
Setelah perdebatan yang sebenarnya adalah kesalah pahaman kami saja.
Aku yang diselimuti oleh masalah dan amarah dan Adel adalah sebuah angin yang berhembus semilir.
Tanpa satupun kata, didalam mobil kami terdiam.
Aku mengantarnya pulang.Diapun masih tak mengucapkan apapun.Aku memandangi tubuhnya yang berjalan menjauhi ku.Kali ini aku adalah seorang pengecut, harusnya aku meminta maaf dan jujur kepada nya.
Kulihat dia mengusap wajahnya.
Lo bodoh Dam sudah membuatnya menangis!Sekarang Lo harusnya minta maaf!Ayo Dam kejar dia minta maaf.Lo sudah janji ga akan membuat nya menangis.
Tiba-tiba dia berlari keluar dengan tangis yang pecah.
"Mas...antar aku kerumah sakit sekarang!Mama kritis Mas!"Dengan tersedu-sedu.
Aku segera melajukan mobilku jujur aku sendiri merasa khawatir.
"Mama kenapa Del?"
"Mama sekarang di ICU Mas,kritis!"Kulihat Adel benar-benar khawatir dengan air mata yang semakin deras.
"Kamu tenang ya!Mama insyaallah kuat!Yakin pasti Mama akan baik-baik saja."Berusaha menenangkannya,menghapus air mata nya.
Sampai dirumah sakit,Adel langsung turun dari mobil dan berlari.Aku mengejarnya,Dia berlari kearah ruang ICU.Didepan ruang ICU sudah ada Erli dan Yuni assisten Mama.
"Mb Yuni gimana keadaan Mama?"Adel menanyakan kondisi Mama pada Yuni.
"Ibu drop Mbak Adel, karena memang kondisinya sudah tidak baik!"Terang Yuni.
"Tante Sari memang sudah mengalami gagal ginjal kronis lama,dan tadinya beliau mau cuci darah tapi setelah direkomendasikan untuk transplantasi ginjal awal nya beliau mau!Tapi entah mengapa akhir-akhir ini beliau tidak mau cuci darah tidak mau cek up dan mengundur operasinya."Erli menjelaskan,yang kutahu Erli bukan dokter spesialis dalam.Tapi kenapa tahu penyakit mama.
"Ya Allah Mama!"Adel kembali menangis.
"Udah...mama pasti kuat!kita berdoa yang terbaik untuk mama!"Aku mengelus kepala Adel.
"Kalau aku boleh kasih saran, tolong bujuk Tante Sari untuk segera melakukan operasi agar kondisinya lebih baik.Karena kedua ginjalnya sudah tidak ada yang bisa bekerja normal!"Saran Erli.
"Mbak Yuni tahu dimana anak Mama sekarang?"Tiba-tiba Adel menayakan itu pada Yuni.
Aku langsung melotot, memberi isyarat pada Yuni untuk tidak menjawab apapun.
"Adel...kita pikirkan nanti ya!kamu makan dulu,dari tadi kami belum makan!nanti kamu malah sakit!"Aku mengalihkan perhatian Adel.
__ADS_1
Erli yang tadinya juga ingin bicara hanya tersenyum,melihat tingkah ku.
Aku menggandeng Adel ke food court diarea rumah sakit.Memesankannya makan namun dia tetap tak mau makan.Hingga akhirnya kusuapi, awalnya dia tidak mau tapi karena malu akhirnya dia mau.
"Mah...Adel sayang sama Mama!sembuh dong Mah!"Adel menggenggam tangan Mama.
Kini kami diruang ICU.Ini untuk yang pertama aku melihat Mama sangat lemah.Benar-benar seorang wanita yang lemah tak berdaya.
Dia mungkin sudah tak bertahan jika tidak ada alat-alat penunjangnya.
Untuk yang pertama kali aku meneteskan air mata untuk seseorang yang tidak pernah ingin aku lihat seumur hidupku.
"Adel...!"Mama memanggil nama Adel.
"Mama...sembuh ya Mah!"Adel yang dari tadi tidak berhenti menangis tambah menangis melihat Mama yang terbangun.
"Adel Mama boleh minta tolong!"Mama kepada Adel.
"Apa Mah?"
"Mama ingin bicara dengan Adam boleh?"Suara mama sangat lemas.
"Boleh Mah!"Adel melihatku yang berada di dekat nya
Setelah Adel keluar,tangan Mama ingin meraih tangan ku.
