AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Restu


__ADS_3

Restu flashback


Jam menunjukan pukul sembilan malam.Rasanya ingin menemui Adel tapi pasti dia sedang tidak mau menemui ku lagi.


Ku membuka tutup ponsel ku.


"Sepi banget!"Sambil scroll ponselku dan menemukan nama Adel disana.


Beberapa hari ini aku memang sangat posesif pada Adel.Padahal aku hanya beralasan pada Mama dan Papa untuk menutupi hubunganku dengan Desti.Tapi entah mengapa akhir-akhir ini aku selalu tidak suka jika ada orang lain yang dekat dengannya.Apalagi Deni,ya walaupun dia hanya diminta Mas Adam untuk menjaga Adel.


Entahlah Desti juga bersifat posesif padaku.Dia memintaku untuk tidak menjadikan alasan Adel.


Ponselku berdering.


Tak ada nama disana,aku sudah terbiasa mungkin itu Desti.Kupikir karena kami sedikit berdebat tadi sore,aku ingin memperbaikinya.


"Hallo...!"


"Hallo, assalamualaikum Res!"Suaranya asing,tapi sepertinya aku pernah mendengarnya.


"Ini siapa?"Sedikit ketus.


"Ini Mas Adam Res!kamu masih ingat?"Dia sangat ramah.


"Mas Adam teman Mas Gibran?"


"Iya,gimana kabar kamu?"


"Baik Mas!ada apa Mas?"Tiba-tiba aku tidak suka ketika mengerti yang menelpon ku Mas Adam.


Ada rasa rival dalam dada ini.


"Oke... ternyata kamu tidak suka-basa basi!Kamu suka sama Adel?"Dia to the point.


"Maksudnya?"Aku pura-pura tidak mengerti.


"Kamu laki-laki yang tidak suka basa-basi,tapi sekarang pura-pura tidak mengerti!Mas Adam hanya ingin tahu kamu sayang sama Adel atau tidak?"Dia mulai menekankan kata-katanya.


"Lalu apa hubungannya dengan Mas Adam aku sayang atau tidak dengan Adel?"Jujur aku tak berani menjawab karena banyak yang kutakutkan.Jika ku jawab tidak aku tidak ingin jauh dari Adel,jika ku jawab iya aku juga takut kehilangan Desti.Posisiku saat ini sangat sulit.


"Boleh Mas Adam simpulkan?"


"Kalau aku sayang sama Adel Mas Adam bisa jauhi Adel?"Pikirku untuk menyerangnya balik.


"Aku akan melepasnya untuk siapapun,asal bisa bahagiakan dia memberikannya tempat ternyaman dan teraman!tapi aku tidak akan membiarkan satu laki-laki pun mendekati nya kalau laki-laki itu hanya untuk menduakan nya."Dia sangat tegas.

__ADS_1


"Lalu kenapa Mas Adam tidak menjauhinya,karena aku menyayanginya!"


"Tinggalkan Desti!"Memotong kata-kata ku.


"Apa sih mau Lo?"Aku semakin ber-amarah.


"Pikir saja dulu,aku beri kamu kesempatan buktikan jika kamu sayang sama dia.Satu kali saja kamu menyakitinya,kamu ga akan lihat dia selamanya!"tutupnya.


Sialan,aku diancam.Jujur aku benar-benar seperti diinjak-injak.Aku hanya mengenal Mas Adam sekilas dia selalu ramah bahkan dulu mama selalu mencarinya jika tak datang kerumah sepulang sekolah.Tapi hari ini dia terdengar seperti singa yang bersiap menerkam mangsanya.Dia memang tidak meledak-ledak seperti laki-laki bodoh,tapi dia lantang memperjuangkan seorang wanita,yang saat ini juga sudah mencuri perhatian ku.


Ponselku kembali berdering.Nama Desti disana,namun terputus.Dan dia mengirim pesan,


Temui aku di Cafe City sekarang


Ini juga kenapa tiba-tiba ngajak ketemuan,katanya tadi bilang mau ke balik ke Jogja.


Ok


Balasku.


Sebenarnya aku sedang tidak ingin menemui Desti,tapi aku tak mau dia selalu merajuk.


Kuraih kunci mobil dan bergegas menemui Desti yang sudah menungguku.


"Mau kemana Res?"Mas Gibran melihatku keluar dari kamar menuju ke pintu keluar.


"Ya udah hati-hati,jangan clubing ga dikasih uang jajan Lo ntar!"Ganggu nya.


Aku hanya membalasnya dengan senyuman.Dan meneruskan langkah.Kupacu mobil dengan sedikit cepat, karena aku tahu Desti tidak suka aku telat.


