AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
•Eps19•


__ADS_3

"Eh aku merasa ada yang mem perhatikan ku" Melihat ke salah satu pohon yang besar dan ditutup oleh salju "Tidak mungkin aku tidak merasakan kehadirannya dan huh... dingin.. dingin.. aku tidak memakai sepatu dan jubah" Masuk dan memakai pakaiannya kembali -Ye Nǚshén


...|Selesai memakai pakaian...


"Uhh dinginnya masih terasa..." Mengigil -Ye Nǚshén


"Bukankah pemuda kemarin mengatakan bahwa ada perang aku bisa melatih kemampuanku di meran perang secara nyata... tapi aku lupa bertanya di mana tempatnya" Menangis dalam hati -Ye Nǚshén


...|Setengah hari dia bertanya akhirnya mendapat informasi dari asosiasi pedagang...


...Ternyata...


...Perang sedang berlangsung di perbatasan Kerajaan Phoenix dan Naga karajaan besar di daratan ini kerajaan yang mendukung salah satu kerajaan besar tersebut harus mengirim kan pasukan terbaik mereka...


...l...


...www...


......l......


...|Di Perbatasan...


"Akh akhirnya sampai juga!..." Ucapnya


"Mana tadi pakek acara kesasar lagi" Menginggat kejadian tadi -Ye Nǚshén


...|kejadian nya...


"Bukannya seharusnya di sini ya tempatnya... Tapi.. ini malah pedesaan tanaman obat yang tertutup salju" Melihat sekeliling yang hanya terlihat pedesaan dan ladang yang terturup salju -Ye Nǚshén


"Nak apa anda tersesat" Tanya seorang pria paruh baya yang sedang membawa tanaman obat yang hanya tumbuh saat salju


"Ah ya aku sedang mencari perbatasan Phonixe dan Naga tapi tersesat" Mengaruk lehernya yang tak gatal -Ye Nǚshén


"Nak mengapa kamu ingin kesana di sana sedang ada perang yang sangat besar bahkan banyak tokoh kebat yang kembali tanpa nyawa" Ucap wanita muda sambil mengendong bayi


"A.. aku Sedang... sedang mengirim obat untuk orang yang terluka" Mengeluarkan satu botol obat tingkat tiga -Ye Nǚshén


"Hah.." Terkejut karena melihat aura obat itu murni


"Ah apa kalian bisa melihat.. nya" Kaget dengan respon mereka -Ye Nǚshén


"Kami bisa melihat aura obat karena itu kekuatan kami" Ucap wanita muda tersebut


"A.. jadi apa aku bisa.. menanyakan arah sekarang" Tanyannya gugup " Jangan sampai mereka tau aura yang lain aku harus cepat pergi" Batin -Ye Nǚshén


"Dan mengapa banyak kekuatan yang bahkan tidak ada di buku kekuatan" Tanyannya pada dirinya sendiri/Batin -Ye Nǚshén


"Kamu lurus lah lewat jalan ini jika kamu sudah dekat dengan perbukitan putarlah lalu kamu ikuti jalur banyak tanda kaki kuda di sana jika tidak tertutup salju kamu bisa mengikutinya hingga melihat bendera kerajaan di sana tapi hati-hati nanti kamu di kira musuh" Jelaskannya, menunjuk arah yang akan di lalui dan memberi peta


"Terimakasih.. aku mempunyai sedikit hadiah" Menerima peta itu dan memberikan koin emas (Satu tempat sedang/satu kresek ukuran sedang) -Ye Nǚshén


"Ah Nak tidak apa kamu hanya bertanya arah kami sebagai warga hanya membantu" Ucap pria itu


"Aku tahu warga di sini sedang susah karena peperangan itu kalian tidak bisa mengirim obat ke kerajaan sebelah dan hanya bisa di negara dalam saja" Memberikan uang itu "Bagikan lah kewarga saya pamit terimakasih" memberi hormat dan melangkah menggunakan kekuatan bayangan -Ye Nǚshén


"Nak tapi ini...." Terhenti karena sudah hilang

__ADS_1


"Pak sudah mungkin ini rezeki kita" Memegeng pungungnya


"Huff baiklah mari kita bagikan" Tersenyum dan berjalan masuk pedesaan


...l...


...Www...


...l...


...|Tidak butuh waktu lama Nǚshén sudah berada di atas bukit es dan melihat kebawah...


...|Di Perbatasan...


"Akh akhirnya sampai juga!..." Ucapnya


"Mana tadi pakek acara kesasar lagi" Menginggat kejadian tadi -Ye Nǚshén


"Sepertinya mereka kalah banyak" Melihat kebawah -Ye Nǚshén


"Capat obati ada yang terluka lagi" Mengangkat orang


"Obat sudah hampir habis mengapa mereka belum datang" Paniknya


"Jangan-jangan mereka terjebak salju" Sibuk menghangatkan air


"Huff jika ini tidak menyangkut kerajaan besar dan kenyamananku aku tidak akan kesini" Keluhnya "Tapi tidak apa lah aku bisa menguji kekuaranku" Mengangkat bahunya sombong -Ye Nǚshén


"Baiklah ini bukan saatnya aku menyombongkan diri" Memasuki dimensi untuk memganti hanfu -Ye Nǚshén


...•Dia dulu membuat karena gabut tak tahu jika akan berguna•...





