
"Maaf Tuan tapi aku tidak percaya" Ucap laki-laki itu dengan keras -Rei
"Ayo lah aku sudah menahan malu ini" Batin / Menunduk untuk menyembunyikan mukanya -Ye Nǚshén
"Jika kamu tidak percaya itu urusan kamu bukan urusan ku" Sembari menekan aura di sekitarnya tapi tidak di tempatnya
"Pengeran Xian mari kita pergi obati lukamu terlebih dahulu" Dengan menunjukkan nada khawatirnya -Jian Xinai
"Benar Rei obati luka-lukamu dulu dan dia adalah tunanganku silahkan pergi" Dengan sedikit memberatkan suaranya dan melembutkan nadanya -Ye Nǚshén
"Siapa wanita itu mengapa dia berani memanggil Pangeran Xian dengan nama belakangnya bahkan aku saja tidak di perbolehkan" Kesalnya tapi menutupi dengan raut wajah khawatir -Jian Xinai
"Benar Pengeran sebaiknya obati dahulu luka anda" Mensejajarkan kudanya -Gu Zhanshi
"Baiklah jika Nona menyuruh saya, jika Nona ada waktu tolong mampirlah di kerajaan Angin kerajaan saya, saya memerima kehadiran Nona kapan saja" Menundukkan kepala dan memajukan kudanya -Rei
"Pangeran Xian sampai menunduk sebenarnya siapa wanita itu" Kesalnya tapi dia tahan -Jian Xinai
Setelah ketiga orang itu pergi laki-laki itu masih memeluk Nǚshén dengan senyuman yang tidak pernah luntur
"Tuan apa anda sudah bisa melepaskan saya" Kesal Nǚshén tapi di tahan dengan nada lembutnya sambil memberontak -Ye Nǚshén
"Tidak bisa" Memper erat pelukannya
"Mengapa.. dan juga mengapa kamu membantuku" Memberontak sekuat tenaga -Ye Nǚshén
"Karena kamu tunanganku" Melepaskan pelukan nya
"Tidak, tidak, tidak aku bukan tunanganmu" Jawabnya cepat sambil mengelengkan kepala -Ye Nǚshén
"Bukankah kamu tadi bilang Nona" Menyilangkan kedua tangannya ke dada
"Itu.. karena aku terpaksa" Dengan nada dingin dan tatapan dinginnya lalu Nǚshén berdiri -Ye Nǚshén
"Mau ke mana" Tanyanya sambil memgang tangan Nǚshén
"Mau mengejar mereka" Melirik dan mencoba melepaskan tangan pria itu dari tanganya
"Tidak tanya namaku dulu" Memegang tangan Nǚshén lebih erat
"Siapa Namamu Tuan" Dengan nada lembut dan mencoba melepaskan tanganya lagi -Ye Nǚshén
"Namaku Leo ingat baik-baik Tunanganku" Berdiri dan mencolek hidung Nǚshén -Leo
"Kamu..." Tunjuknya -Ye Nǚshén
"Ada apa sayang" Ucapnya sambil memeluk pingang Nǚshén dan tersenyum manis -Leo
"Sa..sayang?" Mengepalkan tangannya "Bisa minggir gak" Menahan amarahnya -Ye Nǚshén
"Engak nanti kalok dilepas kamu ngejauh" Mengeratkan pelukannya -Leo
"Leo Singa kan" Mengubah topik -Ye Nǚshén
"Kamu tau? dari siapa?" Melepaskan pelukan nya -Leo
"Tau lah" sedikit berjalan mundur "Orang Leo itu zodiak singa" Batinnya -Ye Nǚshén
"Sebenarnya kamu siapa" Memajukan badannya mensejajarkan dengan Nǚshén -Leo
"Aku? Manusia" Melompat turun -Ye Nǚshén
"Kamu tahu dari siapa jika Leo itu singa" Mengikuti langkah Nǚshén -Leo
"Aku tahu dari sikap mu.. oh ya jika bisa bertemu lagi jangan panggil aku angap kita tidak mengenal satu sama lain" Melompat ke atas dengan cepat sambil melambai -Ye Nǚshén
"Dasar wanitaku" Smirk "Tapi bagaimana dia tahu Leo itu singa.. yang tahu hanyalah keluarga besar kerajaan saja" Menyenderkan tubuhnya ke pohon yang ada di sampingnya sambil berfikir -Leo
__ADS_1
.........