Dua puluh menit aku sampai di tempat kita janjian.Aku diarahkan seorang waiters untuk ke roof top,karena pasti Desti ada disana.


"Kamu telat aku ga suka!"Ketika dia melihatku.


"Kamu ngabarin tiba-tiba!"


"Karena kamu sekarang sibuk dengan selingkuhan mu itu!"Dia mulai membuat perdebatan.


"Adel maksud kamu?"


"Nah itu langsung tahu! berarti benar kan?"Dia mengulang-ulang.


"Kamu tahu sendiri bagaimana aku ke Adel! kenapa sekarang dipermasalahkan?"Aku masih berusaha bersabar karena aku tahu dia cemburu.


"Kamu,itu mengambil kesempatan didalam kesempitan!hanya menggunakan alasan untuk hubungan kita dengan menggunakan dia, padahal dia sekarang ada di hatimu dan pikiran mu!"Dia mulai meledak-ledak.

__ADS_1


"Lalu aku harus gimana? Semua sudah terlanjur,dari awal kamu setuju untuk hal ini.Aku harus bagaimana?Kamu kira aku ga sakit melihat kamu punya suami,aku hancur Des... sekarang hanya karena Adel yang sudah berjasa dalam hubungan kita kamu salahkan dia,kamu jelouse sama dia.Aku bingung sama kamu!Aku selalu ada buat kamu tapi hanya karena hal ini kamu ga percaya lagi sama aku!"Aku berusaha memberikan pengertian.


"Aku percaya sama kamu tapi kamu yang memanfaatkan kepercayaan ku!Jauhi dia sekarang."Desti menekan ku.


"Aku akan jauhi dia tapi kamu harus lepaskan suamimu!"


"Maksudnya?"


"Kalau kamu bisa menjadikan hubungan mu dengan suamimu alasan kenapa hubungan kita backstreet, kenapa Adel tidak?"


"Itu beda Res!Aku menikah karena untuk keluarga kamu juga tahu itu,kalau kamu dengan Adel itu karena kamu sudah ada rasa sama dia!"


Perdebatan kami berakhir karena aku meninggalkannya sendirian disana,aku tak ingin melanjutkan perdebatan itu karena amarah kami masing-masing,pasti tidak akan menemukan titik temu.


Aku memacu mobilku dengan kencang,otak ini rasanya penuh.Sekarang aku berpikir ingin meninggalkan Desti karena jujur aku takut jika papa mama dan mas Gibran tahu tentang hubungan kami.


Tak tentu arah, tiba-tiba mobilku berhenti di depan rumah Adel.Aku memandanginya,sepi karena ini sudah jam dua belas malam.Pasti si polos itu sudah pulas.


Adel cewek yang baik dia juga tidak pernah menyakitiku, bahkan dia selalu ada untukku.Dia menerima ku tanpa alasan.Aku terlalu jahat jika menduakan nya.Benar kata Mas Adam,aku harus menjadi tempat ternyaman dan teraman untuknya bukan untuk menyakitinya.


Besok dia akan tanding di final.Aku harus datang, menemaninya memberinya semangat.


Ku putar balik mobilku dan kembali pulang.


Panggilan entah yang keberapa kalinya dari Desti namun tak ku jawab.Dia juga mengirimkan puluhan pesan,yang ku biarkan.


Hari ini aku sudah bertekad menonton pertandingan Adel.


"Mau kemana sayang?"Mama yang melihatku sudah berdandan rapi.


"Mau nonton plus temenin Adel tanding Ma,doain Adel menang ya Ma!"Mencium tangan Mama.


"Iya sayang pasti dong,doain calon mantu!"Tersenyum menggodaku.


"Restu pamit ya Ma... assalamualaikum!"Pamitku.


"Wallaikumsalam!"Jawab Mama.


Aku memutuskan untuk menaiki motor kesayangan ku karena sudah agak telat.Didalam perjalanan aku berpikir memberikan hadiah untuk Adel,pikirku aku memberikan bunga agar dia memaafkan ku.


Dalam perjalanan aku merasa ada seseorang yang mengikuti ku, atau itu hanya perasaan ku.


Disebuah jalanan yang sedikit sepi tiba-tiba ada sebuah motor yang memotong jalanku.Aku berusaha menghindarinya namun aku malah menabrak trotoar jalan dan terpental jauh dari motor ku.


Dan aku mulai tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Sayup-sayup ku dengar tangis seorang perempuan,yang ku hafal suaranya.Dia memanggil-manggil namaku,tapi terdengar jauh.


Ingin rasanya aku menjawabnya,namun berasa berat.Hingga suaranya tak terdengar lagi.


__ADS_2