AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Baby Mahesa


__ADS_3

"Ya Allah sebanyak ini Mas?"Aku terbelalak kaget melihat banyaknya kado yang dibawa Mas Adam untuk Rifi dan bayinya.


Didalam mobilnya penuh dengan kado.Entah apa saja yang dia beli hingga sebanyak ini.


"Lah...emang kalau bawa kado buat bayi seberapa?"Dia terlihat bingung, menggaruk-garuk kepalanya.


"Ini namanya bukan mau ngasih kado,tapi mau buka toko!"selorohku.


"Ya tadi Mas cuma bilang sama mbak-mbak tokonya kado buat bayi,aku pikir Rifi pasti butuh semuanya...ya udah aku bungkus yang sekiranya perlu!"Dia meringis.


"Ini namanya ga kira-kira!"Aku melotot.


"Ya udahlah toh gimana lagi pasti berguna juga nanti! Buat temen juga sesekali gapapa!"Membela diri.


Aku meliriknya dengan wajah cemberut.Sebenarnya aku tidak marah dia membelikan sebegitu banyak kado untuk Rifi.Aku hanya geli melihat tingkah seorang Adam yang kadang lebih konyol dibanding aku.


"Ya Allah lucunya!"Aku gemas melihat anak Rifi yang sangat lucu.Aku tak berhenti menciuminya yang sejak tadi hanya menggeliat.


"Udah dong Del...biar dia bobok!dicium terus, kasihan!"Mas Adam memintaku,tapi tak menghentikan ku menciumi pipi gembul anak Rifi.


"Udah biar Mas!Nanti kalau capek berhenti sendiri!"Rifi menengahi.


"Itu Rifi yang punya anak aja gapapa, kenapa Anda yang bingung!"Aku merasa dibela.


"Itu kado sebanyak itu buat Mahes semua?"Rifi bertanya tentang kado yang kami bawa tadi.


"Mahes?"Mas Adam bertanya-tanya.


"Iya...maaf sebelumnya aku ga minta ijin dulu!Aku pakai nama Mas Adam untuk nama anak aku."Rifi tak enak hati.


"Emang siapa namanya?"aku dan Mas Adam tak sengaja secara bersamaan.


"Mahesa Rifiandi!Mahesa dari nama Mas Adam Mahesa dan Rifiandi dari Rifi dan Alfian Andi!"Rifi tersenyum.


"Hay Mahes!"Aku kembali menciumi anak Rifi.

__ADS_1


"Sini Mahes gendong Papa Adam!"Mas Adam mendekatiku dan Mahes.


"Papa Adam?!"Aku melotot keheranan melihat kata-kata Mas Adam.


"Boleh kan Fi,Mahes panggil aku Papa Adam?"Mas Adam pada Rifi.


"Boleh!Mahes panggil Alfian Ayah kok...atau mau dipanggil mama Adel juga?"Rifi berkedip kepadaku.


"Haaaa...ga!"Aku sedikit berteriak,hingga Mahesa menangis.


"Cup...cup sayang!Mama Adel berisik ya....!"Mas Adam yang tiba-tiba menggendong bayi seperti sudah terbiasa.


Dia menimang-nimang Mahes yang menangis.Tak berapa lama Mahes terdiam, karena dipeluk nyaman dalam gendongan Mas Adam.


Aku masih belum percaya Mas Adam yang terlihat dingin,konyol dan tegas bisa menangkan bayi yang menangis.Jangankan Mahesa aku saja tenang jika sudah disampingnya.


Aku tersenyum-senyum sendiri melihat pemandangan ini.


"Del... benar-benar calon suami impian!"Rifi berbisik kepada ku.


"Masih lama!"Aku melirik Rifi.


"Udah deh ga usah dibahas!Gede kepala nanti itu orang!"Aku berusaha menghentikan kejahilan Rifi, karena aku malu jika membahas Mas Adam.Aku sudah terlalu bucin padanya tapi masih belum ada status apa-apa.


Setelah Mahesa tertidur,Mas Adam meletakkan pelan-pelan di box bayinya.


"Wah beneran seorang Papa!"Aku berbisik pada Mas Adam yang tersenyum melihat wajah polos Mahes.


