang terpilih dan kau pemilik pedang ini aku telah menunggumu selama seribu (1000) tahun ini" Tiba-tiba cahaya itu memudar
"Apa itu..... Siapa dia mengapa tadi sangat terang.... Menungguku selama seribu(1000) tahun,,, aku hanya penganti dari pemilih tubuh ini.... Tapi akanku coba jika aku mati mungkin kah aku bisa hidup kembali" -Ye Nǚshén
...|Saat Ye Nǚshén mendekat seakan Cahaya dari pedang itu semakin terang dan Ye Nǚshén mencabut dengan mata tertutup karena dia takut jika melihat tubuhnya yang baru berapa hari di tempati akan hangus...
"apakah aku masih hidup" Membuka sebelah matannya "Astaga aku masih hidup... Pedang ini" Melihat -Ye Nǚshén
"Selamat kau pemilik selanjutnya pedang ini" Terdengar suara yang samar-samar
"Apa ada orang yang berbicara" Melihat sekeliling "Mungkin hanya perasaanku saja" -Ye Nǚshén
...|Tiba-tiba tangan Ye Nǚshén mengeluarkan cahaya dan saat cahaya itu memudar ada sebuah cincin yang melekat di jarinnya...
"Bahkannn akuhh tidak tahu hiihhhh kapann cincin emm inihh terpasang" Kesusahan untuk melepasnya -Ye Nǚshén
...¦Beberapa menit kemudian...
"Sudahlah tidak bisa di lepas biarkan saja lagi aku juga tidak masalah" Pasrahnya "Emm apa ini cincin dimensi ya... Ahh jangan fikir yang aneh-aneh mana mungkin" Menxubit pipinya sendiri -Ye Nǚshén
...¦Setelah dia bertanya pada dirinnya sendiri...
...|Ye Nǚshén keluar dari gua saat di luar gua dia di kejutkan oleh empat(4) hewan spiritual...
"Ahh maaf aku tidak menganggu aku akan keluar aku bukan tandingan kalian... Permisi" Mengangkat tangannya dan berjalan kesamping -Ye Nǚshén
"Yang Mulia kami tidak sekuat anda bagaimana kami yang lemah ini menyakiti anda" Ucap salah satu hewan itu
"Bagaimana kalian adalah hewan tingkat tinggi kalian saja jika ada di dunia ku jika masuk pemukiman warga akan di tangkap dan di amankan atau di bunuh" Batinnya dengan muka malas -Ye Nǚshén
"Bentar..... Tadi dia... Diaa... Berbicara" Kagetnya -Ye Nǚshén
__ADS_1
"Iya Yang Mulia Kami bisa berbicara" Bicara hewan lainnya
"Oke tenang mungkin semua hewan didunia ini bisa berbicara" Batinnya -Ye Nǚshén
"B... Baiklah perkenalkan diri kalian" -Ye Nǚshén
"Saya Singa Putih Aura Gelap dari bagia Utara" Perkenalkannya Sambil Bersujud
"Saya Laba-laba Benang Damaskus dari bagian Timur" Perkenalkannya Sambil Bersujud
"Saya Ular kulit besi dari bagian Selatan" Perkenalkannya Sambil Bersujud
"Saya Kalajengking Jiwa Iblis dari bagian Barat" Perkelankannya Sambil Bersujud
"Kenapa namannya pada eeee...." Senyum aneh "apa kalian tidak punya nama" Tanyanya -Ye Nǚshén
"Kami tidak punya Yang Mulia" Kompak mereka
"Bukankah dulu ada yang memegang pedang ini mengapa mereka tidak kasih nama kepada kalian" Tanyanya lagi -Ye Nǚshén
"Penjaga pedang ini sebelumnya telah ketingkat Surgawi dan mereka telah naik ke atas" Kompaknya
"Baiklah akan ku kasih nama kalian" Sambil mikir "Tapi kalian laki atau perempuan" -Ye Nǚshén
"Kami laki-laki Yang Mulia" Kompaknya
"Emm Bailkah Singa kau Li, Laba-laba kau jingmi, Ular kau Shen, dan kalajengking kau Tao" Setelah mengatakan itu Ye Nǚshén senyum dengan manis di balik cadarnya
"Terimakasih Yang Mulia" Kompaknya dengan nada yang sangat gembira
"Jangan pangil aku Yang Mulia pasti kalian lebih tua dari aku dan berapa umur kalian" Tanyannya dengan sedikit gugup -Ye Nǚshén
"Umur kami seribu(1000) tahun Ratu" Kompaknya
"Hah... Seribu" Kagetnya -Ye Nǚshén
...•Next•...
...~~~...
__ADS_1