AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Hati yang lain


__ADS_3

Setelah bercerita pada Mama Sari sesak di hatiku sedikit berkurang.Hingga aku pun luluh untuk makan.


"Nah gitu dong itu namanya anak Mama!"Beliau tersenyum cantik saat satu mangkuk bubur telah habis menyuapiku.


"Makasih ya mah! sudah mau temani Adel disini!"


"Iya sayang!Waktu Mama sakit kamu yang temani Mama, sekarang kamu sakit Mama harus temani kamu juga dong!"Hibur Mama.


"Mah...gimana kondisi Mama sekarang?"Aku mulai bisa melupakan sedikit demi sedikit beban pikiran ku.


"Mama sehat,Mama baru cari pendonor ginjal yang cocok buat Mama! Karena kata dokter kedua ginjal Mama harus diangkat karena yang satunya juga sudah mulai tidak berfungsi dengan baik!Kata kamu Mama harus menyayangi duri mama sendiri,Mama berfikir apa yang kamu katakan pada Mama itu benar!Jadi kemarin Mama ke Singapura untuk cek up dan mencari pendonor yang cocok buat Mama!"Tersenyum kuat, padahal waktu aku pertama bertemu dengan beliau,Mama sangat Keukeuh tidak mau dioperasi tapi sekarang Mama sangat bersemangat untuk sehat.


"Sehat terus ya Mah,semoga cepat mendapatkan pendonor yang cocok dengan ginjal Mama!"Aku menepuk-nepuk punggung tangan nya.


"Kamu juga yang kuat... ternyata anak Mama kalau sudah cinta seperti ini?"Mama menggodaku.


"Dia laki-laki yang baik Mah! Laki-laki yang mengajarkan Adel banyak kebaikan,dia juga laki-laki yang tidak pernah bisa melihat Adel sedih bakal melakukan apa aja demi Adel bahagia.Laki-laki yang Adel kenal tanpa sengaja karena kejahilannya dan kesabarannya hingga Adel bisa sayang sama dia! Adel belum bisa membalas semua yang dia berikan pada Adel, tapi Allah berkata lain!"Aku memaksa tersenyum padahal hatiku sangat hancur.


"Apa yang kamu lalui itu akan menjadi kekuatan buat kamu nanti! Perempuan yang baik pasti akan mendapatkan laki-laki yang baik juga!"


"Ngomong-ngomong Mama kok tahu Adel ada disini?"Penasaran karena Mama tiba-tiba datang kerumah sakit.


"Mama tadi kerumah alamat yang kamu kasih ke Mama,tapi kata tetangga kamu,kamu dibawa kesini kemarin,ya Mama kesini aja!"Jelas Mama.


"Iya Mah,jadi ngrepotin semuanya!"Aku kembali bersedih.


"Kamu harus sehat,besok kita cerita-cerita lagi.Tapi sekarang Mama harus pulang karena ada pekerjaan yang harus Mama selesaikan!"


"Iya Mah, makasih ya Mah!"


Mama Sari kembali memelukku erat,dan mencium keningku.


"Mama tahu kamu anak yang kuat!Semangat demi dia yang sudah membuat kamu kuat hingga dititik ini."Pesan Mama.


Setelah Mama Sari tak terlihat dibalik pintu.Aku kembali teringat Mas Adam.


Apa yang dikatakan Mama benar aku harus kuat untuk dia yang telah membuatku kuat.


Tak berapa lama Deni masuk.

__ADS_1


"Mbak Adel!"Sapanya.


"Iya Mas Deni! silahkan duduk!"


"Bagaimana keadaan mbak Adel?"Melihatku yang sudah terduduk lebih baik.


"Alhamdulillah lebih baik Mas!"


"Alhamdulillah!Maaf Mbak,besok saya akan membawa beberapa berkas yang harus Mbak Adel tanda tangani!"


"Berkas apa Mas?"sedikit aneh,apa yang harus ditanda tangani .


"Ada beberapa yayasan yang dimiliki keluarga pak Adam yang diminta oleh Pak Adam sebelum pak Adam meninggal Mbak Adel yang mengelola!"


"Kenapa saya Mas?Saya bukan keluarga dari Mas Adam!"


"Karena Yayasan ini milik pak Adam pribadi Mbak,dan ini sudah keputusan dari Pak Adam sebelum meninggal!"Jelasnya.


