AKU YANG TERPILIH

AKU YANG TERPILIH
Bukti(ADAM POV)


__ADS_3

"Bos!Lo dimana,ada sesuatu yang harus gue omongin sama Lo!"Aerda tiba-tiba menghubungi ku.


"Gue lagi dirumah sakit, urgent? harus segera?"Bahasa informasi antara aku dan Erda.


"Gue udah ngumpulin bukti kuat soal kecelakaan Restu dan bapaknya Adel!"Singkat Erda.


"Oke gue kesana!"Aku langsung tanpa pikir panjang.Mama yang belum sadar setelah keluar dari ruang operasi ku tinggalkan bersama assistennya.


Mama penting tapi kasus ini juga harus segera diselesaikan.


Diperjalanan aku sudah tidak bisa mengontrol diri ku kemudikan mobil tanpa rem.


Sampai di hotel tempat Erda menginap aku menghubunginya.


"Gue udah di resto!"Aku tanpa basa-basi pada Erda.Dan langsung menutup telepon.


Tak berapa lama Erda turun dengan beberapa berkas ditangannya.


"Ini semua bukti yang kuat buat nyeret pelakunya!"Meletakan berkas dimeja.


Aku membuka berkas-berkas itu yang didalamnya terdapat berbagai foto dan keterangan.Dan sebuah flashdisk.


"Didalam flashdisk itu ada rekaman cctv yang gue dapat dari salah satu minimarket tempat terdekat dengan tempat kejadian."Erda menjelaskan.


"Lo udah temuin siapa mereka?"Aku semakin penasaran.


"Mereka yang nabrak Restu dan Pak Fatah adalah dari jaringan yang sama!Anak buah suaminya Desti,Randi Ferdian seorang politikus sekaligus mafia pajak.Pabrik Lo juga targetnya karena permintaan Desti.Makannya pabrik Lo dalam perpajakannya lagi diaudit kan?Itu kerjaan Randi!Gue udah jaring satu anak buahnya, sekarang sama orang-orang gue diluar kota."Jelas Erda santai.


"Bagaimana dengan keluarga Desti?"Aku menatap Erda.


"Udah gue gulung semua proyeknya.Semua tender yang bapaknya punya udah diambil alih sama vendor yang seharusnya! karena tender-tender yang dia dapat ya hasil dari menantunya yang ga jelas itu! Tinggal nunggu aja ada berita di tv kalau Bapaknya sudah didalam penjara."Erda bukan seorang prajurit biasa.Dia juga lulusan S1 bisnis tapi dia lihai dalam hal seperti ini.Karena ayahnya yang seorang lawyer.


"Lalu...apalagi yang akan Lo lakuin ?"


"Gue lagi nyari Desti!Dia seperti ditelan bumi setelah gue dapetin rekaman cctv ini."Erda kulihat heran.


"Oke...gue percayakan semua sama Lo!Gue lagi konsen sama Mama dan Adel!"Aku memijat keningku dengan satu tangan.


"Agak terdengar aneh!Mama?"Erda seperti menggaris bawahi kata Mama.


"Iya...Adel berhasil membuat aku dan Mama baikan!"Aku menarik nafas dalam-dalam.


"Adel?"Aerda penuh tanya.


"Iya... ceritanya panjang! singkatnya dia sudah tahu hubungan ku dengan Mama,dan dia sekarang marah karena dari awal gue gak jujur sama dia!"Tersenyum bingung.

__ADS_1


"Untuk masalah cinta Lo itu,gue nyerah banyak drama Korea!"Erda menggaruk kepalanya.


"Entahlah...hidup gue begitu seperti drama!"Mengusap kasar wajahku sendiri.


"Gue aja bingung lihat Lo seorang yang ambisius tegas dan smart bisa sebucin itu sama anak SMA!Ah...tahulah bos... pusing gue...selamat menjalankan peran Lo,gue urus ini aja yang ga bikin pusing!"Mengambil berkas-berkas dari meja dan berlalu pergi.


Erda benar,aku berubah begitu saja.


Tapi Adel memang pantas diperjuangkan,sekali lagi dia bukan anak SMA seperti usianya.Cara pikirnya,cara dia memaknai hidup cara dia menghargai semua orang.


Ponselku bergetar satu pesan dari Rifi.


Mas Adam ada masalah sama Adel?aku lihat tadi dia ngelamun di pinggir jalan.Aku tahu betul bagaimana Adel,dia bisa menyembunyikan dari orang lain tapi tidak denganku!


