AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Kecelakaan


__ADS_3

Aku melangkah pulang dengan segala perasaan.


Bahagia karena kemenangan ku juga khawatir dengan kondisi Kak Restu.


"Sudah Mbak?"Deni padaku yang masih menungguku.


Aku mengangguk mengiyakan.


"Siapa yang sakit Mbak?"


"Kak Restu Mas!Dia kecelakaan tadi."Aku singkat.


"Semoga lekas sembuh untuk Restu!"Doanya.


"Amin... sekarang kita pulang Mas!"Masuk kedalam mobil dan kami menuju pulang.


Ponselku bergetar ternyata Mama Sari.


"Hallo assalamualaikum Ma?"


"Wallaikumsalam...selamat ya sayang atas kemenangan kamu,mama bangga sama kamu!" Antusias memberiku selamat.


"Terimakasih Ma... gimana kabar Mama?"Melemah.


"Alhamdulillah baik... Mama lagi di Singapura mungkin minggu depan baru pulang! Besok kita atur skedul ya setelah Mama pulang,kita jalan bareng!"


"Iya Ma... sehat-sehat ya Ma!Ya udah,Adel baru perjalanan pulang, assalamualaikum!"tutupku.


Disepanjang perjalanan aku masih terdiam.


Demi aku?apa benar demi aku?semua pertanyaan datang seakan memojokkan ku.


"Mbak Adel diminta makan dulu sama pak Adam!"Deni memecah lamunanku.


"Pulang saja Mas,aku pengen istirahat!nanti aku makan dirumah aja!"Kepala ku benar-benar pusing,tak kurasakan lapar hanya ada perasaan bersalah pada Kak Restu.


"Baik Mbak!"


Sampai dirumah aku mendengar suara bapak dan ibu sedang ngobrol.Sengaja aku tak mengucapkan salam.


"Besok bapak akan mencoba mencari pekerjaan baru buk,doakan saja semoga lancar dan yang terbaik."Suara bapak,dengan lemah dan terdengar sudah mengikhlaskan.


"Bapak mau cari pekerjaan baru?"Nyelonong obrolan ibu dan bapak.


"Adel! kamu sudah pulang nduk!"Bapak yang kaget melihat ku sudah berada di rumah.


"Sudah pak! Adel masih belum mengerti ucapan bapak mau cari pekerjaan baru?bapak masih bekerja di pak Handoyo kan?"Mencoba meyakinkan diri sendiri.


"Bapak dipecat Nduk! karena sudah ada yang menggantikan posisi bapak lebih muda lebih mengerti!"Bapak menjelaskan.


"Tapi bapak kan melakukan kesalahan kenapa harus dipecat?"Aku mulai meneteskan air mata.


"Sudahlah nduk mungkin rejeki bapak di pak Handoyo hanya segini,besok bapak akan mencoba mencari pekerjaan baru!"Memaksa untuk menerima kenyataan.


Aku masih belum mengerti dan percaya,ku tenggelam kan wajahku dibantal.Air mata mulai deras isakan kutekan.Ingin rasanya aku berteriak.


Apa lagi ini Tuhan?


Ponselku berdering satu panggilan tanpa nama.Sebenarnya aku tak ingin mengangkatnya,hingga beberapa kali panggilan memaksaku untuk mengangkatnya.

__ADS_1


Mengatur nafas dan kuredam tangisku.


"Hallo!"Sisa isakan masih terdengar.


"Gue udah peringatin Lo buat jauhin Restu!"Terdengar ancaman.


"Ini siapa sih?"Penasaran.


"Ini untuk terakhir kalinya Gue peringatin Lo ya jauhin Restu,kalau Lo ga bisa diingetin Lo akan ngerasain jauh yang lebih dari sekarang!"Tutupnya.


"Sebenarnya dia siapa sih?Ini yang kedua kalinya aku ditelepon orang ga jelas! Maksudnya dia juga apa?"Aku menerka tapi tetap tidak mengerti.


Tiba-tiba Rifi menelpon ku,


"Hallo, assalamualaikum Fi!"


"Wallaikumsalam,kamu dirumah Del?"Terdengar khawatir.


"Iya Fi aku dirumah, kenapa?"Aku masih terisak.


"Aku ke sana ya!"


"Iya...!"


Telepon Rifi langsung terputus.


Aku kembali memikirkan seseorang yang menelpon ku tadi.Apa ini semua ada hubungannya dengan kecelakaan Kak Restu?


Apa yang menelpon ku tadi ke Kak Desti?Tapi tadi yang kudengar suara laki-laki.Kalau benar Kak Desti kenapa dia lakukan ini pada ku?Lalu kecelakaan kak Restu, bukannya dia sayang pada Kak Restu?


"Assalamualaikum!"Seseorang mengetuk pintu,dan mengucapkan salam.


"Wallaikumsalam!"Jawabku, melangkah membuka pintu.


"Kamu kenapa Fi?"


"Kangen tahu!"Dia masih memeluk ku dengan erat.


