AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
•Eps18•


__ADS_3

"Maksutmu Yang Mulia Terdahulu siapa aku tidak mengerti?" Mengerutkan alisnya -Ye Nǚshén


"Yang Mulia Terdahulu adalah kakek anda Nona"Jawabnya -Zuji


"Ah... baiklah kau keluarlah dulu aku akan mandi dan berganti pakaian" Ucapnya sambil berdiri dan berjalan ke belakang untuk mandi -Ye Nǚshén


...|Dua puluh menit kemudian...


"Nona apa tidak perlu saya siapkan air hangat" Ucapnya pelan tapi masih terdengar -Zuji


"Tidak perlu keluarlah dan pesankan makanan" Teriaknya dari belakang -Ye Nǚshén


"Emm Nona tapi anda ingin makanan apa" Bingungnya -Zuji


"Aku mau 'Dumpling, Sup daging domba, Mapo Tofu dan minumannya 'Teh Krisan' pesanlah dan uangnya ada si pinggir ranjang" Teriaknya lagi -Ye Nǚshén


"A.. Baik Nona" Memberi hormat pergi dan menutup pintunya -Zuji


...|20 Menit kemudian...


|Menggunakan hanfu hitam putih dan cadar hitam



"Huff aku mau lihat bagaimana nanti reaksi dia saat aku terkena serangan" Gumamnya sambil mengikat cadarnya -Ye Nǚshén


"Emmm wajahku tidak buruk juga saat menggunakan cadar" Memegang wajahnya "sebentar" saat mengikat cadarnya Nǚshén melihat di belakang telingga kanannya seperti terukir gambar bungga


Bukan dia senang menemukan tanda itu melainkan dia terkejut apa yang dia lihat 'Red Spider Lily' atau juga 'Lycoris Radiata' itulah yang ada di fikiran nya saat ini



"Hah gambar ini seperti Red spider 'lily' aku ingat saat cosplay seperti wallpaper yang aku gunakan bukannya itu bungga... k..kematian" Nǚshén terdiam sejenak lalu ia sadar dari lamunannya


"Sudah pasti Zuji menungguku dan aku harus menutupi gambar ini" Segena mengeluarkan make up yang di buat -Ye Nǚshén


...|Sebenarnya dia tidak menutupi nya juga tidak masalah tapi jika dari belakamg atau samping tanda itu terlihat jelas...


...|Nǚshén turun dan menghampiri Zuji yang sudah sangat terlihat khawatir...


"Astaga Nona saya fikir anda terluka" wajah khawatirnya terganti dengan wajah senangnya -Zuji


"Ah maaf salam nona makanan anda telah tersedia" Sadar dari bicaranya dan langsung memberi hormat -Zuji


"Tidak usah memberi hormat jika kita sedang berdua dan cepat makan pasti kau lapar" Duduk di depan bangku yang tadi Zuji duduk ki -Ye Nǚshén


"Emm... baik Nona" Tersenyum dan duduk kembali -Zuji


...|Selesai makan...


"Emm Zuji apa kau tahu tentang gambar atau tanda di tubuh" Tanyannya -Ye Nǚshén


"Maaf Nona saya tidak tahu" Kecewa -Zuji

__ADS_1


"Ah tidak apa aku hanya penasaran saja" Melihat perubahan dari sikap Zuji "Apa maksut gambar seperti tato ini" Batinnya -Ye Nǚshén


"Apa kamu masih lapar?" Tanyannya -Ye Nǚshén


"S..saya sudah k..kenyang Nona" Tidak tahu harus berkata bagaimana karena pertanyaan itu tidak sepantasnya di ucapkan majikan ke pelayan nya -Zuji


"Baiklah oh ya malam ini kita sudah harus pergi karena sepertinya ada seseorang yang akan datang" Serenyum miring 'Tersenyum sebelah' -Ye Nǚshén


"Maksut Nona?" Gingung bagaimana bisa di luar masih salju dan ini juga baru pagi dan sangat dingin -Zuji


"Zuji apa kau mau menjadi pelayan ku yang sebenarnya?" Tanyanya -Ye Nǚshén


"Saya mau Nona" Dengan raut wajah yang sangat senang -Zuji


"Jika kau mau... Pergilah ke Kerajaan Langit dan tunggu aku di sana dan pakai gelang ini aku akan kesana juga menggunakan gelang yang sama jadi kau bisa tau aku" Memberikan gelang giok hangat -Ye Nǚshén



"T..tapi nona saya tidak bisa meninggalkan anda sendiri di sini" Ucapnya mulai panik -Zuji


"Tidak apa jika kau mau saja jika tidak juga bukan urusan ku" Meminum tehnya -Ye Nǚshén


"A.. nona apa tidak ada selain itu...." Terhenti -Zuji


"Aku tidak punya waktu untuk membahas itu jika kau mau terima dan pergi jika tidak tinggal dan ku tinggalkan" Dengan nada dinginnya "Cepatlah ada yang menuju ke gubuk tua" Batinnya -Ye Nǚshén


"Baik Nona anda harus menjaga diri dengan baik saya akan menunggu di kerajaan langit" Mengambil gelang itu dengan dua tangan -Zuji


