
"Yang sabar ya Del...yakinin dulu hati kamu mau pilih yang mana,baru kamu melangkah!"menggenggam tanganku,dan menyemangatiku.
Aku memeluk Rifi.Ingin rasanya ku salurkan rasa yang sekarang ku bendung di hati dan pikiran ku.
"Udah jangan nangis,Adel yang aku kenal dulu lebih tangguh dari Mak lampir!"Dia terkekeh.
"Dasar...!"Aku mencubit lengannya dengan halus.
"Adeh...!"Rifi berjingkat.
"Gimana keadaan calon ponakanku?Dia sehat kan?"Aku mengelus perut Rifi yang mulai membuncit.
"Sehat dong, kemarin habis cek up lagi."Ku lihat Rifi sangat bahagia, mengelus perutnya.
"Alhamdulillah, sehat-sehat ya kecil...ntar kalau udah lahir main sama Tante Adel!"Aku mengajak bicara perut Rifi.
"Aku tahu kamu cewek yang kuat,kamu juga cewek yang hebat,kalau hanya kondisi seperti ini pasti bisa kamu lewati!"menyemangati ku.
"Makasih ya Fi...kamu hamil gini kesini naik motor demi aku,jadi terharu."Aku meringis.
"Tadinya mau diantar Alfian tapi dia ditelepon Mamanya ada urusan penting katanya,ya udah aku naik motor aja!"
"Alfian masih kuliah atau kerja?"Aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkan semua yang terjadi dengan ngobrol ringan.
"Dia kuliah tapi kerja juga,kita buka loundry kecil-kecilan gitu lumayan lah buat nambah tabungan aku lahiran besok!"
"Alhamdulillah kalau gitu!"
"Del udah sore aku pulang dulu ya, Alfian juga ngabarin udah otewe pulang!"
"Iya... sekali lagi makasih ya Fi!"Kami saling berpelukan lagi.
"Kalau ada apa-apa atau butuh apapun hubungi aku ya!"
"Iya!"
"Aku pulang ya... assalamualaikum!"Pamitnya.
Secara bersamaan Rifi pulang,Mama Kak Restu datang.
"Adel!"Langsung memeluk ku diiringi Isak tangis.
"Ada apa tante?"Aku bertanya-tanya apa yang terjadi, pikiran ku tertuju pada Kak Restu.
"Restu belum mau membuka matanya,dia memanggil nama kamu terus!"Dan masih menangis.
"Lalu Adel harus bagaimana tante?"
__ADS_1
"Kita kerumah sakit sekarang ya sayang,mungkin dengan kamu disana Restu bisa cepat siuman!Tante mohon ya Del!"
"Iya tante!"Aku mengangguk.
Kami berangkat bersama-sama, setelah sampai di rumah sakit aku masih melihat Kak Restu terbaring tak berdaya hanya dia sedang memanggil-manggil satu nama yaitu namaku.
Aku berjalan mendekatinya,meraih tangannya perlahan aku mengelus-elus punggung tangannya.
"Kak...ini Adel,Adel udah disini...Kak Restu bangun ya... kasihan Om dan Tante."Mencoba membangunkannya.
Berulang kali aku mencoba mengajaknya bicara agar dia terbangun,namun masih tak ada reaksi.
Adzan isya berkumandang,aku meminta ijin untuk pamit shalat.
Ya Allah sembuhkan lah Kak Restu ya Allah,hamba mengerti hidup mati jodoh rezeki berada di tangan Mu,ijinkan Kak Restu sembuh ya Allah,amin.
Doaku untuknya.
Aku kembali ke kamar perawatan Kak Restu,disana masih ada Om dan Tante Nugraha, serta Kak Gibran.
Semua memandang ku ketika aku memasuki ruangan itu.
Kudekati lagi Kak Restu.
"Kak Adel udah maafin Kak Restu,Adel juga minta maaf semua hanya salah paham."Aku mungkin seperti orang gila yang mengajak ngobrol orang koma.
"Kak...Kak Restu!iya ini Adel Kakak bangun ya!"Aku bersemangat melihat reaksinya.
Bola matanya mulai bergerak-gerak perlahan diujung matanya juga meneteskan air mata.Secara perlahan matanya mulai terbuka.
"Adel!"Dia kembali memanggil namaku.
