
Pagi ini Rifi dan Mahesa dijemput oleh Alfian.Dan acara seharian bersama mereka usai.
Aku pun seperti biasa sekolah lalu mengikuti ekskul,hingga harus pulang agak sore.
Mulai hari ini aku meminta untuk tidak diantar jemput oleh orang-orang Mas Adam karena aku ingin mandiri itu alasan ku.Padahal aku hanya tidak ingin Mas Adam tahu kalau aku bekerja pada keluarga Kak Restu.Karena aku yakin pasti dia tidak memperbolehkan.
Aku mampir dulu ke rumah untuk bersih-bersih dan langsung menuju ke rumah Kak Restu.
Sesampainya disana dia sedang berada di dekat kolam ikan dan termenung.
"Assalamualaikum!"Saat sudah berada di dekat nya.
"Wallaikumsalam!"Dia terlihat kaget dengan kedatangan ku.
"Adel!"Serunya.
"Lagi apa Kak?"Aku berdiri disampingnya dan memandanginya.
"Liat ikan-ikan Papa!Seru aja,ya gini-gini aja! Tumben kesini?"Dia sepertinya belum tahu kalau aku sekarang bekerja untuknya.
"Adel sekarang bantuin Kak Nisa dan Bi Runi jagain kamu, karena Mama kan punya cabang resto baru jadi ya minta bantuan Adel buat momong kamu yang super susah dibilangin!"Kak Nisa istri Kak Gibran tiba-tiba datang dari dalam kamar dengan menggendong Gilsa.
"Super susah dibilangin gimana?Ya memang aku bisa lakukan semuanya sendiri Kak,ya cuma butuh waktu aja!Aku juga ga pengen ngrepotin Adel,dia pasti capek kalau harus bantuin aku juga!"Dia yang ku tahu sifatnya keras kepala.
"Tuh Del kalau kamu tahu ini anak keras kepala,kemarin aja mau dibantuin ke kamar mandi ga mau dan akhirnya jatuh! untungnya ga kenapa-napa!"Kak Nisa mengomel.
Aku tersenyum,karena aku tahu cowok yang duduk dikursi roda ini memang sangat keras kepala jadi aku tidak kaget dengan tingkahnya dan caranya berpikir.
"Udah!kok jadi debat?Aku kesini karena aku care dengan kakak,jadi bisa tolong dengarkan aku?"Aku memotong perdebatan antara kakak ipar dan adik ipar ini.
"Udah Del Kak Nisa pasrahkan sama kamu itu cowok keras kepala,tolong kasih tau dia bahwa kita manusia sebagai makhluk sosial jadi jangan pura-pura mandiri!"Kak Nisa yang pergi meninggalkan kami.
"Uuuh...dasar!semua ibu-ibu itu memang super galak suka ngomel ga jelas dan satu lagi suka overthinking!"Dia juga mengomel.
Aku tersenyum melihatnya,"Kak...mau tahu ga kenapa semua wanita,ga hanya ibu-ibu doang yang overthinking?"Kini aku mencoba mencairkan suasana yang tadi sempat sedikit panas.
"Kenapa emangnya?"Dia terlihat sangat ingin tahu.
"Karena wanita itu punya kepekaan yang tinggi dibandingkan laki-laki!"Jawabku santai.
__ADS_1
"Laki-laki juga peka!"Membela diri eh dia sepertinya juga membela seluruh laki-laki didunia.
"Oke, cowok itu peka tapi sering overthinking juga kan?"Aku sebenarnya hanya menggodanya.
"Cewek itu makhluk susah dimengerti!"
"Nah kalau cowok maunya gimana?"Aku kembali membalik perbincangan yang sebenarnya ga penting.
"Ya kalau cowok itu maunya ya simpel-simpel aja,sama-sama mengerti,sama-sama setia!Ya kita sama-sama peka aja jangan terlalu yang berlebihan!"
"Cewek juga maunya begitu,tapi karena wanita itu lebih banyak menggunakan perasaan dibanding logika,ya mau gimana lagi? itulah wanita sejak jaman Nabi!"Aku meringis.
"Tapi sepertinya kamu ga?"Tiba-tiba dia menatapku penuh.
