
"Mas!"Aku menatap nya dalam,"terimakasih untuk hari ini!"Aku meneteskan air mata yang entah aku sendiri bingung dengan perasaan ku yang tiba-tiba melow.
Mobil Mas Adam memasuki parkiran sebuah minimarket,dan berhenti.
"Kenapa?"Mengelus kepala ku dengan lembut.
Rasa hati sangat berat berpisah dengan nya.Setelah beberapa bulan tidak bertemu,dia datang tiba-tiba saat aku membutuhkan nya.Dan sekarang dia akan pergi lagi untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.
Dia mengusap pipi ku yang basah karena air mata dengan lembut.
"Masih percaya sama Mas?"Mas Adam menggenggam tangan ku dan menatapku penuh kelembutan.Sikapnya yang keras tak pernah nampak untuk ku.
Aku mengangguk,namun air mataku tak bisa membohongi bagaimana perasaanku sekarang.
Jujur aku masih trauma kehilangan nya lagi.
"Hari ini,air mata kamu akan menjadi janji ku untuk akan selalu kembali ke tangan yang hangat ini!kemanapun aku pergi ke tangan ini aku akan menggenggamnya lagi!"Dia meyakinkan.
Aku tak dapat mengeluarkan sepatah katapun hanya tak ingin dia pergi lagi.
"Kamu tunggu sini dulu aku mau beli sesuatu!"Dia turun dari mobil dan masuk ke minimarket.
Tiba-tiba seseorang membuka pintu mobil dan aku sudah tak ingat apapun lagi.
Setelah aku membuka mata aku sudah di suatu ruangan dengan mulut tersumpal kain dan tangan terikat.
Rasanya aku ingin menjerit minta tolong,ku putar mata ke segala arah tak kutemukan seseorang.
Aku berusaha melepaskan ikatan di tangan ku tapi sangat kuat.
"Mas...Mas Adam!"Aku memanggil Mas Adam dalam hati.
Aku berusaha berpikir bagaimana caranya melepaskan ikatan ditangan kaki dan mulutku.
Aku mengesot setelah melihat sebuah pecahan kaca disudut ruangan.
Sebelum aku menggapai nya terdengar suara knop pintu terbuka.
Aku pura-pura masih tertidur.
Dua laki-laki masuk dan melihat ku masih tertidur.
"Ini cewek harusnya udah bangun kenapa masih pingsan?dia kebo atau manusia?"Seorang laki-laki memakai jaket kulit berwarna hitam dan memakai masker.
"Iya benar! harusnya dia sudah bangun,sudah biarkan saja yang penting dia masih aman disini!"Laki-laki berbadan besar.
"Ya sudah kita tinggalkan saja,kita lapor bos sekarang!"
Dua laki-laki tadi melangkah keluar dari kamar tempat ku disekap.
__ADS_1
Aku kembali membuka mata dan memastikan semuanya aman.Aku kembali melancarkan aksiku mencari pecahan kaca dan meraihnya.
Aku berusaha sekuat tenaga untuk menggesekan pecahan kaca ke tali yang mengikat tangan ku.
Belum sempat berhasil suara langkah kaki dan sedikit berisik sepertinya menuju tempat ini sekarang.
Aku kembali menghentikan aksi ku.Dan kembali pura-pura tertidur.
Suara pintu terbuka.Dan byur seseorang menyiram wajahku dengan air.
Aku yang tak menyangka akan hal ini langsung gelagapan dan membuka mata.
"Bangun Lo cewek ******!"Teriak seorang wanita yang suaranya familiar untuk ku.
Aku mendongak dan melihat siapakah dia.
"Kenapa?kaget?"Dia berjongkok di depanku.
Ternyata dia Kak Desti.
Aku melihatnya dengan terheran-heran karena dia nekat hingga menculik dan menyekap ku.
"Kenapa?kaget?atau seneng bisa ketemu aku lagi?"Dia menatapku sinis.Lalu menarik kain yang menyumpal mulutku.
"Kamu akan membayar semua yang telah kamu dan pacarmu lakukan pada Ayah dan suamiku!"Kata-katanya penuh dendam.
"Dasar cewek munafik!Semua karena Lo!Kalau bukan karena Lo Ayah ku ga akan masuk penjara.Dan suamiku ga akan kabur dan semua asetnya dibekukan kalau bukan karena Lo!"Dia berteriak penuh amarah.
Aku berusaha duduk dengan sekuat tenaga dan berbagai cara.Aku berharap aku bisa bicara baik-baik dengannya.