"Khawatirkan dirimu dulu dan ini uang untuk mencari penginapan di sana dan untuk makan" Memberikan seratus koin emas dari dimensi -Ye Nǚshén


"Ambil lah dan pergi tunggu aku di sana" Teras Nǚshén supaya dia mengambil uang itu -Ye Nǚshén


"B...baiklah saya akan menunggu anda di sana" Memberi hormat dan pergi menggunakan 'Seribu langkah bayangan' untuk ke kerajaan Langit -Zuji


"Aiss ini masih pagi kenapa ada yang datang" Sebelum hewan spiritual Nǚshén tertidur mereka memberi tau jurus yang mereka gunakan dan itu untuk merasakan siapa yang datang ke hutan kegelapan 'Jarak penguasa' adalah nama jurus itu dan bisa merasakan siapa yang mendekat dan memasuki wilayah nya -Ye Nǚshén


"Eh bukanlah tadi Zuji menggunakan 'Seribu langkah bayangan'... emmm dia kan emang kekuatannya bayangan tapi bukannya bayangan gak ada di kekuatan orang normal" Menginggat ada berapa kekuatan di dunia ini -Ye Nǚshén


"Sudahlah 'Seribu langkah bayangan'" Berlari dengan kekuatan bayangan -Ye Nǚshén


...|Sampai gubuk tua...


"Untung baju yang dulu masih ku simpan" Memakai hanfu lusuhnya -Ye Nǚshén


...|setengah jam kemudian...


"Woy putri kami mengirim baju yang besok akan kau pakai dan baju baru seharusnya kau berterimakasih" Ucap prajurit dari luar dengan suara lantang


"Dan kami juga akan membawamu ke kerajaan" Ucap prajurit lain dengan suara yang tak kalah lantangnya


"Dasar prajurit tak tahu status" Gumamnya dan berjalan keluar -Ye Nǚshén


"Apa kau membawa keluarga kerajaan" Ucapnya lemah -Ye Nǚshén

__ADS_1


"Tidak dan mereka juga tidak akan mau menemui putri seperti mu" Ejek prajurit lain


"Emm bagus jika begitu" Tersenyum puas dan menggeluarkan pedang dari dimensinya -Ye Nǚshén


"Hahahah lihat lah putri sampah bisa mengangkat pedang hahha" Semua prajurit tertawa terbahak-bahak


'Srak' "Tadi kau mengatakan apa" Melangkah cepat dan memotong leher sang prajurit -Ye Nǚshén


"Hey... mengapa dia bisa melangkah secepat itu" Merinding dan berbisik kepada prajutrit di Sampingnya


"Putri kau membunuh prajurit kerajaan" Datang ketua prajurit itu


"Ya bukankah dia pantas karena telah membicarakanku" Ucapnya santay -Ye Nǚshén


"Sepertinya rumor itu tidak benar badan ramping, sehat, kulit seputih salju yang turun, dada yang besar padahal kau baru akan memasuki remaja" setelah ketua prajurit mengatakan itu lalu maju mendekati Nǚshén


"Jika kau mau menjadi wanitaku aku akan memberimu apa yang kau inginkan bagaimana" Membuka cadar Nǚshén


"Apa wajah putri bukannya buruk rupa bagaimana bisa" ucap prajutir terkejur


"Ah kau membuka cadar ku" Berpura-pura terkejut -Ye Nǚshén


"Wajahmu sangat cantik sayang jika tidak memilikimu" Sudah terpesona dengan wajah Nǚshén


"Tapi maaf aku tidak butuh laki-laki bej** sepertimu" Menusuk leher ketua prajurit sengan pisau kecil milik nya yang di keluarkan dari dalam dimensi -Ye Nǚshén


"Ketua.... Beraninya kau membunuh ketua" Kesal para prajurit


"Ah aku lupa dengan kalian" Melemparkan jarum yang telah di oles 'Racun api ungu' -Ye Nǚshén


"Ahh jarum apa.. ini.."


"Tubuhku.. rasannya terbakar.."


"Akhh.. dasar putri breng**k" Melemparkan pedangnya


"Cih pedang kecil" Menangkapnya dengan dua jari -Ye Nǚshén


Mereka melebur hingga menyisakan tulangnya saja


Dan tanpa Nǚshén sadari dia dari tadi di perhatikan oleh seseorang


"Yang Mulia mengapa anda pergi ke hutan ini" Seorang pengawal datang di samping pemuda itu


"Diam lah aku sedang memperhatikan seseorang" Dengan tatapan sinis


"Ingatlah walau aku sampah aku Seputih Salju, Secantik Bulan, dan selembut bunga tapi aku Selicik Rubah dan setajam pedang... Aliran sungai akan berubah jika aku menggubahnya" Tersenyum manis seperti tidak punya dosa -Ye Nǚshén


"Menarik aku suka..." Lalu pergi dan di susul oleh pengawalnya


"Eh aku merasa ada yang mem perhatikan ku" Melihat ke salah satu pohon yang besar dan ditutup oleh salju -Ye


...•Next•...

__ADS_1


...~~~...


__ADS_2