"Kamu kesini naik motor?"Aku melihat sebuah motor matic terparkir.


"Iya... kenapa?"Dia memelototi ku.


"Alfian kemana?"


"Ya kerja lah anak konyol!Heran aku sama kamu ga masuk akal kalau tanya!"Nyelonong masuk ke kamar ku.


"Wahhhh!Jadi sekarang sudah ada yang punya si cewek konyol satu ini."Memandangi foto ku dan Mas Adam.


"Heh anak cacingan,tumben tiba-tiba kesini?"Aku menutup pintu kamar.


"Aku tuh kangen sama kamu tahu ga! tiba-tiba aja,tahu kan orang bunting kalau ada maunya gimana?"


"Iya sih!"Aku yang kembali memikirkan semua kejadian hari ini.


"Kamu kenapa Del?"


"Aku capek Fi!"merebahkan tubuhku diatas kasur.


"Pertandingan kamu gimana?"

__ADS_1


"Aku menang Fi juara satu!"Bangga ku,dengan senyuman simpul.


"Wah hebat dong kamu!Terus Kenapa tu muka sedih habis nangis ya kamu?"Melihat sisa air mata dipipi ku.


"Kak Restu kecelakaan Fi!"Cerita ku singkat.


"Haaaa kecelakaan?kapan dimana?"Cerocos nya.


"Aku kurang ngerti di mananya, katanya dia tadi mau lihat aku tanding,terus kecelakaan nabrak trotoar, sekarang dirumah sakit tangannya patah kepala nya ada sedikit benturan sampai sekarang belum siuman."Aku menceritakan yang kutahu.


"Lalu, sekarang kamu nangis karena dia?Kamu sayang sama dia?"Menatapku tajam.


"Jujur Fi,aku mulai sayang dengan Mas Adam,nyaman aku merasa dimengerti dia yang sangat dewasa tidak pernah menuntut ku apapun.Tapi akhir-akhir ini Kak Restu juga mendekatiku dia perhatian hingga aku sudah dikenalkan dengan keluarganya.Jujur aku sudah menutup rasa ku untuk Kak Restu,aku anggap rasa itu telah berlalu karena aku tahu dia masih sayang sama mantan pacar nya."Mataku menerawang.


"Lalu,"


flashback on


Kamu ga beneran suka kan sama Restu?"


"Maksud Kak Desti apa?"


"Aku tahu Restu sedang dekat dengan kamu!Orang tua Restu juga sudah dekat dengan kamu!Aku lihat kamu juga nyaman dengan hubungan kalian."


"Kak! Aku dan Kak Restu hanya berteman.Dan dekat dengan keluarga Kak Restu juga bukan Aku yang minta!"


"Del aku sayang sama Restu!Aku ga bisa ninggalin dia!"Kelopak matanya mulai penuh.


"Kak!Sadar Kak Desti sudah punya suami,jangan seperti ini kasihan Kak Restu!"meremas tangan kak Desti.


"Tapi aku sayang sama dia!Aku ga bisa jauh dari Dia."air matanya mulai tak terbendung.


"Kak! sayang cinta itu tak selalu harus memiliki.Cinta itu bukan melawan takdir tapi rasa ikhlas, kalau Kak Desti dan Kak Restu berjodoh suatu saat nanti akan disatukan!"Aku berusaha memberikan pengertian.


"Aku sudah menjalani takdir yang Tuhan berikan padaku,tapi kenapa Tuhan tidak memberikan Restu padaku?"Matanya membola seakan menyimpan rasa sakit dan kemarahan.


"Itu tanda Allah sayang pada Kak Desti, sekarang mungkin untuk sementara kalian dipisahkan,tapi suatu saat nanti kalau berjodoh pasti akan dipersatukan."Aku mengelus-elus punggungnya.


Kak Desti beranjak pergi meninggalkanku sendirian, sepertinya dia tidak puas dengan obrolan kami tadi.


flashback off


"Jadi sampai mantan nya nemuin kamu?"Kaget.


"Iya... Kak Desti itu anak bos nya bapak,ya kamu tahu lah dikampung ini siapa ga kenal dia!"


"Gila ya tuh cewek udah bersuami juga!"Menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dan Mama Kak Restu kemarin minta aku untuk menerima Kak Restu, supaya ga berhubungan lagi dengan Kak Desti."


"Waduh,secara tidak langsung kamu dilamar Del?"Dia terheran dengan semua yang kuceritakan.


"Ya aku ga ngerti maksudnya!Mamanya hanya bilang seperti itu!"


"Lah terus Mas Adam?"


"Aku ga tahu Fi, hubungan kami juga ga jelas!"


"Ga jelas gimana?"

__ADS_1


"Ya pacaran ga temenan juga lebih dari itu!Dia ngasih aku segala fasilitas,tapi dia masih ngegantung hubungan kami!"


"Yang sabar ya Del...yakinin dulu hati kamu mau pilih yang mana,baru kamu melangkah!"menggenggam tanganku,dan menyemangatiku.


__ADS_2