"Adam...jika ini adalah yang terbaik untuk mama!Mama sudah ikhlas menerimanya!Maafin Mama yang sudah meninggalkan kamu sejak kecil...yang sudah menelantarkan kamu dan Aisyah.Jujur Mama melakukan itu semua demi kalian juga, sebenarnya Mama tidak ingin menelantarkan kalian,apa lagi Papa!Papa adalah satu-satunya laki-laki yang Mama cintai. Maafkan mama ya Dam!"Mama yang lemah,dan menangis.
Kali ini bongkahan karang itu tak bisa berpikir tentang dendamnya.Dimata dan hati ini hanya kenangan saat masih kecil,Mama yang sangat sabar menghadapi ku dengan segala kenakalan ku.
Kenakalan seorang anak kecil yang berlari mengejar kucing dan hampir ditabrak motor, dengan kesigapan sang mama akhirnya Mama yang tertabrak karena mendorong ku menjauhi motor tadi.
Aku yang sering sakit-sakitan dan ga mau ditinggal kan mama sedetikpun.
Dan masih banyak lagi kenangan masa lalu ku dengan Mama.Menari-nari diotak ku, mengingat kan semua yang telah terjadi di masa indah itu.
"Lupakan masa lalu...besok harus segera operasi,aku urus semuanya!Aku akan menunggu di depan ruang operasi!"Aku masih seperti bongkahan es.
"Semua demi Adel?"Mama kembali bertanya.
"Aku lihat ketulusan Adel,andai dia tahu sebesar apa sakit yang kurasa selama dua puluh tahun ini!Tapi ketulusannya melemahkan sakit yang kurasa."
Satu persatu pasti akan terbongkar.Sebelum semua dibongkar oleh orang lain.Aku harus jujur pada Adel.
__ADS_1
"Dia memang perempuan yang sangat baik.Sebenarnya Mama hanya ingin meminta maaf padamu,Mama banyak belajar dari Adel!Jaga dia,sayangi dia, jadikan dia satu-satunya dihidup kamu!Allah sudah memilihkan dia untuk mempertemukan kita!"
Yang mama katakan benar,Allah telah memilih Adel untuk menjadi air dalam masalahku dengan Mama.
"Istirahat,lekas membaik! mama harus secepatnya dioperasi! Maaf Adam belum bisa menjadi anak yang baik!"Aku mencium punggung tangannya.
"Maafkan mama juga!Mama terlalu takut untuk jujur, hingga akhirnya membuat keluarga kita hancur!"Mama menangis.
"Keluarga?Mama?"Adel tiba-tiba masuk tanpa kami sadari.
"Adel!"Aku kaget melihat kedatangannya.
"Jadi anak Mama Sari itu Mas Adam?"Adel menatapku tak berkedip mengisyaratkan dia sangat terkejut akan hal ini.
"Maafkan aku Del!"Aku merengkuh Adel yang mematung.
"Jadi...jadi selama ini aku dibohongi?"Dia berdiri mematung tanpa merespon ku.
"Maafkan Mas Adam Del!"Aku hanya bisa mengatakan permintaan maaf.
Adel berlari keluar,dia pasti sangat kecewa padaku.
"Kejar dia Dam!"Mama memintaku.
Ku kejar dia,yang menangis.Hatinya pasti hancur karena ini semua.
Ketika aku bisa menyusul nya kutarik tangannya dan ku rengkuh badan kecilnya kedalam pelukanku.
"Maafkan Mas Adam Del!Mas tidak bermaksud membohongi kamu!"Aku pun berderai air mata.
Dia hanya menangis dan mencoba melepaskan pelukan ku.Tapi aku semakin kencang memeluk hingga akhirnya dia lemas dan pingsan.
"Adel...Del...!"Aku menghapus air mata dipipi nya serta mencoba membangunkannya.
Dia sama sekali tidak membuka mata.Kugendong dan kubawa ke IGD aku sangat khawatir dengan kondisi nya.
"Del... maafkan Mas!"Aku sudah tak peduli dengan semua orang yang menatapku mondar-mandir dengan air mata.
Tak berapa lama dokter keluar dari IGD.
Mengatakan bahwa Adel tidak apa-apa dia hanya kelelahan.
Betapa leganya aku, tidak terjadi apa-apa padanya.
__ADS_1
"Del mas Adam janji ini terakhir Mas Adam bikin kamu nangis!"Aku mencium tangan nya.Dan dia belum sadarkan diri.