
"Kenapa dilihatin aja makanannya?Mau disuapin ?"Mas Adam menatapku.
Dia mulai mengambil sendok dari makanan ku.
"Apaan sih !Aku bisa makan sendiri!"Aku merebutnya.
"Mas suka kali kamu manja gini!naik mobil maunya digendong makan maunya disuapin!"Dia terkekeh.
"Aku marah bukan manja!"Aku manyun.
Dia tertawa melihat tingkahku.
"Jangan ngambek terus cuma gara-gara hal yang ga jelas!"Mas Adam menasehati ku.
"Yang ga jelas tuh kamu! cowok ga jelas!"Aku tak mau kalah.
"Oke...gini Erli itu teman SMP lalu di SMA kita beda sekolah!Waktu aku masuk Akmil Erli kuliah diluar negeri untuk mengambil S2 sekaligus untuk menjadi dokter spesialis!"Ceritanya santai dengan memainkan gelas.
"Yakin cuma teman?"Aku meliriknya.
Aku masih dengan ketidakpercayaan.
"Ya dulu memang kita sempat dekat tapi ya cuma teman!Udah kan ga perlu jadi bahan ngambek lagi!"Menyendok es krim yang sudah dia pesan dan mengarahkannya untuk menyuapiku.
Aku masih manyun,tapi sepertinya sekarang dia jujur.
"Aaaaaa...mau ga?"menyuruhku membuka mulut untuk disuapi es krim,"tak makan sendiri kalau ga mau!"
Aku langsung menyerobot kedalam mulut.
"Mama gimana kabarnya?"Aku masih dengan aksi sedikit ngambek.
"Mama lagi pemulihan di Singapura!Oh ya makasih ya Del untuk semuanya, karena kamu aku dan Mama hubungannya jadi lebih baik!"Dia tiba-tiba berubah raut wajah.
"Besok mau tugas kemana?"Aku langsung memutar arah pembicaraan.
"Besok harus Papua!"
"Lama?"
"Belum tahu!kenapa ga bisa jauh ya dari Mas Adam!"Mengedip jahil.
"Idih!"Aku melengos.
"Del...maaf ya sampai sekarang Mas masih sering buat kamu menangis!Belum bisa buat kamu selalu nyaman dengan Mas!Tapi Mas juga minta kamu jangan dekat-dekat dong sama Restu,Mas Adam cemburu tahu!"Menatapku serius.
"Maaf Mas!tapi aku mulai besok bekerja di rumah Kak Restu merawat dia,jadi maaf aku ga bisa untuk menjauhi Kak Restu!"Lirihku.
Aku hanya menatapnya.
__ADS_1
Ponsel Mas Adam berdering.Dari raut wajahnya sepertinya ada sesuatu yang terjadi.
"Kamu sudah makannya?"Bertanya padaku yang masih asik dengan es krim.
"Sudah!Mas mau ada keperluan?"Ingin tahu.
"Ayahnya Desti masuk penjara karena terindikasi terlibat dalam kasus mafia tanah suami Desti!"
"Ya terus apa hubungannya dengan kita?"Aku masih belum mengerti.
"Astaghfirullah aku ga bisa cancel tugas aku besok!Erda juga masih tugas, siapa yang harus ngurus ini?"Dia terlihat bingung.
"Kita ke kantor Papa Erda dulu,ada yang harus Mas Adam konsultasikan!Mbak bill nya!"Meminta bill pada waiters dan membayar.
Aku masih belum mengerti setelah mendapat kabar itu kenapa Mas Adam kelihatan bingung.Apa hubungannya dia dengan kasus Ayah Kak Desti?
Sepanjang perjalanan aku hanya menatap Mas Adam yang sedang fokus.Dia orang yang tidak bisa diganggu jika sedang fokus.
Sampai disebuah rumah yang bukan lumayan lagi tapi ini termasuk megah.Terdiri dari tiga lantai dan terlihat minimalis modern mewah.
"Aku sudah janji dengan Om Hardi!"Berbicara dengan satpam saat mobil Mas Adam dicegah masuk di depan pintu gerbang.
"Pak Adam! silahkan masuk,sudah ditunggu bapak!"Membukakan pintu gerbang.
Setelah parkir, Mas Adam menggandeng ku masuk kedalam rumah itu.Ternyata kami sudah ditunggu oleh si punya rumah.
