
"Kamu cantik!sangat cantik!"dia masih intens menatapku,ku usap pipinya untuk menghapus air mata nya.
Aku meninju lengannya."Aku marah tau ga?"sambil melotot.
"Maaf!"dia berhenti berkata-kata saat ku pegang tangannya.
"Tapi aku suka!"aku tersenyum bahagia.
Mas Adam mencium keningku dan aku mencium tangannya.
Kemudian kami melanjutkan prosesi pernikahan dari bertukar cincin,panggih hingga sungkeman.
Aku bersimpuh dipangkuan ibu yang menahan tangis ketika melihatku.
"Adel minta maaf ya Bu kalau Adel sampai saat ini masih belum bisa menjadi anak yang berbakti,Adel minta doa Ibu untuk rumah tangga Adel dan Mas Adam!Andai bapak masih ada!"kata-kataku berhenti setiap mengingat bapak.
"Bapak pasti bahagia karena putri satu-satunya menikah dengan orang yang tepat! laki-laki yang bertanggung jawab,semoga langgeng ya nduk selalu bahagia dengan Adam dan jadilah istri yang manut!"Ibu mencium kedua pipiku dan mengusap air mataku yang sejak tadi sudah tak terbendung.
Setelah proses sungkeman acara dilanjutkan oleh resepsi ala militer.
Karena aku juga tidak tahu hari ini akan menikah jadi aku sangat terkejut dengan semua teman-temanku yang datang.
Adam memang memberiku kejutan yang luar biasa.Mungkin kalau aku punya penyakit jantung sudah pingsan karena laki-laki yang kini sah menjadi suamiku ini memberiku banyak sekali kejutan.
Hampir tiga jam berdiri memakai heels kaki ku rasanya mau copot.
Rifi yang datang bersama suaminya dan Mahes menghampiri kami.
Memelukku erat "Kamu cantik banget Del...!"menciumi kedua pipiku berulang kali."Ya Allah kamu cantik banget,udah cantik dapet suami versi novel yang ganteng kaya perhatian akh... sempurna!"Dia kembali memeluk ku.
"Aku marah sama kamu!"aku melepaskan pelukannya.
"Ngapain marah sama aku?"
"Kalian komplotan dengan Mas Adam,ga ada yang bocorin sedikitpun acara hari ini!"aku pura-pura marah.
"Tapi bahagia kan?"Rifi menggodaku dengan senyuman tengil.
"Iya iyalah!"jawab ku sambil cengengesan.
"Hah... selamat ya sahabatku yang paling konyol,semoga langgeng hingga hanya maut yang memisahkan,bahagia terus dan cepet buat momongan biar Mahes ada temennya!"Dia kembali memeluk ku.
__ADS_1
Kak Restu juga datang bersama dokter Erli.Menyalami dan mengucapkan selamat pada kami.
"Selamat ya gadis konyol,sudah menjadi nyonya Adam sekarang!semoga langgeng dan cepet dapat momongan!"menjabat tanganku.
"Makasih ya kak!"
"Udah jangan lama-lama kasihan itu sama yang digandeng!"Mas Adam melirik Erli yang digandeng erat oleh Kak Restu.
Kak Restu dan Mas Adam berpelukan.Mereka sekarang nampak sudah berdamai dengan masa lalu.
"Mas...dokter Erli sekarang sama Kak Restu?"aku berbisik pada Mas Adam ketika Kak Restu dan dokter Erli pamit.
"Tadi ga tanya?"menggodaku yang sedang penasaran.
Aku manyun.
Setelah empat jam acara pun selesai.Aku yang sudah lesu langsung digendong oleh Mas Adam.
"Mas malu!"aku yang malu-malu ketika Mas Adam menggendong ku.
"Ngapain malu sudah sah!"dengan percaya diri Mas Adam melangkah menuju kamar yang sudah dia pesan khusus untuk kami.
"Gapapa!Mas... terimakasih ya buat hari ini, sebenarnya aku marah tapi semua yang kamu berikan hari ini adalah impianku.Baju ini pernikahan ini dan kamu,lima tahun tanpa kamu rasanya aku seperti sudah dilupakan apalagi kamu hanya berkirim pesan beberapa kali!"aku yang hampir putus asa ketika Mas Adam tak pernah memberiku kabar.
Dia langsung mendekap ku erat.