"Iya Kak ini Adel, Alhamdulillah Kak Restu sudah siuman!"
Om dan Tante Nugraha serta Kak Gibran juga mendekat.Tante Nugraha memeluk kak Restu dengan tangisan pecah.Om Nugraha dan Kak Gibran tersenyum lega dengan kondisi Kak Restu,yang seharian ini terjadi.
Kak Gibran memberi tahu dokter jika Kak Restu sudah sadar,dan dokter sedang memeriksa dan mengobservasi Kak Restu.Kami diminta untuk keluar.
Kulihat Tante Nugraha sangat bahagia,begitu juga Om Nugraha kelihatan sangat lega.
Berbeda dengan Kak Gibran yang sibuk dengan ponselnya, berulang kali dia mengetik sesuatu dan membalas pesan-pesan.Ya mungkin karena dia seorang pengusaha jadi masih mengurus beberapa pekerjaan nya.Apalagi istrinya juga sedang hamil.
Aku memang sengaja berdiri agak sedikit menjauh.Kulihat sudah jam sepuluh malam, bapak juga sudah mengirimi ku pesan meminta ku pulang.
Kalau pulang jam segini udah pasti ga ada angkot.Minta antar pulang keluarga Kak Restu mereka pasti masih ingin disini.
Terpaksa aku mengirim pesan pada Deni,untuk menjemput ku pulang.Dan sudah pasti dia tidak akan menolak permintaan ku.
__ADS_1
Aku pamit pada keluarga kak Restu.
"Kak Gibran antar Del!"Menawariku.
"Ga usah Kak,Adel dijemput temen Kak!Nanti pamitin sama Kak Restu insyaallah besok Adel kesini lagi!"
Aku melangkah keluar rumah sakit.
Saat berjalan di lorong yang sedikit sepi,ada seseorang yang menarik tanganku dan dengan refleks aku menepis tangan nya.Seseorang itu terjatuh.
"Sialan Lo Del!"Ternyata Kak Desti.
"Maaf Kak,maaf Adel kaget ga sengaja!"Aku membantu nya berdiri,tapi dia menepis tangan ku.
"Lo tuh ga tahu diri banget jadi orang! Ngapain disini?"Dia terlihat sangat emosional.
"Jenguk Kak Restu Kak!"
"Gue udah peringatin Lo untuk jauhi Restu,muka badak banget sih! Restu itu masih cinta sama gue!Kalau Lo masih ga bisa di peringatkan,Lo dan keluarga Lo hancur!Ngerti!!!"Dia membentak ku.
Kemudian pergi meninggalkan ku.
Aku masih tidak percaya,Kak Desti yang ku kenal ramah,sopan,lembut menjadi wanita yang kasar.
"Mbak Adel!"Deni menyudahi lamunanku.
"Mas Deni,kok ada disini?"aku tergagap kaget.
"Saya khawatir dari tadi saya hubungi mbak Adel ga bisa,jadi saya putuskan untuk menyusul kesini!"
Apakah Deni tadi melihat Desti melabrak ku? Semoga saja tidak,aku takut dia menceritakan ini pada Mas Adam!
"Iya Mas tadi ga sengaja ketemu sama temen ngobrol bentar, ponsel ku low batt aku lupa!"Aku meringis menutupi ke gugupan ku.
"Kalau begitu mari kita pulang Mbak! Sudah hampir jam sebelas malam!"Deni menuntun aku untuk berjalan lebih dahulu.
Aku masih belum mengerti dengan Desti yang tadi melabrak ku.Dia sudah memiliki suami tapi kenapa masih mengejar Kak Restu?Lalu apa maksudnya dia akan menghancurkan aku dan keluargaku?apa bapak dipecat karena Desti?
Kalau benar begitu betapa jahatnya dia.Bapak tidak bersalah.Urusannya dengan ku bukan dengan bapak atau ibu!
Hari ini benar-benar membuatku menguras tenaga dan pikiran.
Mas...aku kangen kamu!Kamu selalu ada buat aku,tapi sekarang kamu jauh banget.Mas...aku pengen cerita!
Air mata ku menetes deras, andai saja Mas Adam ada disini dia pasti sudah menghiburku.
*Kangen adegan Adam jahil sama Adelšgimana kalau kalian???
__ADS_1
Tinggalkan jejak ya!