Dengan baju bercorak putih biru topeng biru hitam dan hiasi butiran berlian dan sepatu berwarna putih


...|Keluar dimensi...


"Huhh dingin.. dingin... tapi harus ku tahan 'Penghangat tubuh' untung saja aku sudah mempelajarinya tapi baru tingkatan dua belum bisa menghangatkan tubuhku sepenuhnya" Melompat turun -Ye Nǚshén


"Siapa itu" Teriak penjaga sambil menyodorkan tongkat sihirnya


"Hah ada tipe penyihir juga di dunia ini.. sebenarnya dunia apa yang aku tempati" Batinnya "Tenanglah aku berada dipihak kalian" Menyingkirkan tongkatnya di depan tubuhnya -Ye Nǚshén


"Apa maumu" Sentak pengawal


"Aku akan membantu kalian aku tidak mau jika kerajaan terkuat di kerajaan bagian ini kalah karena desaku juga akan terkena dampaknya" Berjalan maju -Ye Nǚshén


"Maaf Nona tapi saya melihat anda sepertinya masih sangat muda" Ucap lelaki dewasa sambil di pegangi oleh perawat


"Bagaimana anda bisa menyimpulkan seperti itu" Mengerutkan alisnya "Ya aku masih muda tapi jiwaku sudah dewasa" Senyum di dalam hati -Ye Nǚshén


"Kulit, muka, dan suara mu masih menginjak remaja" Ucapnya dengan terpatah-patah sambil menahan sakit

__ADS_1


"Tuan luka anda masih belum pulih sebaiknya anda berbaring jika terkena dingin itu tidak baik untuk kesehatan anda" Ucap pelayan dengan khawatir


"Ya kamu benar aku masih menginjak remaja tapi aku di kirim kesini untuk membantu kalian aku tidak mempunyai kemauan aku hanya ingin desaku seperti semula" Acting yang sangat Profesional -Ye Nǚshén


"Bagian mana desamu nak" Tanyannya


"Desaku! Tidak semua orang harus tahu.. yang pasti desaku ada di dalam hutan memiliki tanah yang subur dan di lindungi oleh monster spiritual" Membual yang sangat meyakinkan -Ye Nǚshén


"Monster?? bagaimana bisa"


"Apa mereka sudah di jinakkan"


"Apa dia hanya berbohong"


"Lihat saja nanti jika dia ikut ke medan perang apa dia akan terluka"


"Baiklah aku percaya masuklah dulu... Pengawal buatkan tenda untuk Nona ini uhuk..uhuk" Tersenyum simpul lalu berteriak kepada pengawal kerajaan tidak di duga lukanya terbuka dan menimbulkan batuk berdarah


"Tuan Muda" Teriak para pelayan


"Tidak apa-apa luka ku hanya terbuka saja" Memegangi dadanya


"Huhh" Berjalan mendekat "Maaf tidak sopan" Memegang bahunya dan bergumam 'Cahaya penyembuh' -Ye Nǚshén


"Uhuk..uhukk..uhuk" Memuntahkan darah kotornya


"Hei apa yang kau lakukan Nona"


"Apa kau akan membunuh Tuan Muda"


"Kau melukainya"


...Teriak histeris para orang yang ada di sana...


"Apa mata kalian buta" Ucap Nǚshén santai -Ye Nǚshén


"Aku sembuh.. lukaku... bagaimana bisa" Ucapnya sambil memegangi lukanya yang sudah pulih "Terimakasih nona" Ucapnya sambil berlutut


"Sudahlah aku lihat pengawal dan penjaga di sini semua lemah bagaimana bisa menyerang musuh" Menggunakan mata tembus pandangnya -Ye Nǚshén


"Bagaimana mungkin Nona pengawal dan penjaga di sini di kirim dari berbagai kerajaan sekitar dan ini semua adalah yang terkuat" Ucapnya heran dengan apa yang di ucapkan wanita di depannya itu


"Tidak bahkan aku yang di sebut sampah di mata mereka aku masih di atas para pengawal dan penjaga terkuat" Ucapnya sinis sambil melihat bendera kerajaan langit -Ye Nǚshén


"Bagaimana bisa dia ke sini"


"Sampah? beraninnya dia ke sini apa tidak takut mati"


"Desa mana dia bahkan mengirim sampah untuk ikut berperang"


"Cukup sebentar lagi akan menyerang sebaiknya siapkan diri kalian sebelum berangkat" Ucap pria sambil keluar dari tendanya


...•Next•...


...~~~...


...Maaf kalok banyak typo nya😆 jangan lupa komennya😚...

__ADS_1


__ADS_2