
"Atur semuanya Den!aku ingin disini dulu menjaga Adel!"
"Dam!dinas Lo sudah selesai sebenarnya di sana kemarin cuma Lo harus urus surat tugas Lo aja sebenarnya!"Erda menjelaskan.
"Maksud Lo?"aku tidak mengerti dengan maksud Erda.
"Sebenarnya Lo udah selesai dinas sejak Lo diminta untuk ke sini kemarin ya karena dinas Lo di Papua sudah berakhir,tapi ada seseorang yang mengganggu konsen Lo saat Adel diculik kemarin!agar Lo ga mencari Adel dan kembali ke Papua.Itu semua Gue tahu saat Gue baca surat dinas Lo yang mungkin belum Lo baca di ruang kantor dinas kemarin karena Lo buru-buru berangkat kesini!"Jelas Erda.
"Lalu...kemarin waktu Gue di telpon dari pusat untuk kembali dinas itu?"
"Itu sudah direncanakan,karena mereka kaget tiba-tiba Lo muncul bertemu Adel disini!satu-satu nya jalan agar Lo ga mencari Adel ya dengan ikatan dinas fiktif!"Erda menjawab pertanyaan yang belum ku selesaikan.
"Devan dan Desti?"
"Devan...jadi sebenarnya Devan itu anak dari Budi Mulyana lawan bisnis papa kamu!atau bisa dikatakan anak tiri Mama Sari!"
"Mama?"aku semakin bingung.
"Iya...Mama Sari dulu menikah dengan Papamu karena saling mencintai dan Papamu sedang merintis karir.Dan Budi adalah orang yang menyukai Mama Sari,tapi Mama Sari malah lebih memilih Papa mu.Papa mu di jebak seakan- akan selingkuh waktu Mama Sari hamil Aisyah.Hingga bisnis papa mu hampir bangkrut,saat itu satu-satunya jalan yang bisa membantu bisnis Papa hanya Budi,dan Mama Sari akan melakukan apapun agar bisnis papa kembali lagi.Budi mengajukan satu syarat yaitu Mama Sari harus menikah dengan Budi dan meninggalkan kamu dan keluarga!"kata-kata Erda terhenti.
"Jadi Mama sebenarnya hanya ingin menyelamatkan bisnis Papa?"aku yang mulai paham.
"Iya...Mama hanya ingin yang terbaik untuk Aisyah kamu dan Papa!"Suara Mama menyambung kalimatku.
Aku yang melihat mama berdiri tak jauh dari ku langsung memeluk mama.
"Maafkan Adam ya Ma...selama ini Adam salah sangka!"pintaku pada mama dalam pelukannya.
"Iya sayang,Mama ngerti kok!sekarang yang terpenting kita sudah kembali menjadi keluarga!"mengelus pundak ku,"gimana keadaan anak mama?"menanyakan keadaan Adel.
__ADS_1
Aku melepaskan pelukan mama,"Adel masih kritis mah!"suara ku melemah.
"Sudah...kita berdoa saja semoga Adel dapat yang terbaik!"menggenggam tanganku,"mama bawakan kamu makanan!pasti kamu belum makan!"memperlihatkan sebuah totebag yang mama bawa.
"Makasih mah,nanti Adam makan!"senyumku tawar.
"Makan dulu aja bos!biar masalah Devan Desti dan bapaknya aku dan Deni yang handle!"menepuk bahuku.
"Iya pak!Pak Adam fokus saja dulu menjaga mbak Adel!"Deni.
"Aku makan dulu ya Er,Den...!tolong jaga Adel baik-baik!"aku pamit untuk makan bersama mama ke food court rumah sakit.
Tiba-tiba,"boleh aku ngobrol sebentar?"suara seorang laki-laki.
Saat aku menoleh mencari suara itu ternyata Restu!aku tidak terkejut jika Restu menyusul kesini pastinya karena Adel.
Tanpa sepatah kata aku mangangguk dan mengisyaratkan dia untuk duduk.
Mama tahu jika kami butuh privasi untuk bicara empat mata.
"Gimana kabar mu Res,sekarang sudah ga pakai kursi roda?"aku melihat Restu yang kini memakai kruk.
"Alhamdulillah Mas ya sekarang sudah lebih baik!"jawabnya tenang.
