AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
konflik(ADAM POV)


__ADS_3

Siang ini sebenarnya keperluan ku sudah selesai dengan kantor,aku bisa saja pulang ke Semarang siang ini juga.


Tapi aku meminta Deni untuk men-skedul ulang semua urusan ku.


Aku meminta Erda menyusul ku ke Jakarta.Jujur aku memanfaatkan waktu cuti Erda,harus aku selesaikan semua.Sebelum tugas negara memanggilnya lagi.


"Ini Desti dan suaminya ada di Jakarta juga!"Erda menyeruput kopi.


Sekarang kami berada disebuah cafe,yang disebrang jalan yang sama adalah hotel dimana Desti dan suaminya menginap.


"Aku sebenarnya ingin bertemu dengan dia,tapi cukup empat mata!bisa ga Er?"Aku meminta Erda untuk mempertemukan ku dengan Desti.Karena yang kutahu dia sedang berada di Jakarta menemani tugas suaminya.


"Ga ketemu sama lakinya sekalian?"Erda menawarkan.


"Ga usah!belum waktunya.Suaminya itu berurusan dengan Gibran dan Restu, bukan dengan gadisku!"Aku menikmati pemandangan jalanan ibukota yang padat siang ini.


"Kapan mau ketemu?"


"Sekarang!"Aku adalah seseorang yang tidak suka membuang waktu,apalagi bertemu dengan seseorang seperti Desti.


Erda sibuk dengan ponselnya,tak berapa lama ada seseorang yang datang.


"Bisa?"Erda memang berbeda dengan saat dia berbaju prajurit negara.Badannya yang berotot, berwajah khas Jawa sehingga tidak ada yang tahu bahwa sifatnya bisa berubah saat bertugas.


"Bisa,ingin sekarang bos?"Laki-laki itu pada Erda.


"Ya!"Jawab nya santai.


Laki-laki itu hanya mengangguk dan pamit pergi.


"Sebenarnya kamu tuh tadinya mafia apa gimana Er? Dimana-mana ada,di Medan ada di Jakarta ada, sampai di Surabaya hampir semua preman kenal kamu!"Aku mencairkan suasana hatiku yang sebenarnya sudah tidak sabar untuk bertemu Desti.


"Dari kecil hidup gue nomaden bos! maklumlah!"Erda terkekeh.


"Kaya monyet aja nomaden!"Aku menimpalinya.

__ADS_1


"Dia udah ready!kita kesana sekarang?"Ternyata anak buah Erda memang kerja cepat juga.Ini adalah kesalahan sebenarnya, karena kita adalah abdi negara.Tapi aku juga salah jika membiarkan kelakuan Desti terus menerus.


Aku mengikuti Erda memasuki hotel tempat menginap Desti dan suaminya.Masuk kedalam lift, kemudian naik kelantai dua puluh.Ketika kami keluar dari lift sudah ada yang menunggu kami dan mengarahkan kami kesebuah kamar.


Kami masuk kesebuah kamar suite room.


Seorang wanita duduk disebuah kursi menghadap ke jendela hotel.


"Apa mau kalian?"Desti langsung menyergap pertanyaan ketika mengetahui kami datang.


"Assalamualaikum!"Adam mengucapkan salam.


"Ga usah basa-basi,aku tahu maksud kalian!sekali kalian berurusan dengan ku, kalian akan menghadapi suamiku!"Gertaknya.


"Hehehehe...oke, Kalau kamu memang suka to the point!Kamu mau ngakui sendiri perbuatan kamu atau kami yang akan membongkarnya?"langsung pada poko permasalahan.


"Maksud kamu?"Desti pura-pura tidak mengerti.


"Tadi ga mau basa-basi, sekarang pura-pura tidak mengerti!perlu story' telling nyonya Desti?"Aku mencoba untuk membuat nya tidak berbelit-belit.


"Kalau kamu tahu! kenapa masih main-main dengan ku?"Aku menyombongkan diri.


"Kamu itu siapa?kamu hanya seorang tentara,sesuka hati aku mau ngelakuin apa!toh juga tidak merugikan kamu juga!"Desti benar-benar perempuan yang sudah tak berbatas.


"Hampir membunuh dua nyawa kamu bilang sesukamu!Waw.... sejak kapan negara ini tidak punya hukum?"Aku masih berusaha untuk tidak terpancing emosi.


"Siapa?Siapa maksud kamu?"Suara Desti mulai meninggi.