"Maaf jika lima tahun ini membuat mu menjadi berat tapi aku sendiri jauh lebih berat!tapi aku selalu memantau kamu,aku selalu ingin tahu apa saja yang kamu lakukan.Karena hanya itu caraku melepas rinduku padamu."
"Jadi sejak kapan kamu pulang?"aku mencairkan suasana.
"Waktu kamu wisuda itu Mas sudah pulang tapi memang sengaja ga datang ke acara wisuda kamu, karena tiba-tiba pingin surprise in kamu dengan pernikahan ini.Dan alhasil aku minta Deni dan Restu buat skenario tentang perusahaan,supaya kamu sibuk aja jadi pengalihan perhatian!"tersenyum penuh kemenangan.
"Oh jadi perusahaan itu cuma akal-akalan kamu doang?"aku mencubit perutnya.
"Aduh...tapi suka kan?"membingkai wajah ku dengan kedua tangannya.
"Suka...aku ga nyangka suamiku ini orang yang sangat romantis!"aku menatap wajah tampannya.
"Cie sekarang sudah manggil suami!"kembali memeluk ku.
"Terimakasih sudah sabar menunggu ku pulang! terimakasih sudah mau menerima aku dengan segala kekurangan ku!Aku janji akan menjaga kamu melindungi kamu juga membahagiakan kamu! seperti janjiku pada bapak delapan tahun yang lalu."
__ADS_1
"Bapak memang tidak salah pilih!menantu pilihan nya emang terbaik!"dengan bangga.
"Kamu tahu ga kalau aku jatuh cinta sama kamu sejak pertama kali kita bertemu!"Mas Adam.
"Kita ketemu disekolah kan!waktu aku nabrak Mas?"aku mengingat-ingat.
"Masa kamu ga ingat kapan pertama kali kita ketemu?"Mas Adam bertanya lagi.
"Iya itu pertama kali kita ketemu,terus Kak Restu menyapa Mas Adam terus Rifi minta no telepon kamu!"aku manyun jika mengingat betapa centilnya Rifi saat itu.
"Dasar emang kamu tuh ga bisa lihat kharisma Mas dari dulu!yang diingat Restuuu aja!"Mas Adam melepas pelukannya dan duduk disebuah kursi yang menghadap ke jendela kaca kamar kami.
Aku menyusulnya."Emang itu kan pertama kali kita ketemu!"aku masih keukeuh.
Tiba-tiba dia menarik ku dalam pangkuannya,dan memelukku erat."Ingat ya Nyonya Adam,kita pertama kali bertemu di toko buku aku nabrak kamu yang lagi asik baca buku diam-diam dilantai toko!"
FLASHBACK ON
Brrruuukkk
Seorang cowok tiba-tiba terjatuh karena tidak sengaja tersandung oleh kakiku.
“Maaf!”ucapku,dan mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.
Cowok itu berdiri tanpa bantuan ku.Berbalik badan karena aku berdiri dibelakang nya.
“Gapapa!aku yang harusnya minta maaf baca buku sambil jalan jadi ga liat kamu!”tuturnya dengan tersenyum tipis.
Aku terpaku menatap seseorang pria dengan wajah sedikit chinis tinggi sekitar 170 cm badan berisi walau tak terlihat seperti cowok-cowok kekar yang punya otot perut kotak-kotak tapi aku tahu cowok ini pasti sering olahraga.Tidak terlalu putih,dan lesung pipi dikedua pipi yg sedikit chubby fix membuat aku terpana.
FLASHBACK OFF
Aku tertawa,"Jadi cowok yang ganteng yang buat aku kesengsem dulu itu jatuh cinta sama aku?"aku tertawa kemenangan.
Tak kusangka ternyata laki-laki yang pernah membuatku tak berkedip dulu itu yang sekarang menjadi suamiku.
Takdir Allah memang tak pernah bisa ditebak.Aku yang dulu sangat menginginkan seseorang tapi diabaikan.Aku yang harus kehilangan laki-laki terhebat dalam hidupku digantikan laki-laki yang sangat mencintai ku.
Terima kasih Tuhan untuk semua skenario yang engkau berikan.Aku yang terpilih dari cinta seorang Adam Mahesa Pradipta.
Adam terima kasih sudah memilihku dalam hidup mu.
__ADS_1