"Akhirnya bisa lepas juga dasar laki-laki gila jika bukan dia sudah membantuku aku akan langsung menendang nya" kesalnya sambil melompat dari pohon ke pohon untuk mengejar dua kuda tadi dan mengikutinya -Ye Nǚshén
...Tidak lama Nǚshén bisa mengejar dua kuda itu dia melihat dua laki-laki itu sudah mulai merasakan efek racun itu tapi...
...Nǚshén juga tak percaya karena di sana ada sebuah desa...
"Ck sangat beruntung" Mengelengkan kepalanya sembari melihat dua laki-laki itu di papah oleh beberapa pemuda -Ye Nǚshén
"Sudahlah aku akan ke kerajaan di mana lah itu tempatnya nanti aku kabari Zuji saja" Menginggat sesuatu "Aku sudah mengabari Zuji belum jika perang sudah selesai" Mengaruk kepalanya yang tak gatal sembari mengingat-ingat -Ye Nǚshén
"E..em" Mengangkat bahunya tidak tahu dan mengambil gelang lalu menyambungkannya ke gelang satunya -Ye Nǚshén
"Siapa di sana" Teriak anak kecil dari bawah
"Tidak ku sangka aku ketahuan dengan anak kecil" Tawanya kecil sembari menutupi mukanya malu -Ye Nǚshén
"Hewan buas" Melompat turun dan melindungi anak itu "Awh.." Tidak sengaja tangannya tercakar oleh hewan itu "Akh.. dasar kelinci mata tiga sialan" Memasukkan jarum anginnya tepat di jantung kelinci tersebut -Ye Nǚshén
Ya kalik mau nebas kepalanya di depan anak kecil (⌒o⌒)
"Nona apa anda baik-baik saja" Mencoba melepas pelukan Nǚshén
"Aa.. imutnya" Mencubit pipi anak kecil itu -Ye Nǚshén
"Noanah" Tidak bisa berbicara dengan jelas
"Hehe maaf" Melepaskan cubitannya -Ye Nǚshén
Memegang pipinya yang merah akibat di cubit "Nona anda terluka" Baru sadar saat lengan Nǚshén turun dan darahnya menetes di tanah
"Tidak apa aku baik-baik saja sebaiknya kamu pulang sekarang sudah lewat tengah malam banyak hewan buas yang berkeliaran" Menyamakan tingginya dengan anak itu dan memegang pundaknya -Ye Nǚshén
"Tapi jam segini bagus buat mencari obat-obatan" Berbisik ke Nǚshén
"Tidak" Mengelengkan kepala "Nona sudah menyelamatkanku walau Nona mengambil juga Nona akan menyisakan nya untukku" Berbicara dengan percaya diri
"Baiklah sekarang kamu pulang nanti ada binatang buas lagi" Ingin menyembuhkan luka nya tapi terhalang -Ye Nǚshén
"Astaga" Kaget anak itu mengagetkan Nǚshén
"Ada apa" Melihat sekeliling dengan cepat
"Ada mutiara darah" Menutup mulutnya dan melihat sekeliling
"Mutiara darah?" Melihat ke kanan ke kiri dengan pelan -Ye Nǚshén
"Di bawah Nona" Menunjuk-nunjuk bagian bawah lengan Nǚshén yang terluka
Melihat ke bawah pelan "Ini" Mengambil satu bola merah kecil yang ada di bawahnya dan memberikannya ke anak itu "Ini pil darah? gak gak kamu salah" Ingin menyembuhkan dirinya tapi terhenti lagi -Ye Nǚshén
"Yangyang sudah kakak bilang jangan keluar malam itu berbahaya" Seorang perempuan lari dengan berteriak sambil menghampiri anak yang ada di depan Nǚshén