"Boleh saya berpikir dulu Mas,saya masih belum siap untuk apapun!"Sebenarnya aku ingin menjauh dari semua yang Mas Adam miliki, karena aku tak mau disebut menjadi cewek matre.


"Baiklah Mbak,kalau begitu saya permisi dulu ada beberapa hal yang harus saya selesaikan! Assalamualaikum!"Pamitnya.


Mereka bertemu di pintu kulihat Deni melemparkan senyum tapi kak Restu ada kilatan tidak suka dimatanya.


"Adel gimana keadaan kamu?"Dia yang melihatku sudah bisa duduk diatas kasur rumah sakit.


"Alhamdulillah sudah mendingan Kak!"Jawabku yang ku iringi dengan senyuman.


"Alhamdulillah!sudah makan?"Dia memang perhatian padaku semenjak aku jatuh sakit.


"Sudah!"


"Minum obat?"Tanyanya lagi.


"Sudah Kak!"Aku menjawabnya dengan gemas.


"Mau jalan-jalan keluar cari angin?"Dia menawarkan.


"Boleh Kak!"Bersemangat, karena memang bosan beberapa hari tiduran terus.

__ADS_1


"Kita ke taman ya Del!"Kak Restu mendorong ku yang duduk di kursi roda.


Berhenti disebuah taman area rumah sakit, angin semilir segar.Kupejamkan mataku, kurasakan belaian lembut derai angin yang berhembus.Seakan berbisik rindu untuk ditemui, sekilas wajah Mas Adam terlihat sangat jelas.Tersenyum menggunakan pakaian seorang TNI.Kuraba dadaku yang melingkar kalung pemberiannya.


"Del...kamu kok nangis?"Kak Restu menghapus air mataku menetes.


"Gapapa Kak!"Setiap bayangan Mas Adam datang, entah air mata ini tak dapat ku bendung.


"Kak Restu tahu bagaimana perasaan kamu,Mas Adam memang orang yang sangat baik.Tapi Kak Restu minta kamu jangan seperti ini terus,Kak Restu juga sayang sama kamu! Kak Restu juga ga mau lihat kamu sedih terus seperti ini! Mas Adam juga akan sedih jika kamu terus menangis!Lihat mata kak Restu,Kak Restu sayang sama kamu Kakak memang tidak bisa menjadi Mas Adam tapi kakak janji Kak Restu akan buat kamu bahagia disampingku!"Bersimpuh dihadapan ku, membingkai wajah ku dengan kedua tangannya, raut wajah yang serius.


"Beri Adel waktu untuk bisa benar-benar ikhlas!Untuk Adel,Mas Adam adalah satu-satunya caraku untuk belajar menjadi wanita yang kuat!Tidak semudah menggantinya dengan cinta yang lain."Aku berusaha jujur bahwa sekarang hanya Mas Adam yang ada di hatiku.


"Ya Kak Restu tahu, Kakak akan menunggu kamu bisa membuka hatimu untuk aku!"Janjinya.


"Maaf Kak, jangan paksa aku untuk cepat menerima kenyataan! biarkan aku menikmati setiap detik tanpa Mas Adam."


"Iya...kak Restu tahu!Oh iya kami mau coklat?"Alihkan percakapan,ku lihat dia kekecewaan dalam wajahnya.


"Mau!"Aku mengangguk dan tersenyum.


Kak Restu membukakan sebatang coklat dan menyuapkan padaku.


Aku harus bisa tersenyum sekarang, walau hati ini masih belum bisa menerima kenyataan.Tapi aku harus bisa menghargai semua orang yang telah memberiku semangat.


"Enak? manis?"Kak Restu dengan senyuman yang dulu pernah selalu ingin ku lihat sekarang dia ada dihadapan ku,tapi hatiku sudah bertahta senyuman yang lain.


Aku mengangguk mengiyakan.


"Buka mulutnya lagi!"Memintaku membuka mulut dan disuapi nya lagi.


"Udah Kak!"Aku menyudahi.


"Masuk yuk Kak!Adel dingin!"Ajak ku untuk kembali keruang perawatan ku karena aku mulai kedinginan.


Kak Restu membuka jaketnya dan memakainya ditubuhku.


"Pakai dulu biar ga terlalu dingin!"Mengelus punggungku.


Aku menatapnya penuh,kamu sudah berubah Kak.Dulu aku mengejarmu, sekarang kamu yang meminta cintaku.Dunia ini memang tidak dapat ditebak.

__ADS_1


__ADS_2