AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Dua orang yang berada karakter


__ADS_3

"Tapi kamu ga ada masalah kan Del sama Mas Adam?"Rifi tiba-tiba bertanya.


"Fi... sebenarnya aku bingung!"Aku memikirkan semua tentang hubungan ku dan Mas Adam.


"Ada apa Del? cerita sama aku!"Rifi mendekatiku.


"Aku kecewa Fi sama Mas Adam!"Aku menghela nafas berat.


"Kecewa kenapa?"Rifi semakin ingin tahu.


"Ternyata Mama Sari itu mama kandung Mas Adam Fi!Mama Sari juga bohong sama aku tentang hal ini sebenarnya! Merasa membohongi ku berjamaah!"Aku tersenyum pahit.


"Ya mungkin mereka belum siap aja cerita sama kamu! atau mereka ada sesuatu yang terjadi,ya kita positif thinking aja!"Rifi menenangkan ku.


"Iya tapi ga gini caranya Fi! Semua yang Mas Adam sembunyikan semuanya sekarang terbongkar!Coba deh kamu bayangkan Fi gimana menurut kamu kalau kamu jadi aku!Dokter yang menangani Mama Sari itu mantan pacar Mas Adam,dokter itu cantik,pinter juga dari keluarga yang setara dengan Mas Adam yang berada.Sedangkan aku,aku anak yatim Fi aku juga hidup bergantung pada Mas Adam.Dan selama ini hubungan antara aku dan Mas juga ga jelas, tanpa status! sedang cewek itu pernah pacaran sama Mas Adam!Apa aku masih bisa berharap dari sebuah hubungan yang ga jelas ini?Atau selama ini hanya aku yang ke baper an dengan kebaikan Mas Adam ?"Mataku mulai berkaca-kaca.


"Sabar ya Del!Aku ga mau komentar apapun,kamu teman aku Mas Adam juga teman aku! Yang aku rasakan kalian itu sama-sama memiliki rasa sayang!Hanya mungkin sekarang sedang salah paham! Kalau Mas Adam itu memang jodoh kamu, Allah pasti akan melabuhkanya bersama kamu."Rifi memelukku.


Beberapa saat aku menangis di pelukan Rifi.Hingga aku sedikit tenang,kami melepaskan pelukan.


"Udah jangan nangis, seorang Fadela Hanifa nangis?Ga ada dalam kamus besar kamu Del!"Rifi menghiburku.


Aku tersenyum tipis.


"Makasih ya Fi aku sedikit lega sekarang! Tadinya aku mau cerita sama ibu tentang ini tapi aku takut ibu jadi kepikiran!"


"Kamu bisa cerita sama aku kapan saja! kalau Mahes ga rewel tapi!"Rifi mencairkan suasana.


"Lihat Mahes tidur gini adem ya Del?"Aku memandangi wajah Mahes yang sedari tadi tidur pulas.


"Iya Del,Mahes hadiah terindah setelah kesalahan yang pernah aku dan Al buat!Dia juga yang menyadarkan kami untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi."Mencium pipi gembul Mahes.


"Tapi sekarang udah taubat kan nyonya Alfian?"Aku menggodanya.


"Ya udahlah,udah sah juga ngapain?"Rifi pura-pura manyun.


"Huh udah sore,aku pulang ya Fi!Ibu pasti udah nunggu aku dirumah!"Melihat jam dalam ponselku.


"Iya...maaf ya ga bisa nganterin,kamu hati-hati ya! Kalau ada apa-apa cerita sama aku jangan sungkan,aku masih Rifi sahabat kamu dulu!"Rifi kembali memeluk ku.


"Iya...ya udah dada Mahes Tante Adel pulang dulu ya!"Aku mencium pipi Mahes.


Sampai dirumah aku melihat Mas Deni dan supir Kak Restu.

__ADS_1


"Mbak Adel!Tadi saya jemput disekolah!"Belum sempat Deni menyelesaikan perkataannya aku memberinya isyarat untuk diam.


"Aku sudah pulang, bilang ke Mas Adam!"Jawab ku dengan ketus.


"Mbak Adel saya diminta ibu untuk menjemput mbak Adel!"Supir Kak Restu.


"Iya Pak,saya ganti baju dulu!"Aku berjalan masuk.


Aku sudah tidak peduli dengan semua tentang Mas Adam.Aku hanya ingin sendiri, entah sampai kapan.


Aku pernah berpikir menjadi bagian hidup dari seorang tentara kapan saja aku harus bisa melepasnya.Kenapa harus nanti jika sekarang aku sudah siap.


"Nduk ada Mas Deni diluar!"Ibu ketika aku membuka pintu kamar.


"Iya buk,tadi sudah ketemu!"Aku biasa saja.


"Lah kamu darimana katanya Mas Deni tadi kamu dijemput disekolah sudah pulang!"Ibu menyusul ku ke kamar.


"Tadi kerumah Rifi sebentar Bu nanyain kerjaan jadi tadi langsung aja!kalau nunggu Mas Deni kesorean!"Alasan ku.