Setelah dengan susah payah akhirnya aku bisa duduk walau dengan tangan terikat"Kak!aku ga ngerti dengan maksud Kak Desti, apapun yang terjadi pada keluarga Kak Desti aku aja ga ngerti!"Aku mencoba memberi nya pengertian.
Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap ku tajam.
"Lo sekarang bisa pura-pura ga ngerti!tapi, sebentar lagi Lo akan merasakan apa yang Gue rasakan!"Senyumnya licik.Dan pergi meninggalkan ku.
Aku masih belum mengerti.Yang ku tahu hanya Ayah Kak Desti memang di tangkap polisi tapi aku pun tahu hanya sebatas itu.Jika dikaitkan dengan Mas Adam aku tidak tahu apa pun yang dia lakukan.
Begitu pula dengan suami Kak Desti,apa yang terjadi?
Otak ku berpikir keras hingga kepalaku pening.
Matahari mulai bergeser hingga ruangan ini gelap.Hanya sebuah lampu pijar yang cahayanya sudah temaram.
"Ya Allah aku tak takut jika harus menebus apa pun yang tidak pernah aku lakukan,tapi aku takut meninggalkan ibu sendirian!"Air mata ku mulai menetes deras.
Aku tiba-tiba mengenang masa ketika bapak masih hidup.
Beliau selalu menjagaku,jika aku pulang sekolah menangis karena di bully teman-teman ku bapak selalu bilang,"Mereka tidak istimewa seperti kamu!Allah memilih kamu untuk menjadi seorang yang istimewa, teman-teman mu memiliki harta tapi tidak memiliki bapak yang bisa bangunin rumah orang banyak!"Dengan senyum khas bapak,ya karena bapak seorang tukang bangunan.
__ADS_1
"Nduk!"tiba-tiba suara bapak terdengar sangat nyata.
Aku menoleh kearah suara.Dan kutemukan sosok bapak sedang berdiri tak jauh dari ku.
"Bapak!"panggil ku.
Beliau hanya tersenyum melihat ku.Dan berjalan mendekati ku.
"Del...!"mengelus kepala ku.
"Bapak!Adel kangen sama bapak!Adel takut pak sendirian di sini!Apa salah Adel pak?"Ku selipkan kepalaku kepangkuan nya.
"Nduk!Bapak juga kangen sama kamu sama ibu,Bapak selalu ada didekat kamu,Bapak selalu jagain kamu!"suara bapak yang sangat ku rindukan.
"Tapi pak,apa salah Adel hingga Adel disini diperlakukan seperti ini?"Aku seperti anak kecil yang sedang mengadu saat ada yang nakal padaku.
"Adel! dengarkan bapak,kamu tidak salah dan adanya kamu disini itu karena kamu anak yang terpilih!Jangan pernah berpikir kamu sendirian,kamu punya Allah yang selalu ada untukmu!Jangan pernah berhenti dan jangan takut jika kamu benar.Jadilah anak bapak yang kuat!"kata-kata bapak berhenti karena ada yang membangunkan ku.
"Bapak!"teriak ku.
"Bapak!Bapak!nih makan!aku bukan bapakmu!"seorang laki-laki yang tadi juga masuk bersama Kak Desti.
Meletakkan sebuah piring yang berisi nasi dan sepotong daging dan sebuah botol air mineral.
Dia hampir melangkah pergi namun entah otak ini seketika langsung memanggilnya.
"Hey...pak!"panggil ku.
Dia menoleh,"Apa?"jawabnya malas.
"Bagaimana aku bisa makan?tangan ku terikat!bisakah bapak menyuapi saya?"Aku meminta bantuannya.
"Apa?"Dia mendekati ku.
"Tolong pak!kalau tidak lepaskan ikatan ku!"Aku memelas.
"Enak saja!nanti kamu kabur aku yang repot!"Cerocos nya.
"Ayolah pak!lalu bagaimana caranya?"Aku mencoba untuk merayunya.
"Gimana ya?"Dia mencoba berpikir.
"Ya sudah lepaskan ikatan ku sebentar saja nanti setelah aku selesai bapak bisa ikat saya lagi."aku memberinya masukan dan berusaha meyakinkannya.
"Baiklah!tapi ingat jangan kabur,kalau kamu kabur aku ga dapat bayaran!kasihan anak ku ga bisa bayar sekolah nanti!"Dia sedikit bercerita.
Aku memutar otak ku untuk memanfaatkan kesempatan ini.
"Baik pak aku janji!"aku tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1