"Aku beri kamu waktu,satu kali dua puluh empat jam kamu ga mengaku apa yang telah kamu perbuat kamu akan tahu siapa yang kamu hadapi sekarang!Oh ya satu lagi, jangan sekali-kali kamu sentuh gadis ku,aku tahu sedikit saja kamu menyentuhnya kamu akan tahu bagaimana rasanya hancur!"Aku yang berdiri membelakanginya lalu pergi meninggalkan dia disana.Erda yang juga selalu berada dibelakang ku mengekori ku.


"Apa yang akan kamu lakukan jika dia tidak mau mengakui kejahatannya?"Erda ketika kami berada di dalam lift.


"Habisi bisnis keluarganya!agar dia tahu juga apa yang dirasakan Adel selama ini."Aku membayangkan wajah Adel, ketika aku bertugas dia menghadapi banyak masalah.


Ketika dia harus terpisah jarak denganku, Bapaknya dipecat dari pekerjaannya dan harus banting tulang untuk pekerjaan barunya.Hingga harus kehilangan bapaknya,itu semua karena Desti.

__ADS_1


Karena rasa cemburu pada Adel hingga menghalalkan segala cara!


"Ini bukan Adam yang ku kenal!"Erda terheran dengan keinginan ku.


"Dia yang memaksaku untuk seperti ini!"Aku tak mengindahkan keheranan Erda.


"Jangan salah langkah bos!demi seorang wanita Lo jadi buta akan melakukan apa saja!"Menasehati ku.


"Dia wanita yang pantas untuk dipertahankan dibela dan dicintai!"Aku berlalu pergi meninggalkan Erda yang menatap ku heran.


Aku menghubungi Deni untuk kepulangan ku ke Semarang.Aku Flight malam ini juga,ingin segera bertemu dengan gadisku.


Sampai di rumah,ada sebuah mobil yang terparkir diluar pagar.Seperti ku kenali tapi aku masih berpikir bukan orang yang ku maksud.


Memasuki halaman rumah dan memarkirkan mobil,aku disambut Pak Odi si penjaga rumahku.


"Malam Mas!"sapa Pak Odi.


"Malam Pak Odi, diluar mobil siapa?"Aku menunjuk sebuah mobil yang terparkir tadi.


"Mobil Ibu Mas! sekarang Ibu ada di dalam menunggu Mas Adam."Pak Odi.


"Iya makasih Pak Odi!"Dia menurunkan koperku dari dalam mobil dan membawanya kedalam rumah.


Memasuki ruang tamu,aku menemukan seorang wanita yang sejujurnya tidak ingin ku temui lagi.


"Adam,kamu baru pulang?"Mama menyapaku ketika aku mendekatinya.


"Mau apa kesini?aku lagi ga terima tamu!"Kataku dengan tegas.


"Duduk Dam,Mama mau ngobrol dengan kamu!Mama minta waktu kamu sebentar saja.Atau Mama minta Adel agar kamu mau bicara dengan Mama?"Dia seperti mengancamku.


"Jangan pernah libatkan dia, siapapun yang berani memanfaatkan dia akan berurusan dengan ku!"Aku yang balik mengancamnya.


"Mama ga pernah memanfaatkannya,Mama juga ga tahu kalau kamu sedang dekat dengannya,Mama bertemu dengannya tidak sengaja,dia perempuan baik dia juga sangat sayang padamu!Mama tidak ingin mencampuri urusan pribadi mu yang mama ingin hanya memberitahumu Mama sudah mendapatkan pendonor ginjal yang cocok dan dalam waktu dekat Mama akan melakukan operasi pembedahan!Mama mohon,Mama hanya ingin dioperasi jika kamu berada di samping Mama!Yang Mama miliki hanya kamu,dan kita tidak tahu umur seseorang,mungkin saja umur Mama tidak akan lebih lama lagi.Operasi ini kemungkinan berhasil hanya lima puluh persen,sisanya hanya kuasa Allah.Dari itu semua jika ini adalah akhir umur Mama,yang Mama inginkan hanya berada kamu disamping Mama!Mama permisi."Mama meninggalkan rumah ku dengan linangan air mata.

__ADS_1


Dalam hatiku yang terdalam aku sangat merindukan seorang Mama,tapi aku tidak ingin mengingat jika karena dialah yang aku harus kehilangan Papa dan Aisyah.


__ADS_2