"Kakak maaf aku hanya ingin mengambil beberapa tanaman obat" Anak itu berbicara sambil menundukkan kepalanya
"Sudah kakak bilang biar kakak saja" Perempuan itu mensejajarkan tubuhnya dengan anak itu lalu memeluknya
"Sudah lah aku sebaiknya pergi" Berbalik badan dan ingin melompat tapi terhenti lagi
"Nona.. kakak Nona ini yang menyelamatkan ku" Melepaskan pelukan dan menunjuk Nǚshén
"Nona terimakasih sudah menyelamatkan adik saya" Menundukkan badannya
"Tidak aku hanya kebetulan lewat saja" Berbicara tanpa membalik badannya -Ye Nǚshén
"Kakak Nona ini terluka karenaku dan lihat aku menemukan 'Pil Darah Beku' padahal ini musim dingin" Menunjukkan pil yang ada di tangan mungil nya
__ADS_1
"Apa Pil Darah Beku" Kaget perempuan itu "Bagaimana bisa.. cepat sembunyikan sebelum para pemimpin Klan mengetahui nya" Refleks perempuan itu berbalik badan dan menaruh pil itu di kantong uang yang ada di bagian pingang bawah kiri
"Tapi kita tidak tahu siapa pemiliknya Kak" Ucap anak itu polos
"Ambil saja jika kalian membutuhkannya" Ucap Nǚshén yang membuat dua orang itu tersadar jika tidak hanya mereka yang ada di sana / Sambil berbalik
"Terimakasih Nona" Menundukkan badannya untuk yang kedua kalinya
"Nona anda terluka bagaimana jika anda saya obati di rumah saya terlebih dahulu" Ucapnya yang di angguki anak kecil di sampingnya sambil tersenyum
"Imut sekali" Batinnya "Baiklah aku terima" Ucap Nǚshén yang membuat anak itu tersenyum tambah lebar -Ye Nǚshén
...Sampai di rumah anak itu...
"Maaf Nona jika rumah saya biasa saja" Ucap perempuan itu canggung
"Tidak rumah saya juga sama" Mengelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis -Ye Nǚshén
"Mari Nona masuk" Memberi jalan untuk Nǚshén masuk
"Tidak perlu sesopan itu kamu lebih tua dariku" Berjalan masuk -Ye Nǚshén
"Hahaha" Tawanya canggung sambil mengaruk lehernya yang tidak gatal
...Yangyang nama anak yang di temui Nǚshén dan yang membuatnya terluka...
...Yaoyao nama kakak dari anak itu...
...Selesai di obatin...
"Nona sudah selesai" Membenarkan pakaian Nǚshén
"Terimakasih.." Menganguk dan tersenyum tipis -Ye Nǚshén
"Tidak ini salah adik saya yang membuat anda terluka" Mengeleng kan kepalanya dan membersihkan obat-obatan yang terjatuh
"Oh ya mengapa kamu dan adikmu tidak di.." Tanyanya sambil menunjuk arah ke desa itu -Ye Nǚshén
"Ah itu.." Canggungnya dan menggaruk lehernya yang tidak gatal
...•Next•...
...Perkenalan Tokoh...
•Yangyang
°Kekuatan Air tingkat dua, tingkat dasar
°Umur 8 tahun
•Yaoyao
°Kekuatan Api tingkat tiga, tingkat rendah
°Umur 17 tahun
...**Fokus kemuka abaikan yang lain...
...Selamat berpuasa**.....
...▄︻̷̿┻̿═━一 ( ̄3 ̄) ⌐╦╦═─ (・´з`・)...
...o\=\=[]::::::::::::::::> (♡˙︶˙♡)...
__ADS_1