
"Pagi....!"Kak Restu membuka kaca helmnya.
"Pagi Kak!Kakak beneran ga telat ke kampus?Adel bisa berangkat sendiri!"Dia memaksa untuk mengantar ku sekolah setiap hari.
"Kata siapa kakak telat ?Kak Restu ga masih satu jam lagi baru masuk mata kuliah yang pertama!"Dia menatapku dengan senyuman.
"Tapi kan kampus kakak jauh!kalau pagi kan macet Kak!tahu sendiri kan Semarang sekarang jadi metropolitan!"
"Kamu tuh lucu orang yang mau nganter aja santai kok yang dianter ribet banget!ayo berangkat,ntar malah kamu yang telat!"Menarik tanganku dan memakaikan helm ke kepalaku.
"Naiknya gimana?"Aku melihat rok panjang yang kini kupakai, karena sekarang aku berhijab jadi agak ribet kalau naik motor.
Kak Restu tertawa geli.
"Kok malah ketawa?"Aku ngambek.
"Kak Restu juga lupa kalau kamu sekarang pakai hijab,malah pakai motor ini juga!"Menggaruk-garuk kepalanya.
"Adel naik angkot aja ya kak!"pikirku karena sudah terlambat.
Tin...tin...tin....
Mobil Deni berhenti didepan kami.
"Selamat pagi Mbak Adel!Mas Restu!"Sapanya setelah turun dari mobilnya.
"Pagi Mas Deni!"Sapa ku balik.
"Mbak Adel mau berangkat sekolah?"Melihatku yang sudah siap berangkat ke sekolah.
"Kamu diantar Deni dulu aja ya Del,kamu hampir telat!"Melihat jam ditangannya.
"Beneran?"Aku tidak yakin Kak Restu menyuruhku untuk pergi ke sekolah diantar Deni.
"Iya...udah sana berangkat!Den...tolong antar Adel sampai kesekolah jangan sampai telat tapi juga harus selamat!"Mendorongku dan membukakan pintu mobil,menyuruhku masuk kedalam mobil.
"Baik Mas!saya permisi dulu!"Mengangguk kan kepala dan masuk kedalam mobil.
"Hati-hati!"Mengetuk kaca mobil.
Aku mengangguk dan tersenyum.
Sekarang Kak Restu lebih dewasa menyikapi hubungan kami.Dulu dia masih kekanak-kanakan,juga meledak-ledak.Sekarang lebih tenang dewasa,apalagi kami memang tidak mempunyai hubungan istimewa hanya sebatas teman.
"Mbak Adel nanti pulang sekolah saya jemput!Ada acara yang harus Mbak Adel hadiri!"Jelas Deni.
"Acara apa Mas? setahuku hari ini aku ga ada acara apapun!"Aku mengingat-ingat.
"Sekolah yang sudah diatas namakan Mbak Adel oleh Pak Adam,nanti siang akan diresmikan!"
__ADS_1
"Sekolah?Namaku?"Aku bingung bertanya-tanya.
"Iya Pak Adam membuka sebuah sekolah gratis untuk anak-anak kurang mampu dibawah yayasan yang Pak Adam miliki,tapi sudah memiliki badan hukum sendiri atas nama Mbak Adel! Namanya FADELA SCHOOL."Deni menjelaskan.
"Aku masih belum mengerti Mas! Nanti sepulang sekolah ada yang ingin aku bicarakan!"Aku hanya segan jika menyangkut tentang Mas Adam sekarang.
Hari ini aku sekolah teman-teman melihatku dengan tatapan aneh.Mungkin karena sekarang aku berhijab.
Ini hari pertama ku masuk sekolah setelah satu bulan lebih aku tidak ingin melakukan apapun setelah Mas Adam dinyatakan menghilang,dalam operasi militer.
"Adel...!"Panggil Yesa teman sekelas ku dulu waktu kelas satu.
"Hey Sa, apa kabar?"Aku menyapanya dengan senyuman.
"Baik! katanya kamu sakit?"Tanyanya.
"Iya,hari ini baru bisa masuk sekolah lagi!"Senyumku.
"Oh... makannya aku ga pernah lihat kamu!Aku tanya Rifi katanya kamu sakit!"
"Iya..!"Jawabku singkat.
"Rifi itu sekarang jadi sepupu aku loh Del!Alfian itu sepupuan denganku!"Yesa bercerita.
"Wah dunia ini sempit ya Sa!"Aku meringis.