"Kamu ga mau adegan kaya gini?tapi kamu jadi Nyonya Adam!"Mas Adam membalas.


"Nanti...kalau Mama Adel sudah siap jadi Mama buat anak-anak Papa Adam!"Aku terlalu jujur kali ini.


Mas Adam tersenyum melihat tingkah ku dan wajahku yang sudah merona.


"Adegan romantis nya nanti lagi!Kita makan dulu yok Alfian sudah masak buat kita!"Suara Rifi membuat aku dan Mas Adam yang saling memandang tiba-tiba menjadi salah tingkah.

__ADS_1


Ponsel Mas Adam berbunyi.Dia mengangkat telepon agak menjauh.Kulihat dari ekspresi wajah nya Mas Adam sangat serius.Hingga berulangkali mengeratkan kepalan tangan.


Tak berapa lama dia selesai telepon,dan kembali dengan wajah yang tidak bisa disembuhkan kalau dia sedang marah.


"Maaf Fi...Al...aku ada urusan mendadak,lain kali aku kesini lagi!Del...kamu mau disini dulu atau ikut Mas pulang?"Suara Mas Adam yang tadi menyenangkan berubah menjadi berat dan seperti menahan amarah.


"Aku ikut Mas pulang!"Jawabku.


"Ya udah gapapa! terimakasih sebelumnya Mas Adam...Adel!"


Diperjalanan Mas Adam terdiam.Entah apa yang sedang dihadapinya.


Berulangkali ponselnya berdering dan dia hanya menjawab singkat.


"Ikut Mas sebentar!Ada masalah yang harus Mas segera selesaikan!"Nada suaranya bukan Mas Adam yang ku kenal.


Aku hanya mengangguk,mungkin ini yang dimaksud Aerda.Kemarahan Mas Adam yang belum pernah aku lihat.


Sampai disekolah yang didirikan Mas Adam atas namaku,dia langsung turun tapi yang aku salut dia tidak pernah lupa membukakan pintu mobil untuk ku.


"Kita ke ruang kepala sekolah sekarang!"Dia menggenggam tanganku erat,jalannya sangat cepat hingga aku kewalahan mengikutinya.


Sampai diruang kepala sekolah yang sudah ditunggu oleh beberapa staf sekolah.Kami langsung masuk dan duduk.Mas Adam dipersilahkan untuk duduk di kursi Kepala sekolah sedangkan semua nampak kaget aku juga ikut datang.


"Duduk sini!"Mas Adam menyuruhku untuk duduk dikursi yang diperuntukkan nya.


Aku tak kuasa untuk menatap matanya,dan aku hanya menuruti apapun perintah nya.


"Saya tidak mau basa-basi!cepat berikan alasan kenapa ada pungutan liar di sekolah yang saya dirikan!"Suara Mas Adam tegas.


Semua yang berada di ruangan itu terdiam dan menunduk merasakan amarah Mas Adam.


"Kenapa ga ada yang bisa jawab!"Kini suaranya menggelegar,amarah yang sejak tadi ditahan kini mulai memuncak.


Aku berusaha meredam emosinya dengan menggenggam tangannya.Dia melirik ku sekilas.

__ADS_1


"Kalian saya gaji dengan uang pribadi saya,kalian orang-orang yang berpendidikan tinggi,kalian terpilih dari ribuan orang yang ingin diposisi kalian sekarang!Gaji kalian lebih tinggi dari semua yang berprofesi di bidang kalian sekarang yang digaji negara!Karena apa? Karena saya menghargai kalian yang mau membantu saya dalam mengelola sekolah ini.Sekarang diluar sana sudah ramai diangkat di sosial media menjadi bahan pemberitaan!Dan siapa yang akan mempertanggungjawabkan ini?Saya tidak perduli dengan image karena saya buka sosialita!Tapi visi dan misi yang harus saya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat!Mengerti!"Mas Adam semakin meninggi.


Erda benar inilah Mas Adam yang belum pernah aku tahu.Dibalik sifat nya yang hangat ada sifat yang tegas akan semua yang telah bangun adalah salah satu sifat Adam yang baru aku tahu.Dia memang laki-laki yang ambisius dia juga seseorang yang sangat concern disemua bidang yang dia kelola,termasuk sekolah gratis yang dia bangun.


__ADS_2