"Malam Dam! silahkan duduk!"mempersilakan kami duduk.
Aku masih terheran dengan rumah yang katanya rumah orang tua Erda.Ternyata Erda pun anak dari bukan orang sembarangan makannya dia menjadi salah satu orang kepercayaan Mas Adam.
"Tadi Erda sudah menjelaskan pada om,lalu om harus bagaimana?"Papa Aerda pada Mas Adam to the point.
"Saya inginkan semua yang terlibat semuanya dibungkus Om,saya tidak mau ada ampun karena tindakan mereka sudah diluar batas!"Mas Adam menggebu-gebu.
"Oke...yang sekarang sudah di Polres Erda sudah mengutus orang!Jadi nanti otak nya saja Om turun tangan!"Om Hardi santai, sepertinya beliau sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
"Baik...kalau begitu saya pamit Om!"Mas Adam.
"Ini siapa Dam?"Om Hardi menatap Adel.
"Kenalkan ini Adel Om,calon Adam!"Mas Adam tersenyum penuh kepastian.
Aku mengangguk dan tersenyum.
"Kapan mau diresmikan?"
"Biar lulus dulu Om,dia masih dibawah umur!"Mas Adam menyenggol ku.
"Ada aja kamu!Erda itu carikan pacar,banyak yang ngikut cowok semua!kalau ditanya kapan punya pacar malah sibuk cari tantangan!"Om Hardi menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Biarlah Om,nanti dia pasti juga akan nemu sendiri!"Mas Adam sangat tahu bagaimana sahabatnya itu.
Kamipun pamit.
"Del...Mas boleh minta tolong?"Saat kami sudah dalam perjalan pulang.
"Apa?"
"Bantuin Mas jaga hatimu!"Dia mulai receh.
Aku meliriknya sinis.
"Udahlah jangan ngambek terus!Nanti tak tuker coklat kalau ngambek terus!"Mengusap kepalaku."Selama Mas Adam ada di luar kota!kasus Ayah Desti ini akan terus berjalan mungkin suami Desti juga akan segera tertangkap!Jadi asal kamu tahu,yang menyebabkan Restu kecelakaan itu suami Desti,Erda sedang berusaha mencari bukti sebanyak mungkin untuk mengungkap ini!"Mas Adam mulai menceritakan.
"Kak Restu sudah tahu dengan ini semua?"
"Belum!Biar bukti yang berbicara,kamu ngerti kan maksud Mas?"Mas Adam meyakinkan.
Aku mengangguk.
"Besok antar Mas ke airport ya!"Dia meminta.
Aku mengangguk.
"Dari tadi nganggur terus!kalau Mas Adam tanya nikah sekarang kamu juga mau ngangguk?"Godanya.
"Emang berani?"Aku menantang.
"Mas tunggu kamu sampai lulus!Kalau kamu lulus nerima cowok lain,tak culik kamu!"Canda Mas Adam.
Laki-laki ini selalu bisa buat aku tersenyum.Laki-laki yang ku pikir buaya ternyata dia benar-benar meyakinkan ku.
Mas jangan pernah ke lain hati!Aku juga sedang berusaha untuk menjaga kepercayaan diri bahwa aku cukup pantas berada di sampingmu.Menemanimu hingga akhir waktu.
"Mama kangen sama kamu! Sampai sekarang dia selalu menanyakan kamu!"Mas Adam tiba-tiba menceritakan Mama Sari.
"Maaf ya Mas kalau aku seperti anak kecil!Habis kamu nyebelin tahu ga!ketemuan sama cewek lain,ngobrol sok kegantengan hahahihi!Bilangnya mau ke Solo tahunya ngedate sama cewek lain!"Aku nyerocos.
Dia tersenyum,"Mas Adam seneng tahu ga!kamu ngambek gara-gara cemburu!berarti kamu sayang sama Mas!"Mencubit pipi ku.
"Oh jadi kemarin cuma mau buat aku cemburu?"Aku mencubit pinggangnya.
"Mas lagi nyetir loh Del!"Mengingatkan ku.
Dan malam ini kami kembali akur.
Terimakasih Tuhan telah engkau kirimkan laki-laki yang mau memperjuangkan aku.
Semoga Engkau jodohkan aku dengannya!
__ADS_1