"Kak Ardi itu kakak aku loh Del!"
"Iya... Kak Ardi yang pernah melatih kamu itu kakak aku!"Yesa bersemangat.
"Ya Allah,baru tahu aku!"Aku tak menyangka jika semua berkaitan dan bersaudara.
"Salam ya buat Kak Ardi!Kakakmu orang yang hebat!"Aku menyanjung kakaknya yang juga membuat ku menjadi juara dalam Popda kemarin.
"Oke!Aku duluan ya!"Pamitnya,yang berjalan mendahului ku.
Aku berbelok ke ruang guru untuk mencari tahu aku berada dikelas dua jurusan apa!
"Adel...!"Kepala sekolah memanggilku.
"Pagi pak!"Aku menyapanya.
"Kamu baru masuk hari ini?"
"Iya Pak!"Aku menunduk.
"Aku turut berduka atas hilangnya Pak Adam,kamu yang sabar ya!"Menepuk-nepuk pundakku.
Jujur aku terheran dengan kata-kata pak Kepala sekolah, karena dari mana dia tahu Mas Adam hilang lalu apa maksudnya aku diminta sabar? bukankah beliau tidak tahu hubungan ku dengan Mas Adam.
__ADS_1
"Kelas kamu dia kelas dua IPS tiga ya Del,kamu bisa langsung kesana untuk mengikuti jam pelajaran pertama!"Menyuruhku.
"Baik pak!"Aku langsung menuju kelas yang ditunjuk.
Sekolah tanpa Rifi,tanpa Kak Restu juga tanpa Mas Adam.
Pasti sangat membosankan.
Hari ini ku lewati tanpa semangat.
Ponselku bergetar satu pesan dari Kak Restu.
*Pulang sama siapa?
Dijemput Mas Deni nanti,ada peresmian sekolah gratis dari yayasan Mas* Adam.Aku.
Aku menunggu Deni yang tidak biasanya jika menjemput ku terlambat.Aku melihat jam diponsel ku sudah hampir sepuluh menit Deni tak kunjung datang.
"Lima menit lagi dia ga datang,tak tinggal!"Aku mulai tidak sabar lagi.
Baru selesai aku bicara mobil Deni terlihat memasuki area depan sekolah.
"Maaf Mbak telat!Ada yang harus saya urus dulu!"Dia terlihat terburu-buru.
Kemudian dia membukakan pintu mobil untuk ku.
"Kita langsung ketempat acara ya Mbak!"Dia kembali membahas tentang acara peresmian itu.
"Lalu aku harus apa disana Mas? sedangkan aku ga ngerti untuk apa dan itu acara apa?"Aku mulai tidak ingin mengerti.
"Pak Adam sejak dua tahun lalu membangun sebuah sekolah gratis untuk anak-anak kurang mampu dan sewaktu pak Adam mengenal Mbak Adel pak Adam memberi amanah pada saya untuk memberi nama sekolah itu dengan nama Mbak Adel yaitu FADELA SCHOOL dibawah yayasan AM PRADIPTA foundation."Deni menjelaskan kembali.
"Kenapa harus namaku?"Aku bertanya-tanya.
"Saya kurang tahu Mbak,saya hanya menjalankan tugas dari Pak Adam!"Jelasnya.
"Lalu saya harus bagaimana sekarang?"
"Mbak Adel hanya meresmikan,untuk operasional nya biar saya yang handle karena amanah Pak Adam juga agar Mbak Adel tidak terlalu capek!"
"Oke!"Akhirnya aku menyerah dan mengikuti kata Deni,dengan alasan Mas Adam.
Memasuki disebuah lapangan yang dikelilingi beberapa gedung.Deni membukakan pintu mobil untuk ku.
Ketika aku turun aku langsung menjadi pusat perhatian.Semua mata tertuju pada ku.
"Silahkan Mbak!"Deni menuntun ku untuk kesebuah aula kecil yang sudah ramai orang disana.
Inikah sekolah yang Deni cerita kan? sebuah sekolah untuk anak-anak kurang mampu!
__ADS_1
Mas Adam begitu hebat dalam membuat keputusan,sekolah ini melebihi dari sekolah pada umumnya.Sekolah yang terdiri dari lima gedung berlantai dua yang luasnya melebihi dari sekolah ku , sebuah lapangan voli dan basket serta aula kecil.
Aku benar-benar takjub dengan pemikiran Mas Adam, seorang yang tidak pernah memperlihatkan siapa dia.