"Alhamdulillah...Gibran gimana kabarnya?"aku berbasa-basi.
"Kak Gibran juga disini sedang ngobrol dengan Deni!Mas Adam boleh aku tanya sesuatu?"raut wajahnya berubah serius.
"Apa Res,tanya saja!"dalam benak ku menerka ini pasti tentang Adel.
__ADS_1
"Mas...aku melihat sendiri bagaimana Adel menyerah kan dirinya untuk melindungi Mas Adam!disitu aku sadar jika sampai kapan pun Mas Adam segalanya di hati dan pikiran seorang Adel.Aku dulu tidak menyadari jika Adel pernah suka dengan ku hingga aku menyesal karena telat menyadarinya dan kini di hati Adel hanya ada Mas Adam!Mas aku titipkan Adel pada Mas Adam,jaga dia lindungi dia aku tahu dia pasti akan bahagia dengan Mas Adam!"
Aku melihat suatu kejujuran dan ketulusan dari kata-kata Restu.
"Huuuuhhh!"aku menghela nafas,"aku janji Res akan menjaga Adel sepenuh hati aku!kamu bisa cari aku jika aku menyakitinya!"aku meyakinkan nya.
"Makasih Mas!salam untuk Adel,dia cewek yang sangat baik aku banyak belajar darinya!"dia beranjak pergi namun terhenti"sampaikan pamitku padanya nanti jika dia sudah siuman,besok aku terbang ke Australia untuk melanjutkan kuliah dan pengobatan disana!"dia menepuk bahu ku pelan dan pergi.
Adel memang wanita yang spesial!mengajarkan semua orang tentang arti ketulusan dan keikhlasan,ya Allah sembuhkanlah dia!
...*****...
Hampir sebulan Adel masih dalam keadaan yang sama belum memperlihatkan kesembuhan yang signifikan.
Kasus Devan dan Desti pun sudah dalam tahap lanjutan.
Tadi sore aku mendapatkan kabar jika masa cuti ku sudah berakhir lusa aku harus kembali dinas.
Pagi ini seperti biasa selepas shalat subuh aku sarapan dan mengerjakan semua pekerjaanku diruang perawatan Adel.
Ada pesan dari Mama.
Selamat ulang tahun ya anak sholeh nya Mama...semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah...dilancarkan segala urusannya amin!
Aku sampai lupa jika hari ini aku ulang tahun.Aku yang tadinya fokus di sofa dengan laptop ku,tatapan ku mengarah ke Adel.
Aku mendekatinya,memandangi wajah ayu nya yang masih sama"Del...hari ini Mas Adam ulang tahun!kamu ga mau gitu ngucapin selamat atau doain Mas?"celetuk ku."Erda dan Sela udah tunangan,padahal rencananya Mas mau kenalin kamu ke keluarga besar Mas waktu tunangan Erda dan Sela kemarin!kamu masih inget ga dua tahun yang lalu waktu kamu nabrak aku di toko buku?aku jatuh ga liat kamu yang lagi jongkok baca novel?itulah waktu pertama aku jatuh cinta sama kamu.Aku yang malu ngejar-ngejar anak SMA yang konyol,polos,tapi bisa membuat seorang Adam bisa jatuh cinta pada pandangan pertama!"aku mengenang masa itu."Hari itu juga ulang tahun ku,di toko buku itu aku juga mencari novel yang kamu baca!novel yang mengisahkan seseorang yang bertemu cinta sejatinya saat hari kelahirannya,aku sempat berpikir mungkin ga sih aku ketemu seseorang yang bisa buat aku benar-benar jatuh cinta dihari ulang tahun ku juga?dan ya skenario Allah begitu luar biasa,dihari itu aku benar-benar bertemu gadis yang dikirim Allah untuk ku yaitu kamu!"tiba-tiba menetes air mata dari sudut mata Adel.Monitor holter yang terhubung dengan tubuh Adel juga bereaksi semakin cepat.
"Adel....!"aku yang melihat ini bingung juga khawatir.
__ADS_1
Aku langsung menekan tombol yang terhubung dengan ruang perawat.Tak berapa lama dua perawat dan satu dokter datang.Aku diminta keluar karena ini SOP rumah sakit.(((()