"Ya wes, kabari Adam kalau kamu sudah pulang pasti dia khawatir,tadi pagi dia kesini jemput kamu tapi kamu sudah berangkat!"Ibu bercerita.


"Iya buk,tadi sudah ketemu disekolah nyusul Adel bawain Adel sarapan juga.Sekarang Adel mau mandi karena sudah janji sama Mamanya Kak Restu sore ini mau datang ke acara syukuran kepulangan Kak Restu.Maaf ya Bu nanti ga bisa temani ibu makan n shalat magrib !"Aku memandangi wajah ibu yang teduh.


Setelah ngobrol dengan ibu dan meminta ijin ibu aku segera mandi dan bersiap-siap.


Sampai dirumah Kak Restu aku sudah ditunggu Kak Restu di pintu masuk.


"Aku kirain kamu ga jadi kesini Del ?"Tersenyum lega ketika melihatku turun dari mobil.


"Maaf Kak telat tadi ada acara dulu sebentar disekolah!"Aku mendekatinya yang sekarang duduk di atas kursi roda.


"Masuk yuk,Mama nunggu kamu di dalam!"Mengajak ku masuk kedalam rumahnya.


Dan aku mendorong kursi rodanya.


"Mah...ini Adel sudah datang!"Kak Restu berteriak-teriak kepada Mamanya yang sedang sibuk mempersiapkan makanan untuk para tamu.


"Assalamualaikum tante!"Aku menyapanya.


"Wallaikumsalam, akhirnya yang dari tadi ditunggu-tunggu datang!Restu khawatir kamu ga datang jadi nyuruh supir buat jemput kamu!"Tersenyum melirik Kak Restu.


"Jangan percaya Del...tadi Mama yang nyuruh supir!"Kak Restu membela diri.

__ADS_1


"Eh ada Adel!"Kak Nisa istri Kak Gibran yang repot dengan menggendong anaknya.


"Iya Kak !"Aku menyapanya dengan senyuman.


"Mah lihat Bang Gibran ga?Aku mau ke kamar mandi mau nitip Gilsa sama Abang!"Kak Nisa mencari-cari keberadaan suaminya.


"Sini biar sama Adel aja Kak!"Aku menawarkan diri.


"Beneran ga ngrepotin?"Kak Nisa.


"Ga...tenang aja Adel bisa kok gendong bayi!"Aku bercanda.


"Ya udah, makasih ya Del!udah kebelet !"Kak Nisa yang langsung pergi setelah Gilsa berada di gendongan ku.


"Hay...cewek kecil kenalin nama Tante Adel nama kamu Gilsa ya!"Aku mengajaknya bicara karena bayi kecil ini melek memandangiku.


"Kamu luwes juga ya Del gendong bayi?Gilsa anteng tuh sama kamu!"Kak Restu memujiku.


Aku hanya tersenyum.


Dari awal aku mengenal Kak Restu hingga sekarang, Kak Restu selalu terbuka dengan kehidupannya.Walau jujur aku pernah sangat kecewa dan terluka ketika tahu bahwa dia mencintai orang lain.Aku juga pernah dibuatnya melambung ketika pertama kali dikenalkan dengan keluarganya.


Disini di keluarga Kak Restu aku diterima baik.Meraka tidak pernah membanding-bandingkan siapa dan berasal dari mana aku.Orang tuanya juga sangat menerima aku.


Tapi sayang rasa itu kini tinggal kenangan.Aku tidak mau memilikinya lagi.Kini dalam hidupku hanya satu bahagiakan ibu.hanya beliau yang ku punya sekarang.


Kak Restu dan Mas Adam memang sepeti dua Medan magnet yang berbeda.Mas Adam yang tertutup dan Kak Restu yang terbuka.


Namun dua-duanya sudah membuatku kecewa,dan kini aku baru tahu mungkin Allah sedang cemburu padaku karena aku selalu berharap kepada sesama manusia bukan berharap kepadaNya.


Hingga akhirnya aku harus merasakan kekecewaan untuk yang kedua kalinya.


Andai bapak masih hidup pasti sekarang aku sedang diceramahi tentang habluminallah dan habluminanas.Jujur aku sangat merindukannya.


Bapak Adel kangen!Cinta yang tak pernah membuat Adel kecewa hanya cinta bapak pada Adel.Cinta yang tulus tanpa menginginkan imbalan hanya cinta bapak dan cinta yang tulus tanpa pernah menyakiti hanya cinta Bapak ke anaknya.Dan kini cinta itu sudah dibawa bapak ke Jannah Nya!Adel sayang bapak!


Aku tiba-tiba meneteskan air mata.Setiap kali teringat bapak aku selau diluar kendali perasaanku.


Bersyukurlah kepada mereka yang sekarang masih mempunyai kedua orang tua lengkap.Sekarang Adel hanya bisa memeluk bapak dengan doa dan agar bapak juga bahagia disana.


*Nulis part yang paling bawah jadi mewek🥺


tinggalkan jejak buat kalian yang masih bisa memeluk cinta perta kalian bilang I LOVE YOU padanya❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2