AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
•Eps17•


__ADS_3

"Oh ya katamu aku adalah keturunan klan Ye murni maksutnya" Melanjutkan pertanyaannya yang sempat terputus -Ye Nǚshén


"Dari Klan Ye berasal hanya ada satu keturunan Klan Ye yang asli tidak tahu lahir dari klan Ye yang sebelumnya atau hanya menantu luar tapi sejak puluhan tahun yang lalu banyak keturunan klan Ye murni terkalahkan dan dari ramalan keberuntungan keturunan yang murni yang bisa mengalahkan dia adalah anda" Menjelaskan -Zuji


"Em jadi begitu" Mengangguk paham "Tapi bukankah jika aku tidak kesini dan pemilik tubuh ini tidak meninggal dia tidak akan bisa mengalahkannya dan pasti orang yang dimaksut 'Mengalahkan' adalah pria yang dulu" Batinnya heran -Ye Nǚshén


"Nona ini hidangannya silahkan di nikmati" Menaruh makanannya -Pelayan


"Baik terimakasih" Tersenyum di balik cadarnya -Ye Nǚshén


"Emm nona bagaimana anda makan" Bingung -Zuji


"Gampang saja" Menyelipkan makanannya kebawah cadar dan memakannya -Ye Nǚshén


"Ah baiklah" Mengerti -Zuji


"Cepatlah makan" Perintahnya -Ye Nǚshén


"Maaf nona saya tidak bisa" -Zuji


Berhenti... "Apa kamu ingat perkataan saya" Sinis -Ye Nǚshén


"A..Ah B..baiklah" Gelagapan -Zuji


...|Selesai makan...


"Oh ya Zuji apa kau tahu tentang pedang yang memiliki warna-warna elemen dan berada di dalam hutan?" Tanyannya pada Zuji


"Aku masih heran tentang pedang yang ku cabut tapi entah bagaimana pedang itu menghilang setelah aku mencabutnya" Batin -Ye Nǚshén


"Aku tidak tahu Nona tapi aku pernah dengar" Mencoba menginggat -Zuji


"Kamu pernah dengar dari mana" Mengangkat alisnya -Ye Nǚshén


"Ya aku pernah dengar, tidak sengaja mendengar perbicaraan Tuan besar Terdahulu dengan Tuan Besar saat masih kecil" Ucapnya gugup -Zuji


"Coba ceritakan padaku" Penasaran -Ye Nǚshén


"Aku mendengar bahwa ada pedang tapi keberadaanya sangat misterius banyak ahli yang mencari lokasi tempat di mana pedang itu tertancap tapi hingga hari ini mereka menghilang secara misterius konon katanya pedang itu akan di cabut oleh sang pemilik jika itu benar saat sang pemilik pedang itu pencapai Kultivasi tinggat Dewi penampilannya akan berubah..." Menjelaskan tetapi terpotong -Zuji

__ADS_1


"Bentar pedang itu akan di cabut oleh sang pemilik tapi mengapa mereka tetap kokoh ingin mencari lokasinya" Berfikir keras -Ye Nǚshén


"Ya karena itu adalah sifat manusia 'Ingin menguasai' karena katanya di dalam pedang itu tersimpan harta karun" -Zuji


"Emm lanjutkan ceritamu" Ingat jika perkataan Zuji tadi terpotong -Ye Nǚshén


"Baik... Penampilan sang pemilik pedang akan berubah seperti matanya akan dilingkari warna merah tapi teman Tuan Besar juga berkata jika matanya tidak terjadi seperti itu matanya malah akan dilingkari warna putih atau matanya akan berubah warna yang berbeda (kanan dan kiri) tapi yang bisa mencabut pedang itu hanya 'orang yang terpilih' saja" Jelaskannya dengan panjang lebar -Zuji


"Oh jadi seperti itu ya sudah kita tembali ke kamar istirahat besok aku akan latihan di hutan kamu temani aku" Perintahnya dan berdiri -Ye Nǚshén


"Baik Nona saya akan menemani anda" Berdiri dan memberi hormat -Zuji


"Baiklah aku juga sudah mengantuk" Bohongnya Nǚshén ingin melihat matanya terakhir kali dia lihat (Tadi saat berkaca) matanya seperti di lingkari cincin berwarna merah -Ye Nǚshén


"Baik Nona" Dengan sikap sopan mengikuti dari belakang


...|Di kamar...


•NǚshénPov


"Ya lihatlah matamu apa pedang yang kau cabut itu pedang yang di ceritakan Zuji" Gumamnya sambil memandangi matanya di depan kaca


"Tapi jika benar mengapa 'Aku Yang Terpilih' bukan pemilik asli tubuh ini" Fikirnya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang


-NǚshénPovEnd


"Nak" Suara laki-laki memangilnya namun suaranya samar terdengar di telinga Nǚshén


"Siapa di sana" Melihat sekeliling namun naas tak ada siapapun di sana yang ada di sekelilingnya hanya putih kosong


"Ingatlah aku telah mengirimkan pelayan kepadamu jangan nakal kakek ini tahu kau anak yang baik namun nasip kakek yang sial tidak bisa melihatmu tumbuh dewasa seharusnya kakek melarang ibumu untuk menikahi laki-laki b***ksek itu..." Terlihat samar-samar seorang pria dewasa semakin mendekat dengan mata berwarna biru cerahnya yang menampilkan dia tegas dan berwibawa dan rambut berwarna hitam dan tercampur putih pertanda dia sudah ber usia


"Siapa anda dan saya juga tidak pernah bertemu dengan anda" Mengerutkan alisnya


"Huff aku kakek mu mungkin jika aku menemukanmu sebelum nya kita bisa berbicara lama namun waktu kakek ini sudah hampir habis kakek hanya berpesan jadilah anak yang tangguh seperti ibumu kuat dan berwibawa jangan seperti ayahmu yang hanya bisa mengandalkan statusnya ingat nak aku selalu memantaumu dan selalu menjagamu di atas sana" Terdengar suara kecewa dari pembicaraan itu lalu kakek itu menunjuk atas dan dia berpamit agar Nǚshén menjadi kuat dan tanguh


"Waktu? Ibu? Ayah? Aku tidak faham dengan apa yang anda ucapkan" Bingungnya


"Nak kakek menyayangimu jagalah dirimu jika kau kesusahan ingat berkataan ini 'Simbol naga bersayap phoenix' itu akan membantu jangan ber tahu siapa pun kecuali jika kau menemukan pedagang kerajaan dengan Plat berlambang bulu kakek pergi dulu...." Perlahan laki-laki yang ada di depan Nǚshén berubah menjadi kepingan cahaya tapi dia bingung mengapa badannya seperti tidak bisa bergerak

__ADS_1


.......


.......


"Huhh... huhhh.. huhh. ada apa denganku ternyata hanya mimpi! siapa pria itu?" Nǚshén terbangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu -Ye Nǚshén


"Nonaa apa anda telah bangun" Teriak Pelayan nya dengan nada sangat khawatir -Zuji


"Masuklah" Memakai cadarnya dan menyuruh pelayannya masuk -Ye Nǚshén


"Nona apa anda benar tidak apa saya sangat khawatir" Zuji membuka pintu dan menutupnya kembali dan lanjut berlari sedang menghampiri Nǚshén -Zuji


"Memang ada apa" Tanyanya teheran -Ye Nǚshén


"Karena Nona tidak kunjung keluar dari kamar penginapan" Tanyannya lebih khawatir -Zuji


"Memang... aku tidak keluar sejak tadi malam bukan" Ucapnya dengan nada bertanya balik -Ye Nǚshén


"Nona anda tidak keluar selama satu hari dan ini hari ketiga kita berada di penginapan" Jelaskannya -Zuji


"Apa? apa itu benar" Kagetnya tak percaya -Ye Nǚshén


"Iya nona saya takut anda terluka tapi saya tidak berani masuk tanpa seizin anda" Tiba-tiba matanya berkaca-kaca -Zuji


"Eh... mengapa kamu menangis" Kagetnya kareba tiba-tiba pelayannya seperti orang yang ingin menangis -Ye Nǚshén


"T..tidak Nona saya hanya Khawatir saya tidak bisa menjaga anda tapi saya sekarang lega anda tidak apa-apa" Mengusap air di matanya -Zuji


"Sudahlah! apa kamu sudah makan" Ingat perkataannya bahwa dia khawatir Nǚshén jadi tidak tega melihatnya karena dia khawatir terhadapnya -Ye Nǚshén


"B.. Belum Nona bagaimana saya bisa makan jika anda tidak makan" Ucapnya gugup -Zuji


"Hah? benarkah jika begitu mari makan kau seharusnya makan saja jangan pedulikan aku kesehatanmu itu penting" Ucapnya dan langsung berdiri -Ye Nǚshén


"Nona memang sangat baik dan ramah sama seperti Yang Mulia Terdahulu" Ucapnya dengan nada yang penuh arti -Zuji


"Maksutmu Yang Mulia Terdahulu siapa aku tidak mengerti?" Mengerutkan alisnya -Ye Nǚshén


...•Next•...

__ADS_1


...~~~...


Jangan lupa pencet tombol jempol dan hati ya sampai bertemu di episode selanjutnya 👀 👍 ❤


__ADS_2