Aku yang sedang asik memberi makan ikan-ikan.Tiba-tiba sedikit kaget dengan kata-katanya.Tapi aku berusaha untuk tidak berekspresi apapun.
"Hampir semua cewek itu sama Kak! Kalau berbeda paling hanya dua persennya!"Aku tersenyum membayangkan yang aku sendiri yang suka kebawa perasaan dulu dibandingkan logika.
"Berarti dua persennya itu ada di kamu dong!"
"Kenapa jadi bahas aku?Udah,Kak Restu udah makan?"Aku mengalihkan pembicaraan.
"Kok bareng Gilsa?"
"Ya tadi Gilsa disuapi Mamanya aku nyobain bubur bayi!"Dia terkekeh.
"Itu namanya belum makan Kak!"Aku meliriknya.
Tersenyum,"tadi sih udah disiapin sama bi Runi cuma aku belum mood buat makan aja!"Malas.
"Ya itulah dimana kepekaan itu di uji!Dimana mau atau tidak ingin sembuh dan pulih seperti sedia kala? disitulah Anda harus care dan peka pada kebutuhan diri sendiri.Makan teratur minum obat!"Aku berusaha untuk menumbuhkan semangat bahwa dia tidak sendirian.
"Kadang aku berpikir aku ini cuma ngrepotin Mama dan Papa aja Del!Mama yang harusnya bisa fokus dengan bisnisnya sekarang harus pecah pikiran untuk mengurusku juga!Jadi ya gimana caranya aja agar aku bisa mandiri."Raut wajahnya sedih.
"Kak!Selama kita masih memiliki orang tua, keluarga kita masih boleh meminta tolong itu wajar kak!"
Menarik nafas dalam-dalam.
"Aku kasihan aja sama Mama Del! Banyak yang udah aku buat dia kecewa!"Menunduk.
__ADS_1
"Sekarang saatnya kakak buat bahagia!"Aku memberinya semangat.
"Gimana caranya?"Dia menatapku.
"Ya kakak harus makan sekarang!aku bantu dan aku temani makan gimana?"
Tanpa pikir panjang dia langsung menjawab iya dengan anggukan.
Ternyata selama ini kepekaan seorang ibu tidak bisa diragukan lagi,anak laki-lakinya yang sedang masa pemulihan ini sedang dalam fase dimana dia sedang tidak bisa menerima kenyataan yang dia alami.Hingga dia berasa memikul beban berat hingga dia berpikir dengan kondisinya sekarang dia hanya merepotkan keluarganya saja.
Aku tahu ini hal yang wajar karena akupun pernah mengalaminya.
Kasihan Kak Restu,dia pasti merasa berat untuk menjalani hari-harinya diatas kursi roda.Kalau benar yang ada dibalik kondisinya sekarang adalah orang yang dicintainya dia juga pasti akan semakin patah.
Aku membantunya mengambilkan makanan, menemaninya di meja makan.
Kulihat dia begitu lahap makan, selesai makan dia juga memintaku mengambilkan beberapa obat-obatnya yang harus dia konsumsi.
"Gimana lebih baik hatinya?"Aku melihatnya terdiam setelah makan.
Tersenyum,"kenyang Del!"Lalu tertawa.
"Emang bener kata pepatah, kondisi hati itu dari kondisi perut!"Aku tersenyum saat mengatakannya.
"Kamu tuh ada-ada aja !Oh iya kamu sendiri sudah makan?"
"Sudah Kak,tenang aja tadi pulang langsung makan!"Aku memberinya jempol.
"Oh...oke!"Dia terkekeh.
"Gimana biar perasaannya jauh lebih baik kita jalan-jalan kedepan?liat mobil motor lewat lumayan cari polusi!"Aku meringis.
"Kamu tuh sekarang pinter ngelawak ya Del?ada aja kamu tuh!"Menggelengkan kepalanya.
"Iya habis gimana? sekarang punya kakak kok sedih terus ya harus bisa menambah kewarasan dengan senyuman!"Aku mengangkat-angkat kedua alisku dan tersenyum.
"Andai Del...!"Kata-katanya terhenti.
"Andai apa kak?"Aku penasaran.
__ADS_1
"Ya andai aku bisa jalan,pasti kamu ga akan menghibur ku seperti ini!"