Bukannya aku ingin ikut campur,tapi aku jujur tidak suka jika melihat Adel seperti tadi.Dia seperti daun yang tertiup angin entah kemana akan jatuh.


Maaf sebelumnya!!!!!!


Adel dia melamun dipinggir jalan?Mau kemana dia?


Aku langsung menghubungi Rifi, mencari tahu bagaimana keadaan gadisku.


"Assalamualaikum Fi !"Aku menyapanya.


"Sorry Fi,tadi kamu lihat Adel mau kemana kok dipinggir jalan?"Aku langsung to the point.


"Oh itu!Iya tadi aku lihat didepan rumah sakit Semarang hospital! katanya dia baru pulang nemenin Restu!tapi aku lihat wajahnya bingung,sedih!"Cerita Rifi.


Adel nemenin Restu! Seharian dia ga ngejawab teleponku,ga membalas pesan ku, ternyata dia nemenin Restu! Astaga Adel! Dalam hatiku.


"Oh oke makasih ya Fi! Assalamualaikum !"Tutupku,aku tak mau mendengar tentang Adel bersama Restu.


Aku harus menemui gadisku.Tanpa pikir panjang aku langsung keluar dari hotel dan melaju kerumah Adel.


Kali ini aku sedang merangkai kata untuk meminta maaf padanya.Disepanjang perjalanan aku berpikir.


"Semoga Adel bisa memaafkan ku!"Aku menyenderkan kepalaku pada kursi kemudi.


Adzan magrib berkumandang,aku mencari masjid untuk shalat baru akan melanjutkan perjalanan lagi.


Setelah shalat aku sedikit tenang,seperti kata Adel shalat membuat kita selalu tenang.


Aku selalu mengingatkannya shalat tapi aku sendiri harus belajar dari Adel.Terkadang amarah masih memenuhiku.


Satu panggilan dari nomor tak dikenal.

__ADS_1


"Hallo!"Jawabku sedikit tidak yakin.


"Hallo Dam...ini aku Erli!Mama kamu sudah sadar,kamu dimana sekarang ?"Suara halus Erli yang tidak berubah dari dulu.


"Oh...aku lagi dijalan!Aku ada urusan penting nanti aku kesana setelah selesai!"Bukannya aku mengenyampingkan Mama,tapi aku sangat ingin melihat gadisku.


Menjelaskan semua yang terjadi.Aku tidak ingin berlama-lama dia marah padaku.


"Tapi Mama kamu perlu kamu sekarang Dam,Mama kamu ingin bicara sama kamu!"Erli mendesak.


"Ok aku kesana sekarang!"Aku tak bisa menolak Mama.Yang kuingat Menolak Mama berarti menyakitinya.


Sebenarnya aku sangat ingin bertemu dengan gadisku.Tapi Mama juga harus kuperhatikan.


Aku memutar arah menuju rumah sakit tempat Mama dirawat.


Sampai disana ada Erli yang sedang menemani Mama.


"Assalamualaikum !"Salamku saat memasuki kamar Mama.


"Wallaikumsalam!"Jawab Mama dan Erli bersamaan.


"Gimana keadaan Mama?"Aku langsung mendekati mama yang masih terbaring lemah.


"Mama kamu sepertinya alergi dengan anestesi!Dari tadi muntah!"Erli menjelaskan.


"Lalu sekarang harus bagaimana?Kamu dokter Li...kamu pasti tahu!"Aku sedikit menekannya.


"Aku sudah kasih obat untuk mengurangi mualnya.Semoga cepat pulih !"


"Mah...apa yang mama rasakan?"Aku bertanya lembut kepada Mama.


"Adel!"Mama hanya menyebut nama Adel.


"Adel lagi ga enak badan Mah, tadi udah Adam hubungi sekarang Adam suruh istirahat! Insyaallah besok kalau sudah lebih baik Adam jemput dan bawa kesini!"Aku terpaksa berbohong pada Mama,aku ga mau Mama tahu kalau Adel sedang marah padaku.


Mama hanya tersenyum dan memejamkan mata.


"Biarkan Mamamu istirahat Dam, sepertinya efek anestesinya sudah berangsur hilang."Erli menarik tanganku untuk keluar dari kamar Mama.


"Kenapa Li?"Dari dulu aku selalu memanggil Erli dengan seperti itu.


"Ada yang aku ingin tanyakan!kita ngobrol di food court !Ada waktu Bapak Adam?"Erli dengan gaya bicara formal.


Apa yang ingin Erli tanyakan,membuatku penasaran.Tapi rasanya aku ingin sekali bertemu dengan gadisku.

__